Eksotika Pulau Tidung : Keindahan Yang Tersembunyi…

SEKILAS TENTANG PULAU TIDUNG

Pulau Tidung merupakan pulau terbesar dalam gugusan pulau-pulau yang berada di kepulauan Seribu. Pulau dengan luas 109 Ha dan berpenduduk kurang lebih 4.000 jiwa ini telah menjadi Pusat Kecamatan yang membawahi tiga kelurahan. Ada beberapa versi tentang penamaan dari Pulau Tidung ini. Salah satunya adalah, bahwa nama Pulau Tidung ini diberikan oleh Seorang Raja yang berasal dari Kalimantan Timur. Nama yang diberikan oleh Raja Pandita ini mengambil nama dari sebuah suku tempatnya berasal.

Penduduk di Pulau Tidung ini terdiri dari dua suku keturunan, yaitu suku Tidung yang berasal dari Kalimantan dan suku Tidung yang berasal dari Banten. Suku Tidung dari Kalimantan dibawa oleh Raja Pandita, sedangkan suku Tidung dari Banten dibawa oleh Ki Turuf yang memiliki gelar Panglima Hitam. Ada juga yang mengatakan bahwa Ki Turuf ini berasal dari daratan Malaysia. Kedua bangsawan inilah yang menjadi penghuni pertama di Pulau Tidung sampai akhir hayatnya. Makam kedua bangsawan ini bisa kita ziarahi di Pulau Tidung. Perpaduan budaya lintas negri ini melahirkan keunikan tersendiri bagi keturunannya. Keunikan yang nampak terlihat jelas adalah dari dialek yang mereka gunakan sehari-hari.lumba

Dalam perkembangannya, masyarakat yang mendiami Pulau Tidung saat ini terdiri dari beberapa etnis, di antaranya adalah : Etnis Mandar Kalimantan, Etnis Betawi, Etnis Bugis, Etnis Banten dan Etnis Madura. Sekalipun mereka berbeda budaya namun tidak mengurangi rasa persaudaraan. Masyarakatnya ramah dan hangat. Hal ini dikarenakan mereka berasal dari karakter yang sama, yaitu jiwa nelayan. Kesamaan jiwa inilah yang menyatukan mereka sehingga mereka bisa hidup berdampingan dan mandiri. Dalam arti mereka bisa hidup survive hanya dengan mengandalkan hasil laut. Mereka sadar bahwa pulau yang mereka diami ini merupakan pulau terpencil.

LETAK GEOGRAFIS PULAU TIDUNG

Pulau Tidung terhampar membujur dari Barat ke Timur dan terbagi menjadi dua bagian. Lokasi tepatnya berada di teluk Jakarta. Kedua bagian pulau ini bernama Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Pulau yang pertama kali dihuni adalah Pulau Tidung Kecil. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa bekas pondasi rumah. Sedangkan Pulau Tidung Besar dijadikan sebagai lahan pertanian atau perkebunan. Berkembangnya jumlah penduduk di Pulau Tidung Kecil memaksa mereka memperluas wilayah tinggalnya. Pada tahun 1971 dibangun dermaga yang menghubungkan ke dua pulau tersebut. Selain pembuatan dermaga dibuat pula tempat keluar yang berada di ujung Timur pulau. Sejak itulah penduduk mulai pindah ke Pulau Tidung Besar  dan menjadikannya pulau huni sekaligus berkebun.

Pembangunan di Pulau Tidung mulai dilakukan pada tahun 1984. Pembangunan yang dilakukan adalah mendirikan sebuah masjid dan pasokan listrik  dengan menggunakan tenaga diesel atau PLTD. Jadi hanya pada waktu malam saja kebutuhan listrik ini bisa terpenuhi. Baru pada tahun 2006 Pulau Tidung mendapat pasokan listrik yang bisa dipergunakan 24 jam.

POTENSI YANG ADA DI PULAU TIDUNG

Pulau yang masih alami dengan pantai yang tergolong aman, menjadikan Pulau Tidung  sebagai alterntif baru  tempat tujuan wisata bahari. Terutama masyarakat Jakarta. Karena tempatnya yang bisa dikatakan  dekat dengan Jakarta. Sebelumnya wisata bahari yang ada di teluk Jakarta adalah Pantai Marina-di Taman Impian Jaya Ancol. Meskipun Pulau Tidung masih tergolong asli, namun keindahan alam lautnya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dalam dua tahun ini popularitas Pulau Tidung menanjak tajam. Hal itu terbukti dengan peningkatan wisatawan yang terus datang setiap tahunnya. Promosi yang besar-besaran dilakukan lewat jaringan internet. Meningkatnya kunjungan wisatawan yang datang ke Pulau Tidung, mengakibatkan perubahan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Mereka bukan hanya menyediakan berbagai macam fasilitas tetapi juga menjadi agen pariwisata.

