GERAKAN SADAR CILIWUNG

sungai bersih

Air Sungai bisa untuk bercermin (Sumber photo dari laman ini)

Gambar di atas bukanlah Sungai Ciliwung yang mengalir di Ibu Kota Jakarta. Sepintas memang mirip, saya saja sempat terkejut ketika  melihat picture di atas, rasanya sudah tidak asing lagi bagi saya.  Sang photographer tidak menginformasikan lokasi pemotretan. Jadilah saya membayangkan kalau sungai itu adalah Sungai Ciliwung. Akan tetapi saya tidak akan mempermasalahkan di mana picture itu diambil, yang akan saya bahas di sini adalah bisakah Sungai Ciliwung  seperti itu ?  Jawabannya BISA. Dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang persungaian di mana ada air yang mengalir di atasnya, beserta kehidupan manusianya. Selain itu saya juga akan memaparkan beberapa alasan mengapa saya berkeyakinan  jika Sungai Ciliwung bisa seperti gambar di atas.

Semburat air di Sungai Ciliwung

 Air merupakan unsur vital bagi kehidupan mahluk hidup. Sebagai konsekuensinya, perubahan kualitas air akan perbuatan manusia akan merubah kehidupan manusia itu sendiri Ketergantungan manusia terrhadap air menuntut manusia untuk mempertahankan kualitas air tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung melalui rantai makanan. Salah satu sumber kehidupan yang nyata bagi manusia adalah perairan, karena sumber daya alam ini mempunyai beragam manfaat bagi manusia. Perairan dapat berfungsi sebagai sarana transportasi, bahan baku untuk air minum dan segala keperluan sehari-hari.  Dan yang tidak kalah pentingnya adalah sumber kehidupan biota yang berada di dalamnya yang juga akan menjaga kelangsungan kehidupan manusia.

Sungai adalah saluran air di permukaan bumi yang terbentuk secara alamiah dan mengalir ke laut. Asal air sungai adalah dari air hujan jika letak sungai tersbut berada di daerah  tropis, dan bisa pula berasal dari es yang mencair di gunung atau pegunungan jika sungai itu ada di daerah yang memiliki empat musim. Oleh karena itu, debit air sungai bisa sangat dipengaruhi oleh musim. Bagi kita di Indonesia yang berada di daerah tropis, debit air sungai akan tinggi bila musim hujan dan rendah di musim kemarau.

 Sungai Ciliwung Gudang Aktifitas

Tak dapat dipungkiri lagi jika keberadaan air Sungai Ciliwung sangat membantu kehidupan bagi masyarakat yang berada di sekitar sungai.  Namun sangat disayangkan hal ini tidak disadari oleh masyarakat, bahwa sebenarnya kehidupannya tidak bisa dipisahkan oleh air Sungai Ciliwung. Hal itu dapat terlihat dari perilaku masyarakat sekitar yang tidak menjaga kelestarian air Sungai Ciliwung.  Berikut ini saya akan memaparkan beberapa kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat dengan air Sungai Ciliwung dari masa ke masa.

  •   Sumber Air Minum

Hingga akhir abad 19 dan awal abad 20, tidak hanya penduduk asli saja yang menggunakan air Sungai Ciliwung untuk air minum, tapi juga orang-orang Belanda yang menetap di Jakarta, dulu masih bernama Batavia. Air sungai lazimnya ditampung terlebih dahulu di sebuah kolam yang dilengkapi dengan sejumlah pancuran. Penduduk dan para penjual air mengambil air dari pancuran yang terdapat di berbagai tempat. Pancuran yang terbanyak di wilayah Jakarta Selatan yang sekarang ini kita mengenalnya dengan daerah Pancoran. Warga Jakarta tempo doeloe lebih memilih minum air sungai, baik dengan mengambilnya sendiri atau membeli dari penjual air yang menjajakan air sungai dengan gerobak.

COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Gezicht_over_de_rivier_Ciliwung_in_Batavia_met_bananenbomen_op_de_oever_TMnr_10027197

Dulu, masyarakat Batavia, gol.elite dan meneer Belanda mengkonsumsi air untuk minum dari sini

Saat itu, air Sungai Ciliwung masih sangat jernih dan belum terkontaminasi. Rasanya memang lebih sejuk dan segar dibanding dengan air sumur. Air Sungai Ciliwung biasanya diminum begitu saja, tanpa proses penyaringan terlebih dahulu. Pada abad ke-18 dan dasa warsa pertama abad ke-19, penyakit disentri, typhus, bahkan juga kolera menjangkiti masyarakat yang mengkonsumsi air Sungai Ciliwung. Ini terjadi karena air Sungai Ciliwung yang sudah terkontaminasi. Kendati demikian, orang-orang Belanda dan para elite Jakarta waktu itu, lebih memilih minum air yang diambil dari sungai. Kondisi air Sungai Ciliwung terus menerus mengalami perubahan dalam segi kualitas, namun masyarakat dan golongan elite tetap memanfaatkan air Sungai Ciliwung untuk minum, tapi sudah melalui proses penyaringan sederhana. Caranya, air yang diambil dari sungai diendapkan terlebih dahulu di dalam tempayan, dan disaring melalui celah-celah batu karang.

