Let’s Move On : KEKUATAN DO’A

 

“Berjuanglah, maka kamu tidak akan pernah merasa MENYESAL”

Ety Budiharjo –

 

Sahabat,

Dua minggu yang lalu, suami ku tercinta harus merasakan dinginnya ruang ICU. Bukan rasa dingin yang ku cemaskan tapi kondisi suamiku. Penyempitan pada paru-parunya telah membuat dadanya sesak. Sebab inilah yang mengantarkan suamiku menjadi penghuni ruang ICU. Sedih, jangan ditanya. Segala perasaan tumpah ruah tak tentu arah. Ditambah lagi pikiran buruk yang  mudah bersarang.  Menghadapi situasi seperti ini, aku berusaha sekuat tenaga  membunuhnya dengan belati kekuatan. Perasaan yang paling  menekan pada saat itu adalah ‘kehilangan’. Sama dengan pikiran buruk, pertanyaan buruk pun aku coba lenyapkan dengan pisau kesabaran.

IMG_0018

Ruang tempat suamiku terbaring

Sahabat,

Beribu pertanyaan bermunculan dengan awalan ‘bagaimana’. Bagaimana kalau…, kalau…dan seterusnya. Dalam kekalutan seperti ini semua kondisi bisa saja terjadi, bahkan kemungkinan buruk sekalipun. Banyak di antara sahabat pastinya juga pernah merasakan beban seperti ini. Semua beban ini adalah proses hidup yang mesti kita jalani. Adakah di antara sahabat yang menginginkan sebuah beban ? Tentu tidak bukan ? Tapi sahabat, suka atau tidak kita harus memikul beban yang sudah menjadi takdir. Takdir bukanlah sesuatu yang harus dihindari tapi diterima dan dijalani. Akhirnya aku coba mengeluh pada Allah, Sang Pemilik Hidup.

Ya Allah…

Aku ingin suamiku sembuh dan sehat !

Sahabat,

Aku adalah seorang yang bergiat menulis dan menguntai kata menjadi kalimat. Ternyata, dalam kondisi ini semua kata-kata itu lenyap, entah ke mana. Aku memang kehilangan keahlian menulis, tapi aku tidak kehilangan berucap. Dalam linangan air mata dan gemetar bibir, ku untai kata lewat do’a. Permohonan pada Sang Pemilik terus mengalir dari mulutku. Bagai anak sungai dengan air jernihnya. Tiap saat…tiap waktu. Aku harus menatap dengan penuh kesadaran. Sadar bahwa masih ada waktu untuk bertahan. Sadar bahwa aku masih kuat. Dan sadar untuk menempuh kesempatan yang terbaik.

Perlahan aku merasakan alunan lembut mengalir dalam darahku. Aliran yang membuat aku merasa kuat dan sabar. Terus terang, sebenarnya sulit sekali menghimpun ke dua hal itu, apalagi dalam kondisi seperti ini. Itulah sebabnya satu-satunya jalan yang bisa ku kerjakan hanyalah berdo’a.

doa

Sahabat,

Dalam berdo’a pun aku tidak minta pada hal-hal yang bersifat inconditional. Aku minta hal yang mudah dan sederhana. Mudah untuk diterima secara pikiran. Sederhana untuk diterima dalam batin. Sebagaimana sahabat tahu, kesedihan selalu membuat batin dan pikiran terpuruk. Apapun situasinya. Bahkan bukan tidak mungkin ke duanya akan berjalan dengan arah yang berbeda. Dalam waktu 3 x 24 jam aku terjebak dalam situasi tersebut. Namun jangan pernah sekali-kali membiarkan situasi ini berkepanjangan. Abaikan semuanya, tanamkan kalimat positif sesuai dengan harapan kita. Selanjutnya  berdo’a lah !

Saat ini dada suamiku sudah lapang kembali, begitu pula dengan dadaku. Semua rasa yang menghimpit sirna. Para dokter dan perawat hanya berusaha, dan aku menguatkannya dengan do’a. Alat-alat canggih kedokteran pun tidak memiliki arti apa-apa. Aku merasakan kekuatan do’a yang menyelinap ke dalam relung sukma. Kekuatan yang kedatangannya harus disadari dengan terus bermunajat pada Allah. Kekuatan yang bermodalkan dua telapak tangan dan air mata.

Sahabat,

Do’a meluruhkan kesedihan

Do’a menepis kegundahan

Do’a menguatkan kelemahan

Seterusnya aku akan bangkit dengan do’a

Begitulah sahabat, sesuatu yang kadang kita anggap sepele namun memiliki makna dalam.

Thank’s to Allah…..

chic

2 thoughts on “Let’s Move On : KEKUATAN DO’A

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s