Menghayati Cinta dan Kebahagiaan Melalui Meditasi

love

Salah satu takdir manusia hidup adalah memiliki cinta dan kebahagiaan. Namun terkadang kedua perasaan ini juga bisa menjadi bumerang kepahitan. Kehadiran cinta yang tidak pernah terduga mampu membuat manusia melupakan jati dirinya. Atau kebahagiaan yang dirasakan oleh hadirnya cinta malah membawa petaka. Kesalahan dalam merespon kehadiran cinta adalah salah satu penyebab dari kepahitan itu sendiri. Bersikap bijak dan pendewasaan dalam berpikir sangat diperlukan dalam mengantisipasi datangnya cinta.

Cinta yang hakiki sejatinya adalah membawa kebahagiaan, bukan sebaliknya. Tapi, pada masa kini banyak sekali kita lihat justru manusia banyak yang tersiksa dengan kehadiran cinta. Bahkan yang lebih ekstrem lagi adalah banyaknya kasus perceraian di kalangan selebritis tanpa alasan yang kuat. Mereka berkata masih cinta tapi mereka lebih memilih berpisah. Apakah itu hakekat hidup dengan cinta ? Toh cinta tidak selamanya harus memiliki, begitulah kira-kira kata pamungkas untuk menutupi perkara mereka.

Berbagai permasalahan yang konkret hampir setiap hari kita rasakan. Pernah kah Anda merasakan, bahwa waktu 24 jam serasa tidak memadai karena padatnya rutinitas.  Mobilitas yang tingi ditambah lagi tekanan dari berbagai pihak memacu kinerja kita untuk selalu cepat dan cepat. Oleh sebab itu bukan tidak mungkin rasa cinta yang ada dalam diri kita perlahan mulai terkikis. Cinta juga menuntut perhatian dan kehangatan. Sebuah tuntutan yang sederhana sebenarnya, akan tetapi berat merealisasikannya. Inilah awal dari lahirnya ketidak bahagiaan itu, kondisi seperti ini akan memacu keciutan hati dan pikiran.

Ternyata mengelola cinta menjadi kebahagiaan memerlukan ruang yang luas. Cinta bukanlah sesuatu yang dapat hidup dengan pengekangan. Anda hanya butuh waktu satu menit untuk menghadirkan cinta dan kebahagiaan.

Adjie Silarus, Meditator yang mengkhususkan diri pada teknik meditasi Sejenak Hening ini, mengatakan, “Kita sebenarnya bisa menghapus beban tersebut, dengan cara mengakui dan menerima bahwa hati dan pikiran kita memang sedang dalam keadaan kalut.”

Menerima keadaan diri apa adanya, adalah jendela pertama untuk membantu mengalirkan kelegaan pada diri sendiri. Sebab, jika seseorang mengingkari kenyataan tersebut dan berusaha menekannya dalam-dalam, maka yang terjadi justru sebaliknya. Stres, ketidakbahagiaan, atau rasa sakit yang akan muncul ke permukaan.

adjieLebih jauh Adjie Silarus mengatakan,“Stres, merasa kehilangan cinta, dan tidak mampu merasakan kebahagiaan, sebenarnya adalah sinyal dari tubuh untuk memberitahu kita, bahwa ada hal yang perlu kita bersihkan. Bisa dari pikiran, bisa pula dari hati. Karena itu, dengarkanlah sinyal tersebut. Sisihkan waktu untuk sejenak memberi kesempatan pada diri sendiri guna menerima segala kabar yang disampaikan oleh tubuh kita.”

Penerimaan terhadap setiap hal, baik ataupun buruk, adalah kunci untuk kembali mendapatkan kebahagiaan dan cinta yang didambakan. Menurut Adjie, pada saat seseorang sudah mampu menerima apapun yang dia alami dalam hidup, maka pikiran dan hatinya akan tergerak untuk mencari jalan keluar. Ibarat sebuah bendungan yang tersumbat, ketika penghambatnya disingkirkan, maka air akan kembali mengalir dengan lancar.

“Kita tidak memerlukan waktu terlalu lama untuk mengembalikan kesadaran terhadap makna penerimaan diri. Cukup sisihkan waktu barang satu menit, atur posisi duduk Anda, tegakkan posisi punggung, dan mulailah mengatur pernapasan. Lepaskan keinginan untuk melawan, dan biarkan tubuh serta pikiran Anda rileks sejenak. Inilah yang disebut Meditasi, yakni sebuah cara untuk membantu kita menyadari dan menerima diri sendiri apa adanya,” ujar Adjie.

Teknik meditasi secara ilmiah terbukti membantu meningkatkan aktivitas otak yang mengarah pada munculnya perasaan sayang dan kesadaran diri, serta mengurangi laju aktivitas bagian otak yang berhubungan dengan munculnya rasa stres; seperti yang dilansir oleh tim peneliti dari Massachussets General Hospital. Sebanyak 16 partisipan diminta melakukan meditasi selama delapan minggu, dan kemudian direkam aktivitas otaknya.

“Meditasi sudah digunakan orang sejak lama untuk membantu menyeimbangkan diri. Namun kemudian banyak yang salah kaprah, mengira bahwa ini hanya khusus untuk agama tertentu. Padahal sebenarnya tidak demikian. Meditasi bisa dipelajari dan dilakukan oleh siapapun,” tutup  Adjie Silarus dengan senyum khasnya.

Awards_Photo

Personal Branding Agency, Indscript Creative

Manajemen Adjie Silarus, 268ED6C1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s