PABRIK GULA MEMACU RODA EKONOMI DAERAH

IMGP1045

Mendengar kata pabrik, yang terlintas dalam kepala kita adalah sebuah bangunan yang cukup luas di mana  di dalamnya terdapat mesin-mesin produksi serta manusia sebagai pekerjanya. Memang seperti itulah definisi pabrik menurut situs http://pustakaserpong.blogspot.com/2008/5/pengertin-dan-definisi-pabrik-industri.html. Berdirinya sebuah pabrik dalam satu wilayah pasti akan ada dampak positif dan negatif yang ditimbulkannya.  Itulah sebabnya pendirian sebuah pabrik harus diperhitungkan secara matang. Jika hal ini diabaikan maka akan terjadi perselisihan antara pengusaha dan masyarakat sekitar di mana pabrik itu berdiri. Sekalipun masayarakat merasakan dampak positifnya, akan tetapi tidak dapat dipungkiri dampak negatifnyapun dirasakan juga.

Dampak positif yang sangat terlihat jelas adalah adanya pergerakan ekonomi, baik skala kecil mupun dalam skala besar. Dalam skala kecil bisa dirasakan pada masyarakat yang ikut berinteraksi secara langsung dengan pabrik tersebut, sebut saja pegawai pabrik. Kebutuhan karyawan pabrik gula bisa mencapai di atas sepuluh ribu karyawan untuk satu pabrik. Sedangkan skala besarnya adalah  adanya pendapatan daerah, di mana pabrik itu berada, misalnya berupa pajak-pajak penjualan dari industri/jasa yang dihasilkan oleh pabrik gula tersebut.

Dalam halnya Pabrik Gula (PG), banyak sekali masyarakat yang bisa terlibat di dalamnya. Bahkan sudah terbayang akan terjadi pergerakan roda ekonomi yang signifikan. Bayangkan saja, berapa banyak tenaga kerja yang akan terserap dengan keberadaan pabrik gula ini. Belum lagi tenaga kerja non riil seperti para pedagang yang ada di sekitar pabrik tersebut.

Ada beberapa aspek  yang bisa dijabarkan dengan keberadaan Pabrik Gula ini, di antaranya adalah :

1)                  Tersedianya Lapangan Kerja,

 2664813p

 

Dampak positif atas kehadiran pabrik gula adalah mengurangi penganguran masyarakat desa, menciptakan lapangan kerja baru, adanya sarana komunikasi dan  peningkatan pendapatan masyarakat, sedangkan dampak negatif yang dirasakan merugikan masyarakat di antaranya adalah lahan pertanian menjadi sempit dan pencemaran lingkungan dari aktivitas pabrik.

Usaha tani tebu bagaimanapun telah menjadi salah satu sumber penghasilan penting bagi para petani. Usaha tani tebu sebagai penyerap tenaga kerja, mampu memberikan lapangan pekerjaan hampir satu juta jiwa penduduk Indonesia. Pada dasarnya tujuan setiap petani dalam berusaha tani adalah untuk mendapatkan pendapatan bersih sebesar mungkin dengan resiko kegagalan sekecil mungkin. Dengan hasil usahanya mereka berharap dapat meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya.

Dalam usaha tani tebu rakyat, besarnya pendapatan tersebut sangat penting sebab akan menentukan perkembangan industri gula nasional yang ditopang dari hasil tebu rakyat. Dengan kata lain usaha tani tebu ini sangat berharap pada pabrik gula untuk membeli tebu yang mereka tanam. Pada masa musim panen tebu banyak sekali tenaga kerja lepas atau harian yang ikut berkecimpung di lahan perkebunan tebu sebagai tenaga tebang. Hal ini dikarenakan tebu yang siap panen memiliki areal yang sangat luas.

Penyerapan tenaga kerja yang terbesar diperlukan juga pada saat  musim giling. Beberapa tenaga yang dibutuhkan pada musim giling ini adalah :

  • Supir Truk
  • Tenaga Produksi
  • Tenaga Pembantu Produksi

Masyarakat sekitar juga bisa ikut menikmati roda ekonomi yang timbul di sekitar pabrik gula dengan menjual aneka makanan dan minuman serta kebutuhan lainnya. Karena pada masa musim giling ini banyak sekali orang yang bekerja sehingga mereka membutuhkan makan dan minum. Momen seperti ini bisa dimanfaatkan untuk mencari penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar.

