Tumbuhlah Nak, Kami akan jaga Udara mu

hijau

 

Rasanya tidak akan ada habisnya mengkampanyekan tentang polusi. Dan memang hal itu tidak boleh berhenti sampai di sini saja. Segala daya upaya harus dipikirkan dan direalisasikan agar terjadi kesetimbangan antara udara bersih dan manusia yang ada. Bukan apa-apa, bumi ini adalah satu-satunya tempat di mana kita haru terus hidup. Beraktivitas dan bergenerasi penerus. Aku yang lahir dan besar di Jakarta sekarang sudah mulai merasakan dampak pencemaran itu. Bagaimana tidak ! Semua yang kurasakan dan ku alami sejak kecil sudah jauh berbeda. Dulu kami sekelurga menggunakan air tanah untuk minum, tapi sekarang sudah tidak bisa lagi. Air yang ada saat ini sudah berubah warna, rasa dan baunya. Demikian pula dengan udara, tidak pernah ada sejuknya. Sepanjang hari sangat terasa panasnya. Alhasil semua harus mengeluarkan biaya lebih agar terasa nyaman tinggal di Jakarta. Kini, kami minum dari air mineral dan menggunakan pendingin ruangan agar terasa lebih sejuk.

 

Apa kabar udara Indonesia ?

 Meningkatnya jumlah kendaraan, pabrik, penduduk, dan fasilitas yang menunjang aktivitas manusia membuat tingkat polusi udara di dunia semakin meningkat, tak terkecuali di Indonesia. Tingkat pencemaran di Indonesia sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Terbukti dengan Indonesia pemilik udara terpolusi tertinggi ketiga di dunia. Selain itu, menurut World Bank, ibu kota Negara, Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan tertinggi setelah Beijing, New Delhi, dan Mexico City.

 

Tingkat polusi udara diukur dari kadar partikel dalam udara yang disebut PM10. Batas maksimal PM10 yang direkomendasikan WHO adalah kurang dari 20 mikrogram/ m3. Data WHO memasukkan 5 kota besar di Indonesia dalam pemantauan tingkat polusi udara. Hasil menunjukkan kota Medan merupakan kota dengan tingkat polusi tertinggi di Indonesia dengan kadar PM10 sebesar 111 mikrogram/m3 melampaui Surabaya (69 mikrogram/m3), Bandung,
Jakarta (43 mikrogram/m3), dan Pekanbaru (11 mikrogram/m3).

Membaca informasi ini aku tidak lantas tepuk tangan, karena kota tempat di mana aku tinggal hanya menempati urutan ke empat dari predikat kota “terpolusi”. Kekhawatiran terus menghantui pikiranku karena telah lahir generasi penerus dari keluarga  ku. Nah, dampak terhadap anak-anak atau generasi penerus inilah yang paling menakutkan. Hal ini memang sangat terasa, sekali pun sudah dibekali dengan asupan gizi dan vitamin mereka masih saja rentan terhadap penyakit. Hampir setahun 2 atau 3 kali anak-anak harus terserang penyakit.

 Dampak Pencemaran Udara terhadap Anak-anak dan Ibu Hamil

Polusi yang tinggi berefek negatif terhadap kesehatan, seperti anemia. Efek negatif bagi anak-anak adalah mengalami gangguan kemampuan berpikir, daya tangkap lambat, dan tingkat IQ rendah. Pada masa pertumbuhan fisik akan berdampak pada gangguan pertumbuhan dan pendengaran. Sedangkan bagi orang dewasa, dampak polusi dapat mempengaruhi sistem reproduksi atau kesuburan, mengganggu fungsi jantung, ginjal, dan menyebabkan penyakit stroke, serta kanker. Setiap tahun, polusi udara menyebabkan 2 juta orang meninggal di seluruh dunia.

 Polusi udara berat bukan cuma menyebabkan gangguan pernapasan, tetapi juga diduga kuat memicu kanker pada anak. Menurut studi terbaru, bayi yang sering terpapar polusi udara selama berada di kandungan dan satu tahun usianya lebih beresiko terkena kanker, terutama leukemia akut limfoblastik (LLA). Leukimia akut limfoblastik merupakan kanker leukemia yang paling banyak diderita anak. Pada kondisi tersebut sel limfoblast tidak pernah menjadi bentuk yang matur yaitu limfosit sehingga tidak dapat berfungsi secara normal. Padahal fungsi limfosit adalah untuk melawan infeksi, sehingga akibatnya anak menjadi gampang sakit.

 Tim peneliti dari Universitas California, Los Angeles School of Public Health, mengumpulkan data anak-anak yang didiagnosa menderita  kanker sebelum usia 6 tahun. Dikumpulkan pula paparan polusi udara lalu lintas. Ternyata, makin berat paparan pulusi, makin tinggi risiko seorang anak terkena kanker LLA, sel tumor germ (testis, ovarium, dan organ lain), serta kanker mata. Penelitian tersebut dilakukan di California, yang memang dikenal memiliki kualitas udara buruk. Salah satu negara bagian AS itu memiliki cuaca hangat sehingga polutan udara mudah terperangkap dan menyebabkan kabut asap.

