Rahasia Melesatkan Bisnis Kuliner

Veronica-2

“Semua orang butuh makan”, kalimat itulah yang mendorong orang ingin membuka bisnis kuliner. Ditambah lagi dengan pola makan orang Indonesia cukup banyak. Dalam sehari orang Indonesia bisa memakan antara 15 – 20 jenis makanan. Untuk  cemilan saja, orang biasanya makan 3 – 5 macam dalam sekali makan.

Itulah sebabnya tidak heran, jika bisnis makanan atau kuliner   merupakan salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Di jaman modern saat ini orang lebih ingin mendapatkan sesuatu yang serba cepat dan praktis. Kurangnya waktu untuk memasak atau mengolah makanan menjadi salah satu kendala yang ada. Para pekerja kantoran, anak-anak sekolah yang berangkatnya pagi, rapat, atau beragam acara lainnya, semua membutuhkan makanan. Bahkan tidak sedikit pula tempat kuliner dijadikan ajang kumpul-kumpul.

Kondisi ini menimbulkan perubahan kebutuhan dalam hal makan. Makan bukan lagi sekedar kenyang tapi menghadirkan prestise tersendiri.  Hal ini dibidik oleh para pebisnis kuliner untuk menghadirkan kebutuhan makan menjadi lebih kreatif lagi dalam hal penyajian dan pengolahan. Ketika bisnis makanan menjad primadona, diperlukan strategi bagaimana me-manage sekaligus membesarkan bisnis kuliner tersebut. Berkembangnya bisnis makanan di era dewasa ini membuat persaingan para pelaku bisnis kuliner menjadi semakin sengit. Strategi membidik pasar, menyajikan produk yang unik, serta teknis pemasaran menjadi salah satu hal penting di dalam membuat produk makanannya diburu.

Veronica Ratna Ningrum, seorang konsultan marketing sekaligus pebisnis di bidang kuliner melakukan kombinasi antara bisnis makanan yang menjadi primadona dengan keahliannya dalam mengemas sebuah program marketing yang membuat bisnis kulinernya menjadi berbeda dengan bisnis sejenis lainnya.

Kesuksesannya dalam membesarkan Vey Katering selama belasan tahun dengan sejumlah klien besar, tidak pernah membuat Veronica pelit ilmu, dia justru kini mengkolaborasikan kesuksesan dan keahliannya untuk membidik pangsa para pelaku usaha bisnis kuliner sebagai konsultan bisnis mereka.

Veronica memberikan banyak konsep, solusi serta eksekusi mengenai strategi marketing pada bisnis kuliner yang mereka miliki. Menurut Veronica yang memulai usaha sejak tahun 2006 ini, ketika bisnis makanan menjadi primadona, banyaknya pesaing bukanlah sebuah penghalang seorang pengusaha makanan untuk meraih sukses, melainkan justru menjadi pemacu supaya produk yang diciptakan atau disajikan menjadi lebih bernilai, lebih inovatif, serta lebih diburu.

Pesaing adalah pemicu kesuksesan. Bahkan jika terdapat pesaing yang produknya sama dengan produk yang kita keluarkan, maka diambil sisi positifnya, bahwa produk baru pesaing malah bisa membantu edukasi pasar. Mengenai bagaimana dan produk mana yang dipilih konsumen, merupakan hak dari konsumen itu sendiri. Lantas bagaimana cara mendapatkan pasar? Untuk dapat meraih pasar yang bagus, maka cara marketing yang menarik harus tetap diterapkan. Tidak sedikit konsumen yang mencari produk selain dari kualitas, rasa, popularitas, maka lokasi juga sering menjadi pilihan.

Jadi tidak perlu khawatir ketika bisnis makanan menjadi primadona. Sebab STRATEGI kemudian menjadi nomor wahid yang harus dilakukan para pebisnis kuliner selain juga kemampuan berpromosi, rasa, hingga harga yang menarik bagi pasar. Selamat berbisnis !

Personal Branding Agency, Indscript Creative

Awards_Photo

One thought on “Rahasia Melesatkan Bisnis Kuliner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s