Pilihan Saya : Sehat Jasmani Dan Rohani

Hidup adalah takdir yang harus dijalani apapun resikonya, namun terkadang kita dihadapi oleh waktu di mana kita tidak bisa berbuat apa-apa yaitu sakit. Terkadang dalam keadaan seperti itulah kita baru menyadari bahwa sehat adalah situasi yang paling berharga. Seperti sudah hokum alam juga, bahwa penyesalan itu datang setelah pesta usai. Sejatinya manusia pasti tidak menginginkan kedua hal tersebut di atas, yaitu sakit dan menyesal. Karena pada dasarnya manusia tidak boleh menegatifkan ke dua hal tersebut, untuk itu ubahlah mindset Anda untuk mencapai hal-hal yang positif baik dalam jiwa maupun raga.

sakit

Sakit itu mahal lawan kata dari kalimat tersebuta adalah “sehat itu murah” oleh karenanya saya ingin membagi tips bagaimana cara saya menjalankan hidup sehat. Sebenarnya say bukanlah pelaku hidup sehat, tapi saya berusaha  memegang rambu-rambu untuk menuju hidup sehat. Saya juga tidak pernah melakukan konsultasi secara khusus dalam menjaga kesehatan.

Semua pola hidup sehat yang saya jalani kebanyakan hasil dari uji coba saya sendiri. Misalnya begini, orang dewasa memiliki jam tidur sekitar 6 – 8 jam sehari. Lalu saya menguji coba sendiri dengan mengurangi jam tidur atau sebaliknya melebihkan jam tidur. Setelah uji coba itu saya lakukan, saya amati perubahan apa yang terjadi. Apabila kekurangan tidur bagaimana dan kelebihan tidur bagaimana. Hal demikian juga saya uji cobakan pada rutinitas yang lain, seperti minum, makan, olah raga dan sebagainya. Hasilnya langsung saya amati setelah uji coba tersebut.

Jadi pada dasarnya pola hidup sehat yang saya lakukan saya jalani bagai air mengalir saja. Saya tidak mengkhususkan diri untuk menerapkannya, semuanya terjadi secara alamiah saja.

Selain tips di atas saya juga merasakan hal-hal lain yang mendorong saya untuk tetap sehat, hal tersebut adalah :

Menjalani Hidup Dengan Sepenuhnya Bukan Sempurnanya

Eiiiiiit, pastinya semua sudah pada tahu dong bahwa hidup itu tidak selalu sempurna. Jika semua sudah pada tahu mengapa kita tidak mencoba berburu untuk menjalani hidup dengan sepenuhnya. Jangan tuntut diri kita untuk mencapai kesempuranaan tapi cobalah untuk menjalani hidup dengan sepenuhnya. Bingung ya ? Baiklah saya akan coba ceritakan sedikit bagaimana cara saya menjalani hidup dengan sepenuhnya. Karena saya memiliki passion di dunia tulis menulis, maka saya akan berusaha sekonsisten mungkin menjalankan passion saya tersebut. Saya tidak mau menerapkan situasi “aji mumpung”, percaya deh saya juga pernah mencoba menerapkan situasi seperti itu tapi hasilnya malah amburadul. Hasil yang saya peroleh sangat tidak maksimal, bahkan merosot tajam.

Cerita lengkapnya begini, saya pernah menerima tawaran menulis dari sebuah jasa agensi, padahal pada saat itu saya sedang mengerjakan buku untuk  diterbitkan.  Buku yang sedang saya susun sudah berjalan 60 %, data yang saya kumpulkan juga sudah cukup untuk menyusun tulisan. Saya bekerja sebagai penulis lepas di jasa agensi tersebut dengan deadline yang mepet. Pekerjaan ke tiga yang saya lakukan adalah menerima tawaran untuk mengedit kumpulan puisi dari seorang mahasiswa. Bayangkan ! Sekalipun passion saya tulis menulis tapi tidak bisa saya kerjakan semua.

manulis

Semua tenaga dan pikiran tercurah demi tanggung jawab karena saya terikat kontrak kerja sama dengan mereka. Waktu itu yang kurang, makan tidak teratur dan pekerjaan yang setengah-setengah semua saya alami. Bukan itu saja, semua pekerjaan jadi terbengkalai, buku yang tidak selesai, artikel yang berulang-ulang diedit dan kejengkelan sang mahasiswa pada saya. Sampai akhirnya saya merasa sangat terbebani dengan semua itu, akhirnya saya melepaskan beberapa di antaranya.

