MENGEDUKASI MASYARAKAT TENTANG PERUBAHAN IKLIM

Prolog

Sejak  peristiwa tsunami yang mengguncang Aceh, delapan tahun yang lalu kita merasakan perubahan iklim yang sangat ekstrem. Entah itu merupakan dampak lanjutan dari fenomena alam tersebut atau bukan, yang pasti beberapa masyarakat di Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara adalah wilayah yang  merasakan dampak paling besar atas fenomena alam tersebut. Dan dalam kurun waktu itu jugalah masyarakat Indonesia merasakan beberapa kali cuaca yang dianggap ekstrem seperti : kecepatan angin yang luar biasa, hujan yang tiba-tiba turun tanpa adanya mendung, panas yang berkepanjangan dan masih banyak  lagi. Kebanyakan masyarakat tidak menyadari bahwa fenomena alam itu terjadi karena ada kesalahan dari perilaku mereka sendiri. Mereka baru menyadarinya setelah kejadian itu menimpa mereka atau kerabat mereka. Tidak sedikit dari bencana alam yang kerap terjadi di wilayah Indonesia memakan korban jiwa. Bahkan dapat dikatakan sangat besar kerugian yang diderita, baik berupa materi dan jiwa. Oleh sebab itu, tulisan ini saya dedikasikan untuk mengingatkan kembali dan mengkampanyekan kecintaan kita pada bumi. Saya dan Anda adalah warga bumi yang berkewajiban sama, yaitu harus bisa menjaga bumi dengan sebaik-baiknya.

Pengertian Perubahan Iklim

Perubahan iklim berarti perubahan yang signifikan pada iklim, seperti suhu udara atau curah hujan, selama kurun waktu 50 tahun atau lebih.  Secara berangsur-angsur iklim akan berubah, hal ini juga akan memicu pada perubahan  suhu udara, curah hujan dan jumlah hari matahari bersinarpun akan berubah. Iklim atau cuaca memiliki konotasi yang sedikit berbeda. Cuaca adalah kondisi yang terjadi pada lapisan atmosfer pada setiap waktu, seberapa hangat, berangin, cerah atau lembab. Iklim merupakan uraian dari rata-rata cuaca yang terjadi pada kurun waktu tertentu, biasanya selama lebih dari 50 tahun dibandingkan dengan variasi rata-rata dari tahun ke tahun.  Variasi mungkin terjadi karena musim panas tertentu yang panas atau musim dingin tertentu yang sangat dingin. Iklim sendiri telah menghangat sejak tahun 1900.

Hal penting yang harus diketahui oleh masyarakat adalah bahwa perubahan tersebut disebabkan oleh aktifitas manusia. Perubahan iklim adalah suatu fenomena yang tidak bisa dihindari lagi. Sekarang banyak penyebab yang mengakibatkan perubahan iklim terjadi. Kebanyakan aktifitas manusia yang menjadi penyebab paling besar contohnya asap pembakaran dari pabrik, kendaraan, dan pembalakan atau penebangan hutan secara liar, manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi. Berikut adalah gambar mekanisme perubahan iklim:

iklim2

Perubahan iklim terjadi akibat lapisan ozon yang semakin menipis yang di sebabkan oleh adanya radiasi matahari atau terperangkapnya panas matahari yang disebabkan oleh gas efek rumah kaca yang salah satunya gas cloro floro carbon atau biasanya lebih dikenal dengan CFC. Dampak bagi kesehatan mahluk hidup dari menipisnya lapisan ozon yaitu masalah pernapasan, berkurangnya sistem kekebalan tubuh.

Dampak Signifikan dari Perubahan Iklim Regional

 Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), selama abad 20, Indonesia mengalami peningkatan suhu rata-rata udara di permukaan tanah 0,5 derajat celcius. Jika dibandingkan periode tahun 1961 hingga 1990, rata-rata suhu di Indonesia diproyeksikan meningkat 0,8 sampai 1,0 derajat Celcius antara tahun 2020 hingga 2050.

Kondisi ini merupakan dampak dari perubahan iklim yang terjadi di bumi. Selain suhu yang meningkat, beberapa dampak lain yang langsung dapat kita rasakan adalah :

1. Harga pangan meningkat

Untuk beberapa dekade mendatang, para pakar memprediksi hasil tanaman pangan mulai dari jagung hingga gandum, beras hingga kapas, akan menurun hingga 30 persen. Hasil yang menurun ini berujung pada peningkatan harga pangan. Sebab, akan ada proses, penyimpanan, dan transportasi pangan yang membutuhkan air dan energi lebih.

2. Siklus yang tidak sehat

Meningkatnya suhu ditambah dengan populasi global akan mencuatkan permintaan energi. Ini akhirnya berujung pada produksi emisi yang menyebabkan perubahan iklim dan, ironisnya, memicu lebih banyak lagi emisi. Sedangkan curah hujan, diproyeksikan akan menurun sebanyak 40 persen di beberapa lokasi.

3. Rusaknya infrastruktur

Perubahan iklim memicu lebih banyak cuaca ekstrem yang menghasilkan bencana. Seperti yang terjadi di DKI Jakarta pada Januari hingga Februari 2013.
Hujan dalam intensitas tinggi menyebabkan banjir besar, Kamis (17/1). Ibu Kota Indonesia ini lumpuh ketika nyaris semua titik jalannya terendam banjir, termasuk pusat pemerintahan di Jakarta Pusat. Jalan dan bus transportasi umum yang merupakan infrastruktur penting bagi warga Jakarta tidak lagi berfungsi.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut, 15.423 jiwa harus mengungsi. Daerah yang terendam meliputi 720 RT, 309 RW, 73 Kelurahan, dan 31 Kecamatan.

