Konsumen Cerdas, Harus Berani Cerewet

Bunda Cerewet berbagi cerita menjadi Konsumen Cerdas…..

“Malu bertanya sesat di jalan” pepatah usang ini nampaknya harus dibangkitkan kembali. Pasalnya menyangkut hajat hidup keluarga Bunda. Maklum sebagai ibu rumah tangga, berbelanja untuk memenuhi semua kebutuhan sehari-hari  adalah kegiatan  rutin Bunda. Sebagai ibu rumah tangga yang mengatur segala urusan, Bunda selalu menginginkan hal yang terbaik buat keluarga. Itulah sebabnya dalam berbelanja Bunda selalu memilih dengan ‘teliti’. Terutama kebutuhan yang dikonsumsi secara langsung ke dalam tubuh, seperti makanan, minuman dan obat-obatan. Selain teliti, Bunda memiliki jurus jitu dalam berbelanja. Jurus pamungkas Bunda adalah ‘cerewet’. Mau tahu gaya Bunda berbelanja ? Yuk mariiiii….

Seperti Bunda bilang, Bunda adalah konsumen yang paling ‘cerewet’ dalam hal belanja. Apa aja sih yang Bunda cereweti itu. Ini dia hal-hal yang selalu Bunda cereweti :

  • Tanggal Kadaluarsa atau Expire Date

Bunda tidak segan-segan menanyakan tanggal kadaluarsa pada makanan atau minuman apabila tidak tertera dalam kemasan. Misalnya : kue-kue basah, kue-kue kering, kerupuk dll. Biasanya makanan atau minuman yang dibuat secara home industri.

  • Komposisi Bahan

Bunda juga akan menanyakan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan dan minuman. Bahan makanan yang harus diwaspadai adalah pemanis buatan. Namun bukan berarti bahan yang lain lolos perhatian loh ! Bahaya pemanis buatan Bunda sudah baca di sini.

  • Zat Perwarna

Untuk yang satu ini Bunda sangat perhatian sekali. Sebisa mungkin Bunda akan menghindari makanan dan minuman dengan pewarna buatan. Atau jika harus membelinya juga Bunda tidak akan membeli sesering mungkin. Banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan dalam penggunaan zat pewarna sintetis. Dampak negatif pewarna sintetis bisa dicek di sini.

  • Sertifikasi HALAL

halal

Wah, kalau yang ini Bunda nggak mau main-main, karena urusannya sama akherat. Sekali saja Bunda salah memilih maka Bunda telah mengajak keluarga pada keburukan hidup selamanya. Maaf ya….

  • Untung Rugi dalam menggunakan jasa

Untuk produk jasa, Bunda juga selalu cerewet bertanya tentang untung dan rugi tentang jasa yang ditawarkan. Apalagi yang namanya Asuransi, harus detail banget deh nanyanya. Jangan sampe menyesal di kemudian hari.

Menurut Bunda, teliti saja tidak cukup. Karena teliti itu hanya mendapatkan informasi sepihak saja. Bunda tidak merasa puas hanya dengan teliti dalam membeli sebuah produk. Bunda akan merasa lebih ‘sreg’ jika  menanyakan langsung pada pedagang atau penjualnya. Oh ya, Bunda juga tidak selalu berbelanja ke pasar modern saja, pasar tradisional pun menjadi tujuan rutin Bunda dalam berbelanja. Nah, di pasar tradisional ini  Bunda paling sering ‘cerewet’ pada pedagang atau penjual.  Mau tahu  cerewetnya Bunda saat belanja di pasar tradisional ? Ini nih liputannya….

1.      Timbangan

timbang

Biasanya Bunda lebih memilih jenis timbangan digital ketimbang yang tradisional. Jadi Bunda memilih penjual yang memiliki timbangan digital untuk membeli kebutuhan. Banyak ko di pasar tradisional yang sudah memiliki timbangan digital.

2.      Pilih yang segar

buah

Dalam memilih sayur, daging, ayam atau ikan  Bunda selalu memilih yang segar, Bunda bisa loh berlama-lama dalam memilih sayur, daging, ayam atau ikan.

3.      Berformalin atau pengawet

Pasar tradisional adalah sasaran empuk bagi pedagang nakal. Mereka tidak segan-segan menjual produk yang menggunakan formalin atau pengawet. Hal ini dikarenakan bisa mendapat keuntungan maksimal. Tanpa memikirkan dampaknya pada pembeli. Kalau untuk hal yang satu ini Bunda tidak menanyakannya pada produsen. Mana ada sih maling yang mau ngaku. Bagaimana cara mengatasinya ? Mudah saja ko ! CERDAS ! itu kuncinya. Cari info tentang produk yang mengandung formalin atau pengawet. Kenali dari tekstur, bau dan rasa.

Nah, sekarang dah tahu kan, cerewetnya Bunda dalam berbelanja. Bagi Bunda sedikit atau banyak cerewet itu perlu karena ini menyangkut masalah kesehatan keluarga. Banyak tanya pada produsen tentang produk atau jasa yang dijualnya sah-sah saja ko. Asalkan pertanyaannya tidak menyelidik atau menyakiti pedagang. Itulah gambaran konsumen cerdas ala BunCer alias Bunda Cerewet.  Oh ya kalau mau tahu soal hak-hak konsumen bisa cek di Kementrian Perdagangan RI.

Banner_Konsumen_Cerdas

Logo-Kemendag2

2 thoughts on “Konsumen Cerdas, Harus Berani Cerewet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s