  •  Transportasi

Pernah mendengar daerah Kalibata ? Bagi sebagian besar warga yang tinggal di Jakarta tentulah tahu. Pastinya yang terbayang adalah Taman Makam Pahlawan atau pabrik sepatu Bata. Ternyata asal muasal daerah Kalibata adalah, konon pengusaha batu bata menggunakan transportasi Sungai Ciliwung untuk mengangkut batu bata buatannya. Bukan itu saja, para meneer Belanda juga banyak yang menggunakan Sungai Ciliwung sebagai alat transportasi. Karena memang pada waktu itu jalan-jalan di Batavia masih sedikit yang beraspal.

ciliwung-2

Sungai Ciliwung digunakan untuk mengakut batu bata

 

ciliwung-1

Para meneer Belanda menggunakan Sungai Ciliwung untuk menyeberang

 

  •  Mencuci dan mandi

Kegiatan mencuci dan mandi, bukan pada saat ini saja dilakukan, bahkan sudah sejak dulu kegiatan ini sudah dilakukan. Masyarakat sekitar melakukannya di atas bambu yang sudah dibuat sedemikian rupa, orang menyebutnya dengan gethek.

COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Mensen_wassen_en_leven_rond_de_rivier_vol_bamboevlotten_bij_Meester_Cornelis_in_de_residentie_Batavia_Java_TMnr_10007603

Masyarakat tempoe doeloe memanfaatkan air Sungai Ciliwung untuk mencuci

Ternyata air yang menjadi penghuni Sungai Ciliwung sangat berjasa dalam kehidupan masyarakat sekitar. Bukan pada masa dahulu saja, bahkan sampai sekarang. Namun semua kehidupan itu harus terhenti manakala air berlimpah ruah di Sungai Ciliwung tersebut. Melimpah ruahnya air bukan tanpa sebab, bukan karena hujan yang terus menerus. Akan tetapi salah satu penyebabnya adalah karena perilaku yang buruk. Menjadikankan badan sungai sebagai tempat pembuangan sampah adalah perilaku buruk yang dapat mengakibatkan banjir. Bukan hanya itu saja, banjir yang kerap kali menyambangi Jakarta bukan disebabkan oleh hujan, tapi karena air tidak memiliki tempat lagi. Sungai yang seharusnya ditempati oleh air sudah lebih dulu ditempati oleh sampah. Sungai yang notabene sebagai sumber air akhirnya sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi bahkan sebaliknya membawa musibah.

Kembali pada gambar di atas sekaligus menjawab rasa optimis saya bahwa Sungai Ciliwung bisa seperti itu akan saya bedah berikut ini dalam porsi 3T  :

  1. Tidak membuang sampah di badan sungai
  2. Tidak membuang limbah di badan sungai, baik itu limbah pribadi atau usaha
  3. Tidak mendirikan bangunan dalam bentuk apapun di pinggir sungai

Peribahasa yang mengatakan ‘siapa yang menabur dia yang akan menuai’ termyata terbukti. Masyarakat dengan perilaku buruknya telah menerima dampak perbuatannya sendiri.  Dengan demikian air sebagai sumber kehidupan hanya tinggal slogan saja.  Bilakah semua itu akan kembali seperti sedia kala ? Semuanya bisa saja, asalkan masyarakat menyadari  bahwa ada kehidupan di sungai yang mereka butuhkan.  Mari kita tinggalkan sungai yang seperti gambar di bawah ini.  Mulai saat ini kita harus berani mengatakan TIDAK  dengan perilaku buruk. Tanpa disadari perilaku buruk  kita bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Bahkan berakibat pada hilangnya nyawa, baik itu nyawa kita, keluarga, tetangga dan  orang lain. Semoga semua bisa merubah perilaku buruk ini dengan yang lebih baik. Di mana ada air di situlah  ada kehidupan….

sungai kotor

Semoga sungai ini bisa cepat berubah menjadi indah dan bersih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s