4. Berkurangnya sumber air

Membludaknya jumlah penduduk menyebabkan tingginya permintaan air. Ini menimbulkan penyedotan besar-besaran terhadap sumber air yang ada. Khusus untuk Jakarta, naiknya muka air laut dapat membuat batas antara air tanah dan air laut semakin jauh ke daratan. Sehingga mencemari lebih banyak sumber air minum.

5. Meningkatnya penyakit pernapasan

Perubahan iklim juga menyebabkan polusi udara yang akhirnya menurunkan fungsi dari paru-paru. Di kota besar seperti New York City, Amerika Serikat, kasus asma akan meningkat sebanyak sepuluh persen.

6. Bencana hidrologi

Bencana alam, hasil dari perubahan iklim, meningkatkan badai dan cuaca ekstrem. Hanya beberapa kota di dunia yang mempunyai sistem penanggulan yang cukup baik untuk bencana-bencana tersebut.

Dampak Perubahan Iklim Secara Global

Karena perubahan iklim alam menjadi rusak dan banyak terjadi bencana di mana-mana dan juga menaikan temperatur suhu bumi. Peningkatan temperatur panas bumi seperti ini akan menimbulkan perubahan iklim yang akan mengakibatkan :

  • naiknya permukaan laut,
  • meluasnya padang pasir,
  • pengasinan sumber air minum,
  • banjir besar disetiap negara-negara kepulauan dan
  • bencana kelaparan diseluruh dunia karena daerah-daerah pertanian akan musnah serta ekosistem akan mengalami kehilangan sebagian besar keanekaragaman species,
  •  mencairnya tudung es di kutub,
  • meningkatnya suhu lautan,
  • kekeringan yang berkepanjangan,
  • penyebaran wabah penyakit berbahaya,
  • banjir besar-besaran,
  • coral bleaching dan
  • gelombang badai besar.
tandus

Tandus

global warm

Pemanasan global

Selain daripada itu adalagi masalah yang diakibatkan oleh perubahan iklim yang berdampak pada perubahan air laut yang dapat mengubah populasi ikan, perubahan curah hujan yang dapat mempengaruhi aliran sungai, penyimpanan air sungai yang berdampak bagi irigasi dan navigasi.

Upaya Penanggulangan Perubahan Iklim

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim, yaitu mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Mitigasi atas perubahan iklim adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, ini dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fossil di berbagai sektor, dan perlahan beralih dari penggunaan energi tak terbarukan ke energi yang terbarukan dan bersih seperti energi panas bumi, surya, dan bahan bakar nabati.Sedangkan adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan upaya penyesuaian yang dilakukan manusia  untuk menanggapi perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi akibat perubahan iklim.

 Untuk Indonesia, upaya adaptasi atas perubahan iklim lebih mendesak dilakukan karena berbagai dampak perubahan iklim sudah mulai dirasakan di berbagai wilayah Indonesia, dan untuk mengatasinya tidak cukup hanya dengan upaya mitigasi belaka.

Apresiasi Masyarakat tentang Perubahan Iklim

Sebagaimana kita ketahui, dampak perubahan iklim ini sangat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Baik masyarakat pelaku ekonomi maupun masyarakat bawah. Oleh sebab itu masyarakat juga harus mampu mengendalikan dampak-dampak agar tidak terjadi secara berkesinambungan. Memulai dari langkah-langkah yang kecil, namun jika dilakukan secara serentak dapat memperkecil dampak negative dari perubahan iklim tersebut. Beberapa hal kecil yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah :

  • Mengurngi penggunakan CFC yang terdapat pada kulkas dan AC
  • Mengurangi pembalakan hutan secara liar
  • Mengurangi penggunaan produk yang berbahan plastik, gunakan produk yang bahannya ramah lingkungan
  • Memperbanyak penanaman pohon, agar menghasilkan O2 lebih banyak
  • Mengurangi penggunaan kendaraan untuk memperkecil pengeluaran CO2, hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan kendaraan angkutan umum
  • Menghemat pemakaian air bersih dan mengupayakan pelestarian sumber air bersih
  • Memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH), bukan sebaliknya yaitu membangun gedung-gedung bertingkat dan puat-pusat perbelanjaan modern

Jika apresiasi masyarakat dapat dilakukan dengan penuh kesadaran maka tidak mustahil kita dapat meminimalkan bencana ekstrem yang tiba-tiba terjadi. Sebagai penghuni bumi sudah selayaknya kita menjaga rumah yang kita tinggali. Bukan itu saja, kita juga harus memperhatikan kelangsungan bumi untuk generasi penerus di masa mendatang. Karena sudah dapat dipastikan bahwa generasi penerus  akan menetap dan beraktifitas di bumi ini. Bersama OXFAM kita dapat mewujudkan keselarasan hidup di Bumi tercinta ini.  Oxfam adalah konfederasi Internasional dari tujuh belas organisasi yang bekerja bersama di 92 negara sebagai bagian dari sebuah gerakan global untuk perubahan, membangun masa depan yang bebas dari ketidakadilan akibat kemiskinan.

Save and love earth…!

banneroxfam_zpsafed8045

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s