 Para peneliti memilih untuk fokus pada kehamilan karena menurut Heck beberapa jenis kanker terjadi sejak kehamilan. Meski begitu menurut Dr.Rubin Cohen, direktur Adult Cystic Fibrosis and Bronchiestasis Center, mengatakan ada beberapa penyakit yang terkait dengan polusi udara. Tetapi menurutnya penyakit asma adalah ancaman yang nyata.

 Ibu hamil yang tinggal di area dengan tingkat polusi udara buruk beresiko memiliki bayi dengan berat rendah (BBLR). Bayi dengan berat rendah lebih rentan terhadap penyakit. Kebanyakan bayi yang lahir dengan berat rendah juga beresiko tinggi menderita penyakit kronik di usia dewasa, seperti diabetes dan penyakit jantung. Penelitian mengenai kaitan antara polusi dengan BBLR ini dilakukan dengan melihat data 3 juta kelahiran di 9 negara. Riset ini lebih difokuskan pada partikel halus di udara yang bisa masuk ke saluran pernapasan manusia.
Hasil riset itu mengindikasikan, makin tinggi paparan polusi udara, makin rendah berat badan bayi.

Daihatsu melahirkan mobil Ramah Lingkungan

 Hari Bumi Sedunia yang diperingati pada Senin, 22 April 2013 menjadi momen bagi industri otomotif untuk meluncurkan kendaraan yang ramah lingkungan. Prinsip yang dikenal dengan Teknologi Hijau ini, akan mengurangi emisi gas berbahaya yang meracuni Bumi. Salah satu wujud aspek ramah lingkungan pada kendaraan adalah penggunaan bahan bakar yang bersih. Saat ini, banyak pabrikan yang memakai gas, listrik, atau bahan bakar nabati untuk menggerakan mesin kendaraan buatannya.

 Belum lama ini sejumlah produsen otomotif gencar memperkenalkan mobil murah dan ramah lingkungan yang dikenal denga LCGC atau Low Cost Green Car. Namun meski termasuk mobil murah, mobil LCGC ternyata harus menkonsumsi pertamax, bahan bakar minyak beroktan 92. Dengan konsumsi BBM 1 liter yang bisa menempuh jarak 22 kilometer, maka produk LCGC sangat irit bahan bakar.

 Salah satu brand produk mobil terkenal Daihatsu ternyata telah ikut ambil bagian dengan mengeluarkan mobil LCGC-nya. Daihatsu mengeluarkan AYLA,setelah melalui uji emisi ternyata AYLA pernah mencapai penggunaan bahan bakar teririt yakni 1 liter/27 km. Uji coba ini dilakukan dengan cara menyetir yang hemat. Mulai dari mempertahankan kecepatan rata-rata di 50 km/h, sampai dengan tidak menekan pedal gas terlalu dalam. Bagi Anda yang tidak tahu cara menyetir yang hemat, Daihatsu AYLA sudah menyediakan fitur Eco-Driving. Fitur ini akan menampilkan informasi jarak rata-rata, dan seberapa efisien penggunaan bahan bakar selama  menyetir. Meski harus menggunakan pertamax, mobil LCGC ini diklaim akan tetap hemat bahan bakar. Jadi,  tidak perlu takut akan mengeluarkan uang lebih untuk menggunakan mobil murah dan ramah lingkungan ini.

ayla3

Ini dia mobil incaran kami, dengan warna favorit

Sudah sepantasnya para produsen yang berkaitan erat  dengan pencemaran udara  memikirkan jalan keluar untuk mengurangi pencemaran udara. Kami yang memiliki mobilisasi sangat tinggi, tentunya sangat membutuhkan kendaraan. Dan kami mempercayakan Daihatsu sebagai mobil keluarga. Dari berangkat ke kantor, mengantar anak-anak sekolah, acara keluarga dan sebagainya. Kami ingin hidup lebih baik dan kami juga ingin segala aktivitas kami berjalan tanpa hambatan.

IMG_0055

Anak-anak sehat dengan Daihatsu Xenianya

 

Ternyata pilihan kami tidak salah, Daihatsu sangat memahami kekhawatiran itu. Dan peduli atas dampak negatif yang terjadi akibat pencemaran udara. Saat ini kami memang belum memiliki mobil ramah lingkungan. Pada pameran otomotif tahun 2012 kemarin, kami sudah mengincar mobil Daihatsu AYLA ini. Hanya pada waktu itu masih dalam tahap produksi.  Sebagai konsumen pun kami tidak akan merasa khawatir lagi jika harus memiliki mobil yang ramah lingkungan. Bukan itu saja, kami juga ingin anak-anak dan ibu hamil yang merupakan cikal bakal generasi penerus tetap hidup sehat dengan udara berkualitas. Biarkan anak-anak tumbuh sehat dengan menjaga udara yang mereka hirup. Menyelamatkan Bumi berarti menyelamatkan generasi penerus. Mereka pantas hidup dan kita yang menjaga udaranya !

daihatsu-blogdetik

Sumber Artikel :

http://health.kompas.com/read/2013/04/15/10363298/Polusi.Udara.Tingkatkan.Risiko.Kanker.Pada.Anak

http://health.kompas.com/read/2013/02/06/13301489/Polusi.Udara.Sebabkan.Berat.Bayi.Lahir.Rendah

http://green.kompasiana.com/polusi/2013/04/144/polusi-di-indonesia-dan-efeknya-546087.html

http://ciricara.com/2012/12/28/ternyata-mobil-lcgc-harus-gunakan-pertamax

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s