Sepenggal Kisah Persahabatan

Setiap kali melihatmu, selalu hadir semburat wajah seorang gadis yang sabar dan kuat.  Karena keberadaanmu di mana-mana, maka wajah itu pun selalu terlihat di mana-mana. Mengiringi sosok dirimu dan akan lenyap saat gelap datang menyelimuti bumi. Demikian pula dengan wajah gadis itu, seketika ikut lenyap bersama mu. Aku sendiri hampir lupa kapan pertama kali kita bertemu dan di mana. Tapi yang ku ingat adalah saat dokter memanggil ku ke kamarnya untuk bicara empat mata. Dokter menjelaskan dengan sejelas-jelasnya, yang di awali dengan pertanyaan apa hubungan ku dengan gadis itu. Aku jawab, bahwa dia adalah sahabatku, teman satu kos.

Sebenarnya aku sudah menduga apa yang akan dikatakan dokter padaku. Namun dugaan ku tidak separah yang dikatakan dokter, bahkan tidak sampai pada vonis kematian. Ternyata dugaan ku meleset  jauh, penderitaan temanku sudah memuncak. Pengobatan ala kedokteran yang dikenal dengan kemoterapi rasanya sudah tidak bisa dilakukan. Karena sel ganasnya sudah menyebar ke seluruh tubuh bahkan sudah sampai  paru-paru ( metastasis ).

Dokter cantik itu sangat menghargai perasaan ku yang sudah tercabik-cabik, akhirnya dia menyarankan untuk memberi pengobatan dua arah, yaitu secara herbal dan konvensional. Ke dua cara ini dimaksudkan untuk berpacu melawan akar ganas yang telah menyebar. Mudah-mudahan waktu 4 bulan dapat diperpanjang sampai mencapai titik kesembuhan. Sembuh ? Mendengar kata ini merupakan mukjizat yang sangat luar biasa. Sembuh adalah kata yang paling berharga untuk diucapkan.

Langkahku selanjutnya adalah mencari dokter herbal, lima tahun yang lalu mencari dokter herbal tidak semudah saat ini. Alhamdulillah, Allah selalu memudahkan hambaNya yang mau berusaha. Setelah tanya sana sini, aku pun menemukan seorang dokter herbal yang piawai dalam meracik tumbuh-tumbuhan.  Setelah aku ceritakan penderitaan temanku, dokter ini pun menuliskan racikan laksana resep obat. Hanya saja yang tertulis di situ adalah jenis tanaman obat di mana satu pun tidak ada yang ku ketahui. Semua jenis tanaman obat tersebut terasa sangat asing dan tentu saja sulit ku dapat.

Nah, dari resep pemberian dokter herbal inilah aku mengenal mu dan teman-teman mu. Setelah semua teman-temanmu ku dapat, aku hanya tinggal mencari mu. Sebenarnya tidak sulit mencari keberadaan mu, asalkan saja teliti mengenal ciri-ciri mu. Tekstur mu agak keras, berbeda dengan kebanyakan tanaman. Warna hijaunya pun cenderung kusam dan sama sekali tidak mengkilat. Bentuk tubuh mu oval, hanya berdiameter satu centimeter, kecil kan ?  Habitat mu yang sebenarnya adalah batang pohon, namun terkadang ada juga yang di tanah. Kamu terlahir dengan nama latin Drymoglossum pilloselloides dan kebanyakan masyarakat memanggil mu ‘sisik naga’. Ya, karena bentuk mu memang menyerupai sisik hewan naga.

Ini loh sekilas tentang Sisik Naga ( Drymoglossum pilloselloides ) :

 Sisik Naga001

Sisik Nagarev

Sumber dari sini

Aku harus memetik mu segenggam untuk selanjutnya dicampur dengan teman-temanmu yang lain, yaitu :

  •  Mahkota Dewa ( Phaleria macrocarpa )
  • Daun Srikaya
  • Temu Putih ( Curcuma zedoaria )
  • Keladi Tikus ( Typhonium flagelliforme )
  • Sambiloto ( Andrographis paniculata Ness )
  • dan Temu Mangga ( Curcuma mangga )

Semua tanaman itu direbus dengan dua gelas air hingga menjadi satu gelas. Lalu diminum tiga kali sehari. Aku sendiri tidak cukup ilmu mengapa kamu dan teman-temanmu dapat menghambat perjalanan akar kanker payudara sahabatku. Tapi dokter herbal itu memberiku beberapa brosur yang menceritakan tentang hebatnya dirimu dan teman-temanmu. Dan kemarin aku pun coba mencari tahu kembali khasiat apa yang terdapat dalam dirimu sehingga kamu dan teman-temanmu masuk kategori tanaman obat.

Dan ini teman-teman mu yang lain :

Mahkota Dewa

Sumber gambar dari sini

Srikaya

Sumber dari sini

Temu Putih

Sumber dari sini

Keladi Tikus

Sumber dari sini

Sambilotorev

Sumber dari sini

Temu Manggarev

Sumber dari sini

Begitulah aku mengenal mu sampai akhirnya kita menjadi akrab dan mengenal satu sama lain. Yang paling ku ingat pada saat aku memetikmu adalah, bahwa kamu selalu mengajakku tersenyum. Kamu sangat tahu tentang perasaanku saat itu. Ya, betapa aku sangat takut kehilangan sahabatku. Teman berbagi suka dan duka, senasib dan sepenanggungan. Dan sampai saat ini pun aku masih ingat senyummu itu, senyum yang penuh kekuatan dan semangat. Kamu juga mengajarkan banyak hal padaku. “Lihat Ety…!  Habitat mu jauh lebih baik daripada aku. Tapi aku tidak mengeluh, bahkan aku tidak punya teman sepertimu. Tidak ada tanaman yang mau berteman denganku, karena hidupku ‘menumpang’ di batang pohon. Namun, sekalipun hidupku menumpang aku tidak merugikan pohon yang ku tumpangi. Ayo, semangat Ety !”teriakmu menyemangatiku.

Seiring dengan teriakan semangat mu, air mata ku meleleh. Innalillahi wa inna ilaihi raajiun, ku genggam erat jemari sahabatku yang semakin dingin. Ku usap wajah sahabatku agar matanya tertutup rapat. Sesungging senyum menyeruak indah, menandakan berakhirnya penderitaan fana. Inaz, begitulah aku memanggil sahabatku itu, telah berpulang ke haribaan Nya mendahului aku. “Selamat jalan teman, maafkan segala kesalahanku dan ku maafkan segala kesalahanmu. Tunggu aku, sampaikan salamku pada pemilik ruh,”lirih ku bisikkan sepenggal kalimat di telinga Inaz.

Di seberang sana, tepatnya di atas meja, sisik naga diam tertunduk. Aku memang tidak melihatnya meneteskan air mata tapi aku merasakan duka yang mendalam. Aku bangkit dan menghampirinya. “Terimakasih sahabat, kamu dan teman-temanmu telah menyambung waktu persahabatanku dengan Inaz, meski hanya 8 bulan. Kehendak Allah jualah semua ini berakhir di dunia dan akan berlanjut di akherat kelak. Tempat kekal dambaan semua mahluk,”ucapku pilu. Sisik Naga menahan haru dan mengerjapkan mata bulatnya. Tes…tes…tes… dia pun menangis.

4 thoughts on “Sepenggal Kisah Persahabatan

  1. Dulu saya punya tanaman mahkota dewa mbak, ibu saya biasa mengkonsumsinya karena ada benjolah di belakang lehernya, tapi setelah rutin minum air rebusan dari buahnya yg udah kering, sekarang benjolannya udah gak ada lagi…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s