Rafa, Duta Lingkungan di Rumah Kami

earth 1

Namanya Rafa, umurnya 10 tahun anaknya cerewet, banyak tanya alias banyak mau tahunya. Bahkan kecerewetannya itu semakin menjadi-jadi apabila dia melihat kami berbuat boros. Maka Rafa tidak segan-segan menegur dan dengan gaya anak-anaknya ia memberikan pengarahan bak seorang mentor. Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Rafa bukan tanpa dasar, awalnya Rafa hanya membaca beberapa buku tentang bumi dan isinya. Dari situlah Rafa mengerti, mengapa manusia harus menjaga kelestarian alam agar kelangsungan hidup manusia terjamin.

Untuk anak seusianya Rafa termasuk anak yang sudah banyak melakukan aksi “Peduli Lingkungan”. Hal ini dilakukan oleh Rafa dengan penuh kesadaran, maksudnya Rafa tahu jika yang dilakukannya itu untuk kebaikan diri sendiri dan kelangsungan hidup alam. Pengetahuan tentang pelestarian alam dengan aksi “Reduce, Reuse dan Recycle dipelajarinya dengan serius dengan banyak membaca.

Takjub ! Perasaan itulah yang terlintas dalam benak saya, melihat Rafa begitu peduli dengan lingkungan. Gadis cilik yang duduk di kelas 5 SD ini ternyata memiliki semangat dan kerja yang besar terhadap lingkungan. Banyak sekali sesuatu yang selama ini kami anggap sepele menjadi perhatiannya, khususnya pada masalah lingkungan. Rafa bukan sekedar peduli tapi juga sangat mencintai lingkungannya. Rasa cintanya itu juga bukan hanya ucapan verbal saja, tapi dibuktikan dengan aksi-aksi kecil namun berdampak besar.

Kadang, saya merasa malu pada Rafa, meskipun cerewet tapi tetap gigih dalam mempertahankan aksinya itu. Sekalipun apa yang dilakukannya itu masih sebatas di dalam rumah, namun tidak mengurangi kekaguman saya pada Rafa. Seyogyanya apa yang dilakukan Rafa memang harus dimulai dari lingkungan keluarga, sebelum dia melangkah lebih jauh ke lingkungan luarnya.

Mau tahu, aksi-aksi apa yang dilakukan oleh Rafa dalam kesehariannya sebagai bentuk peduli lingkungan ?

 Aksi 1 : [hastag] DAUR ULANG SAMPAH

Sekolah Rafa memiliki bank sampah, setiap anak disarankan mengumpulkan sampah plastik yang berasal dari kemasan produk tertentu seperti minyak goreng, kecap, larutan pencuci piring, detergen dan lain-lain. Rafa selalu mengingatkan saya untuk tidak membuang sampah plastik bekas produk-produk tersebut. Nah, mulai saat itu saya tidak membuang sampah plastik bekas akan tetapi mengumpulkannya. Demikian pula dengan botol-botol plastik bekas minuman. Semua sampah plastik itu saya kumpulkan dan kalau sudah banyak akan dibawa Rafa ke sekolahnya. Menurut Rafa sampah itu akan didaur ulang menjadi aneka jenis produk agar lebih bermanfaat, seperti tas, dompet, tempat pinsil dan sebagainya.

IMG-20140326-00169

Sampah plastik akan disetor ke bank sampah di sekolah Rafa

Di rumah, Rafa juga meminta asisten rumah tangga kami untuk memisahkan sampah basah dan sampah kering. Adapun maksudnya adalah agar mudah dipilah-pilah, begitu katanya. Sampah basah mudah membusuk, sampah yang mudah membusuk akan mudah terurai dalam tanah. Sedangkan sampah kering hanya bisa didaur ulang di pabrik bukan di dalam tanah.

IMG-20140327-00171

Sampah di rumahpun harus dipisah

Rafa juga tidak segan mengajak teman-teman di sekolah untuk melakukan gerakan 3R ( Reduce, Reuse dan Recycle ) sebisa mungkin. Kemudian Rafa juga menerangkan arti 3R itu, begini loh katanya….

