Alhamdulillah, Rafa Sehat dan Cerdas Berkat Sarapan Sehat

 

Rutinitas yang dilakukan Rafa (10 tahun) sebelum  berangkat sekolah adalah sarapan. Hal yang sudah menjadi kebiasaannya sejak mengenal bangku sekolah kini membuahkan hasil. Saat ini Rafa sudah duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar dengan prestasi sekolah cukup gemilang. Sejak kelas satu, Rafa selalu menempati posisi lima besar. Selain kemampuan akademis, kemampuan lainnya juga ia raih, seperti juara menulis, menggambar dan mewarnai. Yang paling saya kagumi dari semangat belajarnya adalah bahwa semua itu dilakukannya tanpa paksaan, dengan kata lain atas kemauannya sendiri. Bakat lain yang nampak dari Rafa adalah kesenian, seperti menari dan drama. Sayangnya karena waktu belajarnya cukup padat, maka semua bakatnya itu belum digarap dengan serius. Apa yang sudah diraih oleh Rafa kemungkinan besar adalah karena kebiasaannya selalu ‘sarapan’.

Menurut Ronald E. Kleinman, M.D., seorang dokter spesialis gastroenterologi anak serta pakar nutrisi yang mengajar di Harvard University, Amerika mengatakan, bahwa sarapan bagi anak-anak dapat mempengaruhi prestasi belajar anak di sekolah. Jika dibandingkan dengan anak yang tidak sarapan, maka anak yang rutin sarapan setiap pagi akan memiliki daya pikir dan kemampuan mengingat lebih tinggi. Beberapa kondisi negatif yang timbul dari anak yang tidak terbiasa sarapan adalah :

–       Lebih sulit berkonsentrasi

          Lambat dalam menanggapi pelajaran

          Memiliki perhatian yang amat rendah terhadap pelajaran

          Gerak geriknya lamban

          Cenderung cepat tersinggung

Dan dari informasi tersebut di atas, saya mengamati bahwa ciri-ciri negatif tersebut tidak terlihat pada diri Rafa, bahkan sebaliknya. Pengamatan saya terhadap kondisi Rafa, baik secara fisik maupun psikis dapat saya gambarkan seperti ini  :

  • ·         Cepat berkonsentrasi,

Dalam setiap kegiatan, baik belajar ataupun kegiatan lainnya Rafa sangat cepat berkonsentrasi. Misalnya saja, yang seringkali saya perhatikan yaitu pada waktu membaca atau sedang menggambar/mewarnai. Dalam sekejap Rafa sudah asyik dengan kegiatannya tersebut, sehingga hasilnya pun sangat memuaskan.

  • ·         Cepat menangkap pelajaran,

Demikian pula dalam menangkap atau menerima pelajaran, Rafa memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. Hal ini terbukti apabila Rafa menanyakan soal PR yang sulit, maka  saya hanya cukup menerangkan satu kali saja,  Rafa sudah dapat menangkapnya. Bahkan apabila saya belum selesai menerangkan soal tersebut, Rafa sudah bisa menjawabnya. Perhatian yang tajam juga ditunjukkan oleh Rafa dalam setiap mata pelajaran. Tidak pandang bulu, mata pelajaran apapun selalu mendapat perhatian, entah itu SBK ( Ketrampilan ) atau MTK ( Matematik ).

  • ·         Tangkas dan Aktif

Seperti yang sudah saya singgung di atas, Rafa juga memiliki bakat lain yang diolah dengan otak kirinya yaitu kesenian. Setiap melakukan aktifitas Rafa mampu menyelesaikannya dengan tangkas dan cepat, tidak lambat atau bertele-tele. Misalnya saja saat saya meminta dia untuk membantu pekerjaan rumah, maka dengan sigap Rafa langsung mengerjakannya.

Apa aja sih manfaat dari sarapan itu ?

Ketika pertama kali membiasakan Rafa untuk sarapan, saya tidak tahu manfaatnya secara signifikan. Yang saya pikirkan pada waktu itu adalah, supaya dia tidak mudah sakit, itu saja. Tapi ternyata hasil yang saya dapatkan dari kebiasaanya sarapan sangat banyak, beberapa di antaranya yang saya lihat adalah :

  • ·         Dapat menambah energi dan asupan nutrisi

Biasanya anak yang tidak sarapan akan kehilangan energi sebesar 30 % dan tidak memiliki cadangan nutrisi atau nutrisi yang ada akan hilang karena terkuras habis. Dalam keadaan seperti itu, anak tidak dengan mudah untuk mengimbanginya dengan nutrisi tambahan yan didapatnya pada waktu siang dan malam hari. Hal ini tidak terlihat pada Rafa, pengamatan yang saya lihat sepulang sekolah Rafa masih harus mengikuti kegiatan les tambahan atau belajar kelompok. Dan sepulang sekolah sekitar jam 15.00 Rafa masih bisa bermain dengan adiknya.

  • ·         Memperbaiki mood anak

Mood atau semangat adalah sebuah kondisi yang harus ada untuk melakukan aktifitas. Tanpa mood mustahil sebuah aktifitas akan terlaksana. Demikian pula dengan anak-anak, setiap orang tua pastinya menginginkan anaknya memiliki semangat, tidak lemah apalagi lesu. Jika hal ini terjadi pada seorang anak, maka harus dicari penyebabnya dan harus segera diatasi. Menurut sebuah penelitian, kehilangan gula darah 8 – 10 jam tanpa asupan makanan akan menurunkan semangat pada anak-anak. Cara mengatasi kehilangan gula darah ini mudah saja, yaitu dengan membiasakan sarapan pada anak. Sarapan yang baik akan me-recharge kembali gula darah yang hilang dan anak akan merasa nyaman untuk beraktifitas.

