Perlunya Media Digital dalam Sistem Pendidikan

sekolah

Setiap tahun dunia pendidikan Indonesia selalu diwarnai dengan karut marut persoalan. Terutama jika menjelang UN atau Ujian Nasional. Beberapa borok yang ditinggalkan dalam UN kemarin adalah terlambatnya distribusi soal ke beberapa wilayah. Alhasil, Ujian Nasional menjadi tidak serempak dilaksanakan.  Dengan begitu seharusnya sudah bukan menjadi UN lagi karena ujiannya tidak dilaksanakan secara bersamaan. Hal ini sangat dimungkinkan terjadinya beberapa indikasi moral, seperti kebocoran soal atau ulah contek mencontek antar siswa.

Yang sangat disayangkan adalah komentar dari pejabat tinggi Negara yang berkompenten dalam bidangnya. Hanya sebuah permohonan maaf. Naif sekali bukan ? Itulah potret dunia pendidikan Indonesia yang selalu buram dari tahun ke tahun. Tidak ada perubahan yang sigifikan sama sekali.  Padahal semua manusia di seluruh dunia mengakui dengan jelas, bahwa pendidikan di mana pun dan kapan pun adalah tonggak bagi berkembangnya peradaban suatu bangsa, tanpa kecuali Indonesia. 

Oleh sebab itu dunia pendidikan di Indonesia sudah harus menata dalam segala segi, baik itu manajemen internnya dalam hal ini adalah sistem kurikulumnya atau eksternnya yaitu relasi antara guru, siswa dan orang tua. Karena ke tiga unsur ini adalah factor terciptanya dunia pendidikan.

Pernahkah terbayang dalam benak, jika suatu saat penggunaan media digital diterapkan dalam proses belajar-mengajar, berkembang lebih jauh daripada sekedar sebagai alat bantu mengajar? Media digital memiliki kelenturan nyaris tak terbatas. Penggunaannya bisa dirancang sedemikian rupa sesuai dengan tujuan serta kreativitas pemakainya. Untuk dunia pendidikan, media seperti ini adalah aset yang sangat berharga. Terutama karena pendidikan ditujukan untuk menghasilkan SDM berkualitas.

razi2Menurut Razi Thalib, CEO dari Bridges & Balloons Digital Agency, pendidikan adalah salah satu kunci untuk menghasilkan sebuah masyarakat yang memiliki standar tinggi dalam suatu pencapaian. Pria kelahiran tahun 1980 ini mengatakan lebih lanjut, bahwa media digital dapat dikembangkan menjadi sarana untuk mempermudah manajemen sekolah. Beberapa metode yang bisa diterapkan adalah :

  • Sekolah dapat merancang sistem digital yang memungkinkan siswa dan guru mengisi buku absen secara online; yang digabung dengan sistem pengecekan, agar orangtua bisa tahu apakah anaknya bolos atau tidak.
  • Sekolah menyediakan sistem akses yang membuat siswa dan orangtua bisa mendapatkan catatan rapor dan aktifivas mereka setiap saat tanpa harus datang ke sekolah dan menjalani prosedur rumit.
  • Sekolah juga dapat mengembangkan media digital sebagai sarana menumbuhkan sikap kritis serta memperluas akses informasi dan ilmu pengetahuan bagi siswanya.

“Itu akan menghemat banyak waktu serta praktis dalam hal manajemennya. Juga memudahkan pihak sekolah maupun orangtua untuk segera mengambil langkah jika menemukan ada kecenderungan prestasi siswa menurun, atau ada masalah lain yang mengganggu interaksi mereka di sekolah,” ungkap Razi, yang menjadikan utak-atik media digital sebagai salah satu hal yang sangat digemarinya.

Para birokrat, guru, dan orangtua perlu mulai memberi ruang yang cukup bagi siswa. Sebab selama ini, ada kecenderungan para pengambil kebijakan dan pelaksana masih berusaha mempertahankan status quo; dengan menghambat akses informasi atau mengangkat orang-orang yang kualifikasinya dipertanyakan. Juga masih lazim terjadi, mereka tidak memperkenankan adanya kritik yang muncul dari siswa dan menutup pintu dialog. Padahal justru kedua hal itu sangat penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

“Mau tidak mau, dengan berkembangnya dunia digital serta kemudahan akses internet, siswa akan mendapatkan apapun yang mereka mau; termasuk jenis informasi yang destruktif. Jadi, mereka perlu mendapat input tentang itu dari pihak sekolah dan orangtua. Bukalah kesempatan seluasnya bagi siswa untuk bertanya, mencoba, dan mengembangkan kemampuan nalarnya. Jelaskan dengan logika dan standar moral secara umum; serta hindari reaksi yang dogmatis, seperti melarang tanpa penjelasan tuntas. Gunakan media digital untuk mempermudah proses belajar-mengajar, dan membantu siswa mendapatkan informasi yang relevan serta melakukan riset untuk tugas sekolah mereka,” ujar Razi.

Awards_Photo

Personal Branding Agency, Indscript Creative

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s