Cerdas yang Menular

otakAllah SWT menciptakan manusia dengan kadar akal yang berbeda. Masing-masing otak manusia memiliki tingkatan dalam muatannya. Itulah sebabnya kita mengenal ada manusia yang berotak encer alias pintar dan ada manusia yang otaknya bebal atau bodoh. Pintar dan bodoh adalah dua sifat manusia hasil dari sebuah keturunan. Sebagaimana kita ketahui bahwa keturunan itu berasal dari gen yang diwariskan dari kedua orang tua. Dengan demikian ke dua sifat tersebut tidak bisa diganggu gugat keberadaannya. Akan tetapi bagi manusia yang diwariskan pada sifat bodoh tidak perlu berkecil hati dan merasa tersisih dengan manusia yang pintar.  Banyak hal dapat dilakukan untuk mengadaptasi kepintaran. Jadi bukan berarti manusia bodoh tidak bisa berbuat apa-apa dan selalu pada posisi terbelakang.

Pernahkan Anda mendengar tentang Cerdas Yang Menular ?

ERMALEN DEWITA CV

Ermalen Dewita seorang motivator perempuan Indonesia mengatakan dengan penuh semangat,“Kita sangat jarang atau bahkan dapat dikatakan tidak pernah mendengar ada kecerdasan yang mampu menular ke orang lain. Hal yang paling sering kita dengar adalah penyakit yang menular atau rasa emosional yang dapat menular ke orang lain,” ujarnya. Untuk menguji kecerdasan yang menular ini, harus dilakukan di lingkungan akademisi. Karena lingkungan ini benar-benar mengandalkan fungsi otak  dalam kesehariannya. 

Ermalen Dewita, motivator pemberdayaan diri yang aktif memberikan pelatihan pengembangan diri ini mengatakan lebih lanjut di Amerika pernah dilakukan sebuah penelitian  bahwa kepintaran atau kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang bisa ditularkan kepada orang lain.

Seorang anak memiliki peringkat ke-100 di sekolah kemudian berteman dengan anak yang memiliki peringkat ke-50. Dari pertemanan tersebut, anak dengan peringkat ke-100 mengalami kenaikkan peringkat hingga 10-15 peringkat. Melalui fakta ini, bisa diambil kesimpulan bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang bisa ditularkan. Memiliki lingkungan yang baik akan mampu membuat orang lain menjadi baik pula. Hal tersebut dibuktikan oleh anak dengan peringkat ke-100 yang mengalami kenaikan peringkat, dikarenakan berteman dengan anak yang lebih pintar.

Nah, sekarang terbukti bukan kalau cerdas itu bisa menular. Akan tetapi hal yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa otak manusia tetap seperti apa adanya. Bukan volume otaknya yang bertambah tapi semangatnya. Jiwa semangat dari manusia yang otaknya pintar tersebut telah menular kepada manusia yang otaknya bodoh. Jadi jika manusia bodoh berteman dengan manusia pintar mau tidak mau dia akan terpacu untuk menjadi pintar.

Perempuan motivator yang telah menelurkan buku “Magnet Cinta” ini berpendapat,“Kualitas diri seseorang dapat dilihat dari lingkungan dan teman-teman yang sering diakrabinya. Semakin tinggi tingkat kecerdasan teman yang diakrabi, akan semakin besar peluang bagi diri kita untuk menjadi lebih pintar. Sebaliknya, bagi mereka yang pintar, tidak akan bertambah bodoh. Dalam hal ini faktor lingkungan memegang kendali dalam membentuk sebuah karakter emosional. Pergerakan otak kiri sudah mulai diperlihatkan dengan hadirnya semangat. Jika Anda berada dalam wilayah yang penuh semangat maka otomatis jiwa dan pikiran Anda akan ikut terbakar. Itulah sebabnya pandai-pandailah dalam memilih linkungan. Pilihlah lingkungan yang beraura positif bagi perkembangan pribadi Anda.

 

Awards_Photo

Personal Branding Agency, Indscript Creative

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s