Menciptakan Street Food Yang Bergengsi

Femina Travel & Food Blogger Competition

Mendengar namanya pastilah yang terbayang dalam ingatan kita adalah Festival Makanan. Aneka makanan dari berbagai daerah atau Negara hadir di sebuah tempat untuk memanjakan lidah pengunjung.  Semua tersaji apik dan dihidangkan dalam creation food yang menggugah selera. Biasanya festival makanan ini diselenggarakan dalam kurun waktu cukup lama, misalnya setahun sekali. Tapi ada pula yang menyelenggarakannya triwulan sekali. Setiap kali ada ajang festival makanan, saya kerap kali menyambanginya. Selain untuk mencari makanan terenak, saya juga senang berburu makanan yang sedang ngetrend. Sama halnya dengan mode, makanan pun mengalami pergerakan trend  baik dalam cita rasa mau pun penampilan. Contohnya saja Rainbow Cake dan Redvelvet Cake yang beberapa waktu lalu sempat ngetrend. Festival makanan atau street food  bisa saja dibuka setiap hari, layaknya resto-resto yang sudah ada.  Lebih dari itu, Indonesia memiliki potensi daerah yang bisa dijadikan tempat strategis hadirnya street food. Lahirnya budaya baru dalam bidang kuliner merupakan pecut positif.

Sayangnya street food yang ada di Indonesia belum memiliki kriteria bergengsi. Hanya ada satu yang saya rasa cukup memenuhi standar itu, yaitu JFFF atau Jakarta Festival Fashion and Food. Ini pun karena JFFF menggabungkan dua passion sekaligus, mode dan kuliner. Entah jika kuliner saja yang ditampilkan apakah ajang JFFF ini bisa bergengsi atau tidak. Di Ibu Kota Jakarta saja street food masih terbilang langka, apalagi di tiap daerah.  Indonesia yang memiliki keaneka ragaman kuliner Nusantara sudah sepantasnya  memperbanyak street food di tiap daerah,  terutama di kota-kota besar.   Wilayah Indonesia yang cukup luas ditambah lagi dengan populasi penduduknya, maka kehadiran street food diharapkan dapat membawa budaya baru. Uniknya lagi masyarakat Indonesia memiliki pola makan yang signifikan. Kebiasaan turun temurun ini terus terjadi seiring dengan pertumbuhan masyarakat yang pesat. Pola makan masyarakat Indonesia yang  cenderung merasa bosan menjadi pemicu lahirnya seni kuliner dengan varian baru. Jarang sekali saya temui masyarakat Indonesia yang fanatik terhadap kuliner tertentu. Rasa ingin mencoba dari satu kuliner ke kuliner lainnya, dapat menciptakan rasa baru. Bahkan tidak mustahil pada akhirnya dapat lahir kuliner dengan gaya dan rasa berbeda.

Tidak salah jika kuliner di Indonesia terus menerus menghadirkan cita rasa tinggi tanpa mengesampingkan rasa kuliner aslinya. Begitulah dari masa ke masa kuliner di Indonesia juga melahirkan kara seni di bidang kuliner. Kehadiran street food bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan  makan semata, tapi  lebih dari itu. Street food bisa juga dijadikan ajang untuk mempromosikan kuliner dari tiap daerah di Indonesia.  Bayangkan jika semua kuliner sudah diadaptasi ke arah modern dan tersaji dalam ajang street food, maka penghargaan yang tinggi pastilah didapat. Bukan hanya dari masyarakat Indonesia saja tapi juga dari masyarakat dunia. Selama ini kehadiran street food di Indonesia masih memperhitungkan faktor materi semata. Padahal melahirkan karya seni dalam bidang kuliner dapat memberikan nilai lebih dari sekedar urusan perut semata. Kendala lain yang cukup besar adalah sewa lahan  mahal tapi tidak disesuaikan dengan promosi atas kehadiran street food tersebut.

Banyak yang harus dibenahi untuk menghadirkan street food dengan standar tinggi. Harus ditangani dengan profesional dan mencari makanan terenak menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Keduanya memang bukan hal yang mudah, tapi Indonesia bisa belajar dari beberapa ajang street food dunia. Salah satunya adalah World Street Food Congress 2013 yang akan dilaksanakan  bulan Juni mendatang di Singapura.  Cara lain yang bisa dilakukan adalah melalui komunitas pecinta kuliner yang digagas oleh majalah Femina, yaitu Femina Food Lovers. Lewat komunitas seperti inilah akan didapatkan informasi tentang aneka macam kuliner dengan cita rasa tinggi. Biasanya pula komunitas seperti ini sangat cepat dalam menerima informasi tempat-tempat street food bergengsi. Bukan mustahil jika street food di Indonesia memiliki nilai gengsi tinggi, maka akan meningkatkan devisa Negara dalam bidang pariwisata kuliner. Melalui penataan yang apik, maka street food dapat menarik pengunjung sebanyak mungkin. Street food bergengsi dapat juga diwujudkan sebagai pariwisata lokal yang cukup menjanjikan.

Sebut saja beberapa street food yang kerap saya sambangi, misalnya Festival Kuliner Nusantara yang disponsori oleh salah satu produk kecap. Setiap kali street food ini digelar selalu dipadati pengunjung. Sebenarnya tiap daerah juga mempunyai street food, tapi masih berskala sebagai pemenuhan kebutuhan makan saja. Belum bisa mencapai nilai seni cita rasa apalagi bergengsi. Di beberapa kota besar lainnya juga ada, seperti di Surabaya ada street food di Jalan Kembang Jepun atau di Solo  di kawasan Gladag. Di Palembang ada street food yang digelar di tepi Sungai Musi, dan masih banyak lagi. Nah, jika saja street food ini bisa ditata secara professional maka wisata kuliner Indonesia akan melejit sampai ke Mancanegara. Hal ini bukan tidak mungkin dilaksanakan, hanya perlu keseriusan dan keberanian dari beberapa lembaga terkait saja. Sudah sepantasnya Indonesia memiliki street food yang bertebaran dan bergengsi di setiap kota-kota besar. JFFF yang digelar di Jakarta setiap setahun sekali dapat dijadikan contoh sebuat street food yang bergengsi.

bango

Festival Kuliner Nusantara

gladag solo

Street Food di Gladag – Solo

musi

Street Food di Sungai Musi

fjj

Jakarta Festival Fashion and Food

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s