Kesimpulannya : bahwa sekalipun saya mencintai pekerjaan saya, namun ada hal lain yang harus saya perhatikan. Diri dan jiwa saya menuntut haknya untuk beristirahat demikian pula dengan otak. Membatasi bekerja dan mencukupkan sesuatu adalah sebuah kemutlakan bagi saya untuk tetap bisa menjalani hidup sehat.

Bergaul Atau Bersosialita

Gaul atau bahasa kerennya sosialita adalah salah satu tips yang tidak pernah saya kesampingkan. Selain menjalani takdir sebagai mahluk sosial saya juga sangat menyukai dunia pergaulan. Menyapa, saling bertukar cerita atau sekedar melempar senyum akan melahirkan insting kekuatan jiwa. Bergaul dapat dikatakan juga menjalin silaturrahim memiliki kedahsyatan luar biasa. Banyak nilai positif yang bisa didapat dalam sebuah pergaulan, seperti dapat ilmu, teman baru, dan tentu saja rejeki. Dalam bergaulpun saya memiliki rambu-rambu yang harus saya lakukan.  Rambu-rambu yang saya pasang memiliki satu kata yaitu ‘TEPAT’ dalam artian begini :

  • ·         TEPAT dalam memilih teman
  • ·         TEPAT berbicara
  • ·         TEPAT berbuat

 Sebenarnya masih banyak TEPAT yang lainnya, ketepatan dalam bergaul selalu saya kedepankan, agar saya dapat mencapai kualitas pergaulan. Bergaul juga dapat memacu kesehatan baik fisik maupun jiwa. Saya sendiri banyak mendapatkan hikmah dari pergaulan ini, pengalaman pribadi saya adalah dengan bergaul saya merasakan ada spirit yang luar biasa. Saya bisa saja tiba-tiba sehat dari sakit setelah beberapa teman atau sahabat datang menjenguk. Atau pernah juga saya merasa terlepas dari beban masalah setelah saya curhat pada salah seorang sahabat. Padahal pada saat itu saya belum mempunyai soulusi mengatasi masalah tersebut. Senyum, sapa, salam dan sayang akan lahir setelah bertatap muka sekalipun kita belum saling kenal.  Mau mencoba ? Silahkan…

senyum

 Pasrah Dan Berdo’a

Pasrah bukan berarti menyerah tapi sebaliknya berpacu untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Apakah yang lebih baik itu datang pada waktu cepat atau lambat tidak jadi masalah. Yang terpenting adalah bahwa kita bisa terbebas dari lilitan masalah, itu saja sudah cukup. Dalam memasrahkan persoalan kita juga harus menyiapkan mental untuk menerima sesuatu yang belum tahu kapan datangnya. Segalanya bisa terjadi atas ijin Allah SWT, itulah sebabnya pasrah dapat menyehatkan jiwa dan pikiran. Tenang dalam menjalani hidup adalah kunci hidup sehat selamanya. Jangan biarkan emosi menguasai perasaan kita, tapi berbuatlah agar emosi bisa dikendalikan.

do'a

 Sebagian besar penyakit itu datangnya dari kesusahan hati selebihnya dari pola makan. Ingat pola makan bukan makanannya ! Pola makan yang baik adalah mencontoh dari semut, dia tidak menhabiskan sendiri makanannya tapi dibagi-bagikan pada teman-temannya. Itulah sebabnya tubuh semut hampir sama semuanya.

Tips sehat ala saya yang terakhir adalah berdo’a, setiap manusia diwajibkan untuk memiliki waktu bermunajat pada Sang Pencipta. Semua yang terjadi pada diri kita adalah atas kehendak Illahi. Berdo’a juga bisa menjadi solusi mujarab agar kita bisa mendapatkan rasa bahagia sejati. Jika kita bersyukur atas skenario dari Allah, maka kita akan mudah mengucapkan, “Duhai indahnya hidup ini, penuh dengan gejolak tapi tidak berujung pada mudarat”.

Nah, selain dari tips di atas salah satu yang dapat memacu diri saya selalu sehat adalah dengan berbagi. Salah satunya adalah yang sedang saya lakukan ini yaitu membagi beberapa tips sehat ala say lewat blog. Semua tips ini tidak berhukum absolut, siapa sih yang menghendaki sakit ? Hanya orang-orang yang berkepribadian kerdil saja yang menginginkan dirinya sakit. Namun jika segala sesuatunya telah dijalankan dan kita tetap sakit, maka tips terakhir di atas dapat langsung dipraktekkan. Salam sehat dan semoga bermanfaat !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s