Little LuVe Litee, Make Big Love !

love

Unik, begitulah kira-kira yang terlintas pada pernikahan kami. Di saat kebanyakan orang memandang cinta sebagai dasar untuk berumah tangga, justru sebaliknya tidak pada kami.  Pernikahan kami justru lahir karena perpedaan. Perbedaan usia yang mencolok membuat cinta jadi terbelenggu. Mahligai rumah tangga yang kami bangun hanya berdasar pada niat untuk saling beribadah. Bahkan kaca mata cinta yang kami pakai tidak dapat menembus niatan kami itu. Seperjalanan waktu, cinta yang tumbuh dalam diri kami hanya di awali dengan hal kecil, yaitu “perhatian”.

Perhatian yang kami lakukan satu sama lain ibarat meteor pada rumah tangga kami. Kecil bersinar namun berdampak luar biasa. Percikannya menimbulkan kehangatan. Cahayanya memancarkan semangat. Semangat untuk tetap menjaga yang telah kami bangun.

Hari dan bulan terus berganti hingga menapaki tahun ke-4 pernikahan kami. Sejatinya orang berumah tangga dalam kurun waktu tersebut sudah tercapai beragam kesamaan, lagi-lagi tidak terjadi pada kami. Justru perbedaan di antara kami semakin bertambah bahkan semakin variatif. Unik bukan ?

Tapi entah kenapa perbedaan yang semakin variatif tersebut membuat kami selalu terpacu untuk melakukan hal-hal baru. Kami senantiasa menyikapi perbedaan tersebut dengan perspektif logika. Perbedaan ini mendorong kami untuk terus bebenah diri dan  belajar. Belajar  tanpa batas. Menghargai tiap kekurangan dan menerima perbedaan dengan ikhlas. Kami yakin bahwa di balik kekurangan dan perbedaan ini pasti ada sebuah rahasia besar yang akan membuat kami terus bersama.

Hal terbesar lain yang kami rasakan adalah bahwa perbedaan di antara kami telah melahirkan kedekatan. Kedekatan inilah yang kami rasakan bagai tetes embun. Meski setetes namun mampu menghilangkan dahaga seharian. Kami selalu asyik berdiskusi tentang perbedaan kami masing-masing. Ada satu diskusi yang akan saya ingat terus sampai kapan pun, yaitu tentang perjuangan dan niat awalsebelum kami melangkah ke tangga pernikahan. Jika kami mengingatnya maka mustahil segala pikiran buruk tentang rumah tangga akan terlintas. Insya Allah…

“Diskusi adalah cara yang ampuh dalam menyikapi sebuah perbedaan”

 Kami selalu melakukan diskusi tanpa sekat waktu dan tempat. Ada satu yang menjadi kebiasaan kami manakala diskusi telah usai, ialah  ngemil. Adakalanya cemilan tersebut saya beli. Tapi  lebih sering saya membuatnya sendiri. Saya memiliki alasan, mengapa saya bersusah payah membuat cemilan.

“Kemarin jadi beli es krim ?”tanya suami, seraya matanya tak lepas dari  televisi.  “Iya jadi, mau ?”tawar ku sambil berjalan ke arah lemari pendingin.   Aku membuka freezer dan mengambil LuVe Litee dengan varian rasa coklat.

“Tapi bukan es krim yang biasanya loh ! Ini produk baru dari Campina,”timpalku lagi. “Ya…boleh ,”kata suami semangat.

IMG_0075

LuVe Litee “berbeda” tapi tetap menyatu

Dari sekian banyak perbedaan hanya satu persamaan yang kami miliki. Kami sama-sama menyukai es krim. Ah, beruntunglah masih ada kesamaannya pikirku sambil membuka cup LuVe Litee. LuVe Littee adalah produk baru dari Campina yang memiliki tiga varian rasa, yaitu Coklat, Raspberry Rosella dan Green Tea.

Suami adalah pencinta rasa coklat, jadi saya memilihkan LuVe Litee rasa coklat untuknya. Sedangkan aku sendiri memilih rasa Raspberry Rosella.

IMG_0077

Rasa Cokelat kegemaran suami

“Ko kecil ?”komentar suami setelah melihat penampakkan LuVe Litee. “Jangan dilihat kecilnya dong Pieh, LuVe Litee ini es krim Lowfat dan 100 % Non Dairy,”terangku kemudian. “Untuk orang seusia kita LuVe Litee ini sangat pas, karena LuVe Litee tidak mengandung susu dan rendah lemak  ,”uraiku panjang lebar.

Satu, dua, tiga, empat, lima…lima suap sudah LuVe Litee menari-nari di atas lidah suami. Sampai akhirnya…“Cukup. Simpan ya bu,”pinta suami.  Sayang jika mau dihabiskan, begitulah alasannya saat aku tanya mengapa LuVe Liteenya  tidak dihabiskan. Ada rasa apa aja,”tanya suamiku.

Aku pun menyebutkan tiga varian rasa yang diluncurkan oleh Campina. “Ada rasa Capuccino nggak ?”tanyanya lagi. Aku menggeleng, sambil berdiri menuju ke lemari pendingin.   Aku menyimpan sisa LuVe Litee milik suami, lalu mengambil satu LuVe Litee lagi dengan varian rasa Raspberry Rosella. Tak lama kemudian aku sudah duduk di samping suamiku dan langsung menikmati LuVe Litee dengan rasa pilihanku.

IMG_0076

Raspberry Rosella – Amazing rasa !

Amazing ! Ungkapan itulah yang tepat untuk si kecil LuVe Litee. Teksturnya lembut dan langsung meleleh di lidah. Sensasi kelembutannya sangat terasa pada colekan pertama. Dan pada colekan berikutnya penikmat es krim akan dikejutkan dengan selai berwarna merah. Nyes…nyes kesegaran selainya membuat rasa LuVe Litee semakin spektakuler.

Tidak cukup rasanya hanya menikmati satu cup saja. Hasrat untuk menikmati LuVe Litee terus menggoda.

“Gimana Pieh es krim barunya,”tanyaku setelah melahap tanpa sisa.  Aku menunggu jawaban suami dengan perasaan was-was. “Hmmm…mantap,”jawab suami sambil memperlihatkan jempolnya. “Ternyata es krim tanpa susu enak juga ya,”komentarnya lagi.

Mulai sekarang kami tidak perlu takut lagi makan es krim. LuVe Litee aman dikonsumsi bagi siapa saja, tanpa takut gemuk. Pokoknya LuVe Litee menepis semua ketakutan akan dampak negatif kesehatan. Kehadiran LuVe Litee membuat perbedaan jadi semakin indah dan terus bergulir. Sebagaimana embun yang kecil, begitu pula dengan LuVe Litee. Sekali pun kecil namun LuVe Litee mampu membuat sebait cinta hadir di antara perbedaan kami. Biarkan perbedaan ini tetap ada, dan tak usah mencair. Apa pun yang terjadi pada kami, akan  kami syukuri tanpa lelah. Semoga Luve Litee yang kecil dan imut ini selalu menemani hari-hari kami yang penuh perbedaan ini. See You LuVe Litee…!

luve

2 thoughts on “Little LuVe Litee, Make Big Love !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s