Adapun di luar musim giling  pabrik tidak semena-mena berhenti beroperasi. Beberapa kegiatan yang dilakukan di luar musim giling adalah dengan memelihara mesin-mesin pabrik yang habis dipakai untuk menggiling tebu. Penyerapan tenaga kerja untuk pemeliharaan mesin-mesin dan perbaikan sarana prasarana pabrik dilakukan oleh masyarakat sekitar.  Potensi ini memicu timbulnya perubahan ekonomi pada masyarakat.

2)         Terjadinya permintaan barang dan jasa

Pada musim giling maupun di luar musim giling, kebutuhan terhadap barang/bahan dan jasa di pabrik gula cukup tinggi. Baik itu berupa bahan dan barang kebutuhan kebun, seperti golok, arit, parang, cangkul dan sebagainya juga  barang teknik (mesin – mesin pabrik dan perlengkapannya). Selain itu bahan pengolah dan pembantu pengolah gula, kebutuhan  kantor seperti alat-alat tulis  maupun barang dan jasa untuk perawatan gedung dan bangunan. Hal ini menciptakan peluang bagi pemasok – pemasok barang di sekitar wilayah PG untuk bisa memasok kebutuhan PG yang berarti juga meningkatnya peluang mereka untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

3)         Terciptanya  sewa lahan pertanian

Untitled

Tebu adalah  bahan baku utama dalam memproduksi gula. Oleh sebab itu membutuhkan lahan yang sangat luas. Dalam hukum ekonomi, kita mengenal adanya supply and demand. Demikian pula dengan kebutuhan lahan tebu ini. Pabrik gula sangat membutuhkan bahan baku tebu dari petani, akhirnya terciptalah sewa lahan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku tebu untuk memproduksi gula, pabrik gula masih membudidayakan sendiri tanaman tebu, meskipun dalam skala yang cukup kecil. Kegiatan budidaya tebu ini membutuhkan lahan pertanian. Berhubung sebagian besar pabrik gula tidak memiliki lahan untuk budidaya tebu, maka pabrik gula menyewa lahan untuk kebutuhan budidaya ini dari warga sekitar

Kegiatan sewa menyewa ini menciptakan pendapatan yang cukup menguntungkan bagi warga sekitar, karena kadang – kadang lahan yang disewakan adalah lahan tidur atau tidak produktif, sehingga tanah milik warga yang semula tidak menghasilkan pendapatan,  disewa oleh PG untuk budidaya tebu bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga sekitar. Dari sewa menyewa lahan ini, pemilik lahan juga mendapatkan  kemudahan menanam. Hal ini dikarenakan, petani hanya tinggal meneruskan budidaya tebu yang sebelumnya sudah dilakukan oleh pabrik gula. Dengan demikian proses ini bisa mendongkrak ekonomi di masyarakat sekitar.

4)         Terjalinya kemitraan bagi masyarakat pengusaha

 

Pabrik Gula PTPN  X memiliki program kemitraan yang bernama PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan) yang memiliki sasaran sebagai berikut  :

Program Kemitraan

  • Mendukung kegiatan utama (core business) PTPN X
  • Kemudahan dalam mendapatkan modal usaha bagi calon mitra binaan
  • Mendapatkan calon mitra binaan yang terseleksi
  • Penyebaran pertumbuhan UKM

Program Bina Lingkungan

  • Diberikan dalam bentuk fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat.
  • Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis masyarakat yang dihubungkan  dengan fasilitas Program Kemitraan.

Dengan program PKBL ini pabrik gula telah menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat pengusaha yang memerlukan modal  usaha. Setiap pencapaian usaha pastinya akan menambah nilai ekonomi, apalagi jika ditambah dengan pelatihan-peatihan dan bimbingan usaha.

5)         Penerimaan dalam bidang pajak

Berdirinya sebuah pabrik gula di suatu daerah secara otomatis akan menimbulkan nilai pajak yang akan menjadikan pemasukan kas daerah tersebut. Oleh sebab itu perijinan untuk pendirian pabrik gula tidak terlalu dipersulit. Biasanya tiap daerah sangat mendukung  dengan pendirian pabrik gula ini, karena dapat menambah kemajuan dalam bidang ekonomi. Penerimaan pajak dari pabrik gula tergolong tinggi hal itu disebabkan  gula merupakan salah satu komoditi yang penting.

7 thoughts on “PABRIK GULA MEMACU RODA EKONOMI DAERAH

  1. Ping-balik: PENDIDIKAN DAN KEWARGANEGARAAN – GEOPOLITIK INDONESIA DAN STUDI KASUSNYA YANG RELEVAN | My Blog - Viani Silv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s