TRANSPORTASI KE PULAU TIDUNG

Pulau Tidung dapat dicapai melalui perjalanan laut dengan kapal motor tradisional yang berangkat dari Pelabuhan Muara Angke, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Barat. Atau dengan kapal motor cepat (speedboat) dari dermaga kapal Marina Ancol yang berada di dalam komplek Taman Impian Jaya Ancol. Lama perjalanan laut dengan kapal motor tradisional adalah 3 jam sedangkan dengan kapal motor cepat hanya 1,5 jam.

Sepanjang perjalanan, mata akan dimanjakan dengan pemandangan laut yang membiru dan debur ombak. Setelah satu jam perjalanan mata juga akan tertumpu pada dua daratan mungil yang terapung di atas birunya samudra. Keduanya terpisah dengan jembatan kayu yang sangat cantik. Setelah perjalanan yang menyihir mata, kapal akan berlabuh di Pelabuhan Betok yang terletak di sebelah Timur Pulau Tidung Besar.

Pelabuhan ini merupakan pelabuhan inti, tempat kapal-kapal bersandar dan juga sebagai tempat hilir mudik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tidung. Pelabuhan Betok juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk memancing. Bila ada wisatawan yang ingin pergi memancing ke tengah laut, tersedia juga jasa ojek kapal motor tradisional.

EKSOTIKA DI PULAU TIDUNG

Jembatan Cinta di Pulau Tidung Besar

jembatan cinta

Untuk menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Kecil, telah dibangun sebuah jembatan dari kayu yang panjangnya sekitar satu kilo meter. Para wisatawan menamai jembatan ini dengan nama “Jembatan Cinta”. Tidak di dapat informasi yang menjelaskan kenapa dinamai dengan nama tersebut. Jembatan yang dibuat melengkung  setinggi lima meter ini merupakan gerbang sebelum memasuki jembatan kayu. Panorama yang dihadirkan oleh jembatan ini adalah : dapat melihat sunrise dan sunset. Selain itu anak-anak dari masyarakat setempat biasanya menyajikan atraksi dengan meloncat dari atas jembatan ke laut. Atraksi ini juga bisa menjadi hiburan bagi wisatawan yang datang. Dan tidak menutup kemungkinan wisatawan itu ikut mencoba loncat ke laut. Hal ini mendatangkan kesenangan yang tak terlupakan. Itulah sebabnya jembatan ini menjadi tempat favorit bagi wisatawan. Pantai yang berada di awal jembatan ini bernama Pantai Tanjongan Timur. Pantai ini tergolong aman karena tidak berombak besar. Gugusan karang yang mengelilingi pantai mampu menahan ombak yang datang dari laut lepas. Pulau Tidung ini dikelilingi pantai  dangkal yang bergradasi putih karena ditumbuhi karang yang nampak jelas terlihat.

Sambil menyeberang ke Pulau Tidung Kecil,  pemandangan alam bawah laut menyajikan hiasan yang tiada tara. Terumbu karang dan berbagai jenis ikan memamerkan tarian yang bisa dilihat jelas dari atas jembatan. Keindahan alam bawah laut akan lebih terasa saat snorkling. Berbagai macam bentuk terumbu karang menghiasi pantai Tidung ditambah lagi dengan beragam jenis ikan. Seluruhnya menyajikan pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan. Wisatawan akan dibuat seperti berenang di dalam akuarium raksasa.

snorkling

Pantai Tanjung Barat 

Pantai ini terletak di ujung Pulau Tidung Besar sebelah barat. Pantai ini tergolong pantai yang jarang dikunjungi oleh wisatawan. Keadaan di pantai ini cenderung sepi padahal pasir putih dan lembut yang terdapat di pantai ini bisa menggelitik telapak kaki. Selain di jembatan cinta, sunset dan sunrise juga bisa disaksikan dari pantai ini. Kebanyakan wisatawan yang datang ke pantai ini untuk snorkling dan memancing.

Wisata Tanaman

Selepas menyeberangi jembatan yang berjarak kurang lebih satu kilo meter, sampailah di Pulau Tidung Kecil. Pulau ini tidak berpenghuni sehingga pulau ini jauh dari kebisingan. Pulau ini sangat alami dan dijadikan sebagai tempat pengembang biakan mangrove. Selain itu pulau ini juga banyak ditumbuhi pohon kelapa yang berjejer rapi di sekeliling pulau.  Pulau ini bisa ditelusui dengan bersepeda karena telah tersedia jalur sepeda yang di kiri dan kanannya ditumbuhi ilalang. Sungguh suatu panorama yang fantastis, karena selain bisa menikmati hamparan laut wisatawan juga bisa memandang hamparan padang ilalang. Di Pulau Tidung Kecil ini akan dikembangkan agrowisata dengan menanam pohon bakau dan buah naga. Karena kedua tanaman ini telah diteliti dapat tumbuh di pulau ini. Saat ini jenis tanaman yang bisa dijadikan sumber ekonomi adalah kelapa dan sukun. Dengan demikian jika proyek agrowisata ini sudah berjalan maka akan menambah khasanah tanaman yang ada di sana.

