Wisata Sejarah ke Pabrik Gula, mengapa tidak ?

Jika kita membayangkan sebuah perjalanan wisata, tentulah sesuatu yang indah dan menakjubkan. Akan tetapi tidak ada salahnya apabila kita melakukan perjalanan wisata yang bisa menambah wawasan pengetahuan tentang sejarah yang belum kita ketahui sebelumnya. Salah satunya adalah berkunjung ke pabrik gula. Wawasan yang didapat dengan berkunjung ke pabrik gula agar kita bisa mengetahui proses  pengolahan gula dari awal hingga akhir. Dari awal hingga akhir di sini memiliki waktu yang relatif panjang, yaitu dari mulai penebangan tebu, penggilingan sampai menjadi gula, masyarakat umum mengenalnya dengan gula pasir atau gula tebu.

Selain itu wisatawan juga bisa melakukan penelitian terhadap keunikan dan nilai historis dari bangunan pabrik, mesin pabrik dan kereta uap atau bermalam di rumah dinas yang usianya sudah ratusan tahun.. Seperti halnya pabrik gula, maka setiap pabrik gula memiliki alat angkut antik yaitu kereta yang ditarik lokomotif dan digerakkan dengan tenaga uap, kebanyakan orang menyebutnya dengan lori. Di luar musim panen tebu, wisatawan bisa diajak berkeliling ke areal perkebunan dengan menaiki lokomotif uap tersebut.

                                                   images

                                                  -Lori-

                                                 dpp-0073

                                                -Lokomotif Wisata di Perkebunan Tebu-

Sejarah Pabrik Gula di Surabaya

Jawa Timur adalah wilayah pertama di Indonesia yang mengalami dampak Revolusi Industri. Pada periode pertama, industri di Jawa Timur diarahkan ke pengolahan hasil pertanian, terutama gula dan rekayasa berat (heavy engineering) yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik gula yang bertebaran di wilayah hinterland kota Surabaya. Karena sebelum tahun 1830 hampir semua pabrik gula di perkebunan Jawa Timur masih menggunakan tenaga hewan ternak untuk menggerakkan mesin-mesinnya.

Sejak tahun 1835 di sekitar Surabaya mulai bermunculan pabrik gula seperti di Buduran, Waru, Karang Bong, Tanggulangin dan Ketabang. Tiga tahun kemudian tepatnya tahun 1838 berdirilah pabrik gula baru di Candi, Watoetoelis, Balong Bendo dan Gedek. Berselang satu tahun berdiri lagi pabrik gula di Singkalang, Krian, Bulang dan Ketegan. Lalu di tahun 1840 berdirilah pabrik gula di Sruni. Sebagian besar pabrik gula ini dimiliki oleh orang Eropa.

Semakin pesatnya pendirian pabrik gula ini dibarengi dengan kebutuhan akan mesin penggiling tebu. Tahun 1836 mesin uap (mesin modern) pertama dengan boiler yang masih berkapasitas kecil dipasang di pabrik gula dekat Probolinggo. Sampai pada tahun 1900 ketel uap sudah terpasang di Jawa  sebanyak 1.919 unit, terbanyak di Jawa Timur yaitu 981 unit. (Sumber : di sini)

61151630

-Pabrik  Gula (PG) Zaman Hindia Belanda-

Potensi Wisata Sejarah Pabrik Gula

Mengingat begitu banyaknya nilai sejarah yang terkandung dalam pendirian dan perjalanan pabrik gula di Surabaya, maka PTPN X (Persero), terinspirasi untuk melestarikan dan mengenalkan sejarah tersebut kepada khalayak secara luas.  PTPN X (Persero) memiliki sebelas pabrik gula (PG) yang kesemuanya memiliki nilai historis. Sayang sekali jika keberadaan PG ini tidak diketahui oleh generasi penerus bangsa dan keturunannya kelak. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa PG ini akan menjadi situs sejarah yang memiliki nilai luhur dan bersifat mendunia. Sehingga Indonesia akan memiliki situs sejarah baru yang berbeda dari yang sudah ada dan tidak dimiliki oleh negara lain, yaitu Situs Sejarah Pabrik Goela. Kesebelas PG itu adalah : Watoetoelis, Toelangan, Krembong yang terletak di Sidoarjo, Gempolkrep berada di Mojokerto, Djombang Baru, Tjoekir berada di Jombang, Lestari berada di Nganjuk, Meritjan, Pesantren Baru, Ngadirejo berada di Kediri dan Modjopanggoong di Tulungagung.

