REVIEW BUKU : Cerita di Balik Noda

Judul Buku : CERITA DI BALIK NODA

Penulis : FIRA BASUKI

Penerbit : KPG 2013 Jakarta

ISBN : 978-979-91-0525-7

IMG_0025

Foto : Doc. Pribadi

Fira Basuki bukanlah orang baru dalam dunia kepenulisan. Debutnya dalam dunia tulis menulis sudah tidak dapat diragukan lagi.  Kali ini Fira Basuki di dapuk oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk yang mengeluarkan produk berlabel RINSO. Lewat tangan dinginnya Fira Basuki memoles beberapa cerita yang dikirim oleh ibu-ibu konsumen RINSO. Kisah keseharian ibu-ibu dikumpulkan menjadi satu buku. Dan  Fira Basuki mengembangkannya tanpa mengurangi dari tulisan aslinya. Buku yang ada di tangan saya ini biasa disebut Anthologi. Penuturan ibu-ibu yang menceritakan suka dukanya bergelut dengan anak dan ‘kotor’. Siapa bilang orang tua lebih tahu dan lebih bijak dari segalanya ? Buku ini mengajak para orang tua bahwa anak adalah tempat belajar yang handal.

Lihat saja, kisah dalam Tulisan di Kain Sprei, Cathya di 10 tahun usianya dia sudah dapat mengajarkan bahwa noda di hatilah  yang lebih utama dibersihkan. “WALAUPUN AKU GEMUK, AKU TAK PERNAH MENYAKITI ORANG. WALAUPUN GANTENG DAN CANTIK, KALIAN PENUH NODA DI HATI.” Seprai itu kemudian kami gantung di balkon lantai dua rumahku. Hasilnya, hingga Sinta dan Rara pulang, aku tidak mendengarkan satu pun suara olok-olok dari luar. Beberapa anak tampak berdiri di depan rumah dan membaca tulisan itu, namun kemudian berlalu tanpa bersuara. Ide yang lugas ini bisa kita baca di halaman 33-37. Dari Cathya kita belajar bahwa kecantikan itu bukan dilihat dari fisik semata tapi juga dari hati.

Atau kisah di halaman 55-62, Wulan yang berusia 7 tahun, sanggup mengatasi kesedihannya sepeninggal ayah tercinta. Bahkan sang Mama pun belajar tentang sebuah ketegaran dari putri semata wayangnya itu. Kisah yang mengharu biru ini melarutkan pembaca sampai meneteskan air mata. Bagaimana seorang anak dengan kepolosannya mengatasi rasa kehilangan.  Anda bisa melanjutkannya dengan membaca kisah Sarung Ayah dalam buku ini.

Sifat empati pada anak ternyata telah melekat pula sejak kecil. Seribu Cinta, Nasi Bungkus Cinta dan Demi Sekantong Beras adalah beberapa kisah yang menghadirkan potret seorang anak dalam bersosialita. Dalam kisah ini bisa ditebak, tercengangnya para orang tua . Pola laku anak yang telah lebih dulu melakukan sesuatu, sebelum orang tua  mengajarkannya. Apa aja sih, lika liku anak-anak dalam mengeksplor sifat empatinya ? Anda bisa menemukan jawabannya dalam buku setebal 235 halaman ini.

Selain itu dalam keadaan sakit atau lemah pun anak-anak bisa menunjukkan ketegarannya. Queensha yang berusia 2 tahun dalam kisah 100 hari menanti. Zidan yang dapat berinteraksi normal meskipun dengan Boneka Beruang Zidan atau Louise, anak dengan penyakit jantung bawaan dalam kisah Baju Boneka, mampu menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan siapa pun. Siapa kira ternyata mereka lebih tegar daripada orang tuanya sendiri. Tanpa mengeluh atau bahkan mereka tidak mau melihat orang tua mereka bersedih. Mau tahu perjuangan mereka menghadapi sakitnya ? Simak lebih lanjut di buku ini.

Apa yang disajikan oleh buku ini benar-benar menginspirasi jiwa para orang tua. Bukan hanya itu, para orang tua diajak pula untuk menyelami jiwa kepolosan sang anak. Kebanyakan orang tua sulit sekali menggapai keinginan seorang anak. Tapi buku ini membuka cakrawala baru bahwa dalam mengasuh anak bukan dengan paksaan.  Dengan sifat kanak-kanaknya, seorang anak dengan sendirinya mampu menghadapi situasi apa pun.

“Kejadian di suatu siang itu membuatku sadar bahwa Adik adalah adik kandungku. Walau aku iri padanya, ternyata saat kecelakaan aku takut kehilangan dia. Aku ingin Tuhan selalu menjaganya”. Sebuah pernyataan hati dari Violita 8 tahun, bahwa iri hati itu tidak baik terlebih lagi pada adik kandungnya sendiri. Kesadaran hati ini saya baca di halaman 193. Bukan halaman pamungkas, tapi dari sini nurani keibuan saya bergulat. Ah, betapa anak sekecil itu bisa menyadari keburukan dalam dirinya. Bagaimana dengan saya ?

Empat puluh dua kisah yang sangat menginspirasi jiwa disajikan dalam buku ini. Buku ini sangat layak dibaca dan perlu, karena menuangkan khazanah jiwa terutama bagi kaum ibu. Di mana dalam kesehariannya ibu lah yang mengawal tumbuh kembang anak. Baik secara fisik maupun jiwanya. Setelah  membaca Buku Cerita di Balik Noda dan Berani Kotor Itu Baik, saya sadar untuk tidak banyak melarang anak dengan segala aktifitasnya.

Selamat membaca !

4 thoughts on “REVIEW BUKU : Cerita di Balik Noda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s