  • ·         Membantu anak untuk dapat berprestasi

Sebagai orang tua, saya memang tidak terlalu menuntut anak untuk berprestasi, namun pastinya ada rasa bangga juga apabila anak memiliki prestasi. Jadi saya bukan tipe orang tua yang menargetkan prestasi atau nilai anak itu bagus. Tapi bukan berarti asal-asalan, atau seenaknya saja. Disiplin tetap harus diberlakukan agar anak memiliki tujuan untuk apa mereka sekolah dan sebagainya. Namun terkadang prestasi saya tekankan pada hal-hal tertentu saja atau pada mata pelajaran tertentu saja. Misalnya kalau kamu punya cita-cita jadi dokter maka kamu nilai matematika dan Ilmu Alamnya harus bagus, begitu seterusnya.

 

Memilih Sarapan Yang Sehat Buat Anak

Sebenarnya menu sarapan tidak ada bedanya dengan menu makan sehari-hari, hanya saja porsinya dikurangi, tidak sebanyak pada waktu makan. Porsi ideal untuk sarapan adalah sekitar 20 – 30 % dari makanan sehari-hari. Mengapa demikian ? Karena apabila kita memberi porsi makan yang terlampau banyak akan membuat anak merasa tidak nyaman, seperti sakit perut dan cepat mengantuk. Adapun tentang menu sarapan, juga harus mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh seperti karbohidrat kompleks dan serat. Hal ini dikarenakan ke dua zat gizi tersebut dapat meningkatkan kadar gula secara perlahan dan memiliki sifat penyerapan yang baik oleh pembuluh darah.

Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dari jenis padi-padian adalah gandum utuh. Gandum dapat dicerna dengan perlahan sehingga dapat melepaskan energi secara bertahap dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Dari jenis minuman ada yang berasal dari susu dan hasil olahannya, seperti keju dan yoghurt, karena banyak mengandung protein dan kalsium. Sebagaimana diketahui bahwa protein dan kalsium dapat membantu pertumbuhan anak, terutama untuk tulang dan otaknya.

Selain itu vitamin dan mineral juga dibutuhkan sebagai menu sarapan. Zat tersebut banyak terdapat pada buah dan sayur, vitamin dan mineral berguna untuk mengatur serta membantu melancarkan pencernaan.

Berikut adalah contoh menu sarapan ala Rafa 

  •  Karbohidrat kompleks seperti : roti, mie goreng, kentang goreng, cococrunch, pasta, sereal dan nasi

kentang

  • Aneka lauk seperti : Telur dadar/omelet, nugget, sarden, bandeng presto, abon, empal, ayam goreng dan ikan bakar. Telur  banyak mengandung protein berkualitas, baik untuk membangun neurotransmitter otak. Selain itu, telur juga mengandung vitamin dan mineral esensial yang baik untuk perkembangan otak anak.

bubur

  • Satu sendok makan minyak ikan untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega-3 sebagai blok-blok yang membangun otak.
  •  Susu dan buah-buahan segar atau jus.

susui

Rafa tidak suka makan sayur pada menu sarapan, katanya suka eneg jadi saya tidak memaksanya untuk makan sayur.  Menu favorit sarapan Rafa adalah nasi goreng dengan telur dadar yang diiris tipis.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sarapan sehat buat anak :

1.    Usahakan segala jenis sarapan yang berupa lauk seperti nugget dan sarden harus buatan sendiri. Sekalipun banyak tersedia di pasaran atau supermarket, tapi tetaplah buatan sendiri itu jauh lebih sehat, bersih dan terjamin. Kalaupun harus terpaksa membelinya harus selektif dalam komposisinya. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet dan MSG karena jika sarapan yang diberikan pada anak bukan sarapan sehat, maka sarapannya tidak akan berguna atau sia-sia saja.

2.   Jangan paksa anak untuk makan sayur dan buah pada saat sarapan, kalau pun diberikan harus dalam porsi yang kecil. Biasanya perut anak belum cukup kuat menerima zat yang terdapat dalam buah dan sayur atau rasa dari buah itu sendiri. Pilihlah buah yang manis dan padat seperti pisang dan apel, jangan beri buah-buahan yang banyak mengandung air.

3.  Nah, kalau yang satu ini harus menjadi menu wajib, apalagi kalau bukan susu. Beri anak susu sekalipun hanya   sedikit,          misalnya setengah gelas. Karena jika kebanyakan juga tidak baik, anak akan merasa kenyang atau bahkan bisa sakit perut.

Ayo Sarapan Sehat ! 

Pada awalnya saya memang menyepelekan sarapan, apalagi jika membayangkan cara penyajiannya yang merepotkan. Akan tetapi setelah banyak mengetahui manfaatnya, saya tidak lagi bersikap sepele. Ditambah pula hasil yang diperoleh dengan rutinitas sarapan tersebut, Rafa jadi jarang sakit dan cukup memiliki prestasi. Sampai akhirnya saya berkesimpulan bahwa sarapan itu adalah aktifitas sederhana namun berdampak luar biasa.

Aktifitas sarapan dapat diibaratkan sebagai simbiosis mutualisma dalam lingkaran otak, tubuh dan masa depan anak. Sarapan sehat akan mencerdaskan otak dan menyehatkan tubuh. Dengan memberikan sarapan  sehat, maka secara tidak langsung kita sebagai orang tua telah menyiapkan generasi sehat dan cerdas. Orang tua mana sih yang tidak mau memiliki anak sehat dan cerdas, bahkan bisa menjadi pilar bangsa yang kuat.

Ayo…jangan malas menyiapkan sarapan sehat buat putra putri Bunda !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s