IMGP1045

– PG Pesantren Baroe-

Nilai Ekonomi dan Eksplorasi dari Wisata Sejarah PG

Di samping memberikan sajian situs sejarah yang unik, potensi yang bisa digali dari wisata sejarah pabrik gula ini adalah nilai ekonomi. Dampak nilai ekonomi ini akan selalu ada dalam pengembangan sebuah wilayah yang berbasis wisata. Adapun potensi yang bisa ditambahkan selain dari bangunan pabrik yang telah ada, adalah : mendirikan kedai makan yang menyediakan masakan khas daerah setempat.  Arena pemancingan ikan atau tambak, jika masih terdapat lahan kosong yang cukup luas bisa juga dibuat ranch untuk berkuda yang nantinya disewakan oleh wisatawan. Di samping perkebunan tebu, areal di sekitar pabrik gula dapat juga ditanami bermacam-macam jenis sayuran dan palawija, seperti kedelai, kacang-kacangan dan jagung. Membuka lahan perkebunan sayur mayur semacam ini memiliki multi fungsi, di antaranya yaitu memberdayakan petani sekitar lahan pabrik dan  menambah  nilai  ekonomi buat mereka. Para petani sayur tersebut bisa menjual hasil kebunnya sedangkan lahan yang diberdayakannya bermanfaat pula bagi wisatawan yang berkunjung. Jadi selain perkebunan tebu wisatawan diajak juga melihat-lihat kebun sayur.

Tidak hanya itu, arena edukasi  untuk pelajar dan ragam komunitas juga harus disediakan. Karena selain menarik wisatawan asing, pelajar dan wisatawan lokalpun mendapat tempat yang utama.  Justru pengembangan wisata sejarah pabrik gula ini harus berawal dari wisatawan lokal.  Lahan untuk perkemahan, danau buatan dan kolam renang bisa dijadikan alternatif untuk kebutuhan tersebut. Yang tak kalah penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak adalah fasilitas umum, seperti toilet dan mushola.

Di samping kegiatan yang berada di luar, kegiatan di dalam juga harus tersedia, seperti pagelaran musik dan tari tradisional atau pementasan drama lokal. Mungkin bagi wisatawan lokal hal ini sudah biasa tapi tidak bagi wisatawan asing. Hal positif yang didapat oleh penduduk lokal adalah bahwa mereka akan lebih kreatif dan semangat dalam menggali seni budayanya sendiri karena tersedianya sarana untuk berekspresi dalam menuangkan bakat seninya. Semua ini akan menjadi suguhan yang menarik bagi wisatawan baik asing maupun lokal untuk melepas lelah setelah mereka  berkeliling pabrik dan perkebunan,  Ada satu hal yang tak boleh juga dilupakan di tempat wisata, yaitu tersedianya  toko oleh-oleh berupa makanan kering  dan souvenir atau cinderamata. Cinderamata yang dijual sedapat mungkin mencerminkan ciri khas daerah setempat di mana terdapat  logo tempat wisata sejarah pabrik gula. Karena hal ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berpromosi.

Pada masa kini, kecanggihan teknologi merupakan tempat yang paling banyak dimanfaatkan  untuk mempromosikan produk.  Demikian halnya dengan wisata sejarah PG ini. Promosi atau memperkenalkan produk pariwisata bisa dilakukan dengan menggunakan jaringan internet. Berbagai macam sarana di internet seperti jejaring sosial facebook dan twitter biasanya yang paling banyak dijadikan tempat untuk berpromosi. Pembuatan website dan blog yang khusus memperkenalkan dan menawarkan berbagai macam produk pariwisata sejarah inipun dengan mudah bisa dilakukan. Sepengetahuan penulis, banyak tempat wisata yang tidak terkenal menjadi sangat terkenal karena telah  hadir di jaringan internet.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah bekerja sama dengan dinas pariwisata daerah. Menggandeng kedinasan akan memudahkan cara dalam berpromosi. Bahkan unsur kedinasan ini tidak segan membantu dalam mempromosikan wisata sejarah yang ada di wilayah jangkauan mereka. Dampak yang timbul akan membawa nilai tambah bagi wilayahnya, terutama dari segi pemasukan kas daerah. Mengadakan berbagai macam event seperti lomba jalan sehat atau bersepeda adalah kegiatan yang dapat menambah terkenalnya wisata sejarah pabrik gula ini. Karena informasi dari mulut ke mulut adalah cara yang efektif pula untuk memperkenalkan sebuah tempat wisata. Media lokal seperti stasiun radio dan televisi bisa juga menjadi pilihan untuk mengenalkan wisata sejarah. Dan yang tak kalah penting dengan biaya yang cukup murah  yaitu menyebarkan brosur-brosur ke perusahaan negri maupun swasta atau sekolah-sekolah di sekitar tempat pabrik gula berada.

2 thoughts on “Wisata Sejarah ke Pabrik Gula, mengapa tidak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s