Wisata Sejarah

Di Pulau Tidung Kecil ini terdapat makam Panglima Hitam dan di Pulau Tidung Besar terdapat makam Raja Pandita. Kedua makam ini akan dijadikan sebagai objek wisata sejarah. Dengan begitu setiap wisatawan yang datang tidak hanya disajikan dengan pemandangan laut semata. Bertambahnya fasilitas  di Pulau Tidung,  akan mempengaruhi daya tarik bagi wisatawan.  Wisatawan juga akan mendapatkan pengetahuan tentang asal muasal Pulau Tidung. Semua konsep wisata seperti itu harus terus diperbaharui demi kelanjutan dan keunikan dari Pulau Tidung. Sebagaimana sudah dipaparkan di atas, bahwa ternyata penduduk asli Pulau Tidung bukan berasal dari suku Betawi. Tidak seperti yang diperkirakan oleh kebayakan orang. Sekalipun Pulau Tidung terletak di Teluk Jakarta dan dekat dengan Jakarta.

DAMPAK EKONOMI DI PULAU TIDUNG

Sejak Pulau Tidung ramai dikunjungi wisatawan, hal tersebut berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat setempat yang kini banyak menyediakan homestay. Dengan kata lain kesejahteraan masyarakat Pulau Tidung juga jadi terangkat. Homestay yang disediakan oleh masyarakat Pulau Tidung memang tidak menyuguhkan kemewahan yang berlebih. Dibuat sedemikian rupa untuk mempertahankan  nilai estetika dan keaslian dari Pulau Tidung. Karena wisata Pulau Tidung memiliki konsep berbasis masyarakat. Artinya pemanfaatan dari fasilitas yang ada hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri.  Bukan hanya homestay saja yang bisa menambah pendapatan, penyewaan sepeda dan alat snorkling juga bisa dijadikan sumber pendapatan. Sejauh ini belum ada investor yang menanamkan modalnya secara besar-besaran di sana.  Semua masih dikelola oleh masyarakat sekitar.

DAMPAK SOSIAL DI PULAU TIDUNG

Dampak sosial yang timbul di Pulau Tidung adalah bahwa masyarakat setempat tidak bisa menikmati hasil laut yang merupakan mata pencaharian mereka. Hasil laut yang didapat lebih banyak dinikmati oleh wisatawan sebagai bagian dari kebutuhan pangan. Biasanya dimasukkan  dalam paket homestay atau sudah dipesan oleh pengelola rumah makan. Sedangkan untuk kebutuhan masyarakatnya sendiri hanya bisa makan dengan lauk pengganti.  Dari sebagian penduduk masih banyak dari mereka yang tidak bisa membeli ikan segar, karena harganya yang mahal. Para nelayan lebih senang menjual hasilnya kepada rumah makan karena nilai jual yang tinggi. Dampak yang lain adalah fasilitas umum yang ada  kurang memadai, seperti toilet dan saluran air. Kebutuhan akan air bersih juga tidak mencukupi. Biasanya masyarakat mengambil air pada saat hujan. Mereka menampung air hujan untuk kebutuhan minum dan memasak.

DAMPAK LINGKUNGAN

Semakin bertambahnya populasi pada suatu wilayah atau pulau maka dampak yang ditimbulkan akan beragam. Demikian pula halnya dengan Pulau Tidung. Pantai yang indah dengan hamparan pasir putih nampak kotor dengan adanya sampah yang berserakan di bibir pantai. Sampah ini adalah akibat kurang disiplinnya wisatawan dalam menjaga kebersihan. Selain itu sampah  juga berasal dari arus teluk Jakarta yang terbawa arus ombak. Kulit kelapa, batok kelapa dan ranting kayu berceceran di mana-mana.  Sebagaimana diketahui keberadaan sampah akan menimbulkan masalah besar. Dengan kata lain Pemerintah Daerah belum bisa mengantisipasi hal ini secara maksimal.

POTENSI DI MASA MENDATANG

  • Perlu adanya pemberdayaan bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi secara merata, misalnya dengan mengolah sampah agar memiliki nilai jual.
  • Menambah sarana dan prasarana umum, selain untuk kepentingan wisatawan juga untuk kepentingan masyarakat setempat.
  • Menambah petugas kebersihan yang melibatkan penduduk sekitar, yaitu dengan merekrutnya menjadi Pegawai Negri Sipil.
  • Segera menambah fasilitas wisata terutama di Pulau Tidung Kecil.
  • Pengembangan kesenian, seperti tari dan musik tradisional.

Facebook : http://www.facebook.com/profile.php?id=100004030373936

5 thoughts on “Eksotika Pulau Tidung : Keindahan Yang Tersembunyi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s