  • Reduce, yaitu tindakan mengurangi sampah misalnya kalau jajan jangan banyak yang menggunakan kemasan terutama plastik. Gunakan kertas, tissue dan kapas secukupnya aja, jangan boros. Sampai di sini Rafa juga menunjukkan bagaimana cara melakukannya, misalnya aja kertas yang sudah tidak terpakai jangan langsung dibuang, tapi digunakan lagi untuk keperluan lain seperti buat coret-coretan atau bubur kertas.
  • Reuse, yaitu tidakan menggunakan kembali, artinya gunakan kembali barang-barang bekas, misalnya botol bekas selai dimanfaatkan untuk tempat pensil dan lain-lain.
  • Recycle, yaitu tindakan mendaur ulang sampah, emang sih untuk yang ini nggak bisa dilakukan di rumah, yang bisa dilakukan hanya memilah-milah sampah yaitu sampah basah dan sampah kering agar sampahnya mudah diproses.

sampah001

 

Rasanya apa yang dipaparkan oleh Rafa sangat tidak masuk akal, bayangkan saja anak seusianya mampu membahas masalah sampah dengan lugas. Bahkan bukan hanya dibahas saja tapi sampai pada pemecahan masalah atau solusinya.

Buktinya saja, beberapa waktu lalu Rafa meminta saya untuk diajarkan cara membuat bubur kertas. Selain itu Rafa juga meminta saya untuk diajarkan membuat sampah plastik menjadi barang-barang yang layak dipakai.

IMG-20140326-00166

Koran bekas akan dijadikan bubur kertas

Aksi 2 : [hastag] BAWA BEKAL

Sekolah adalah aktifitas yang sangat disukai oleh Rafa, sebelum berangkat sekolah, sejak kecil Rafa sudah terbiasa sarapan. Selain sarapan, Rafa juga terbiasa membawa bekal daripada jajan sembarangan. Bagi Rafa jajan hanya membuang waktunya untuk bermain dengan teman-temannya. Bekal yang dibawanya akan dimakan pada saat jam istirahat, setelah itu dia masih punya sedikit waktu untuk bermain, itulah yang ada dalam pikirannya. Kalau jajan kayaknya susah punya waktu bermain, karena biasanya murid-murid akan ngantri hanya sekedar membeli makanan. Rafa tahu bahwa membawa bekal jauh lebih sehat karena bekalnya dibuat dan diolah sendiri.

Rafa juga seringkali mengajak teman-temannya untuk membawa bekal dari rumah ketimbang jajan di sekolah. Rafa juga tak segan-segan mencontohkan menu-menu yang baik untuk mereka, contohnya saja tidak menggunakan MSG dan pewarna berbahaya. Dalam hal ini Rafa kembali menunjukkan bahwa apa yang disampaikannya itu bukan becandaan. Membawa bekal akan mengurangi produksi sampah yang berasal dari pembungkus makanan. Sebagai gantinya makanan itu dibawa dengan menggunakan kotak bekal dan botol minum.

IMG-20140327-00170

Sarapan dan bekal Rafa ke sekolah

Aksi 3 : [hastag] NO PLASTIK

Setiap kali pergi belanja ke supermarket, Rafa selalu mengingatkan saya untuk membawa tas sendiri, tas yang mudah hancur dan terurai. Hal ini dimaksudkan agar saya tidak membawa belanjaan dalam plastik. Jadilah saya harus membawa tas yang dimaksud Rafa. Ya, Rafa sangat anti sekali pada plastik yang sering digunakan untuk alat membungkus. Bagi Rafa membawa tas “ramah lingkungan” jauh lebih baik daripada plastik. Rafa bilang bahwa plastik tidak bisa hancur dalam waktu singkat. Plastik yang berada di dalam bumi hanya akan menambah beban bumi. Dampak lainnya lagi yaitu merusak ekosistem dalam tanah, padahal di dalam tanah itu terdapat mahluk hidup yang bisa menyuburkan tanah seperti cacing dan lain-lain.

IMG-20140324-00163

Tas mudah hancur buat belanja

Anti plastik yang ditunjukkan oleh Rafa  adalah, dia minta agar plastik-plastik itu dimusnahkan atau dibakar. Aksi lainnya, Rafa selalu meminimalkan membeli makanan dan minuman dengan wadah plastik atau steoroform, karena ke dua bahan tersebut dapat merusak bumi. Akhirnya setiap kali bepergian, Rafa lebih sering membawa minuman dalam botol khusus atau tumbler demikian pula dengan makanan. Perilaku Rafa ini menunjukkan bahwa dia telah mendedikasikan dirinya untuk menjaga kelangsungan hidup bumi.

plastik

Tinggalin plastik yuk…!

Aksi 4 : [hastag] HEMAT LISTRIK

Nah ini dia nih yang paling sering bikin Rafa cerewet, “hemat listrik”. Rumah kami ini dihuni oleh tiga generasi, ada eyang kakung, orang tua Rafa dan adik-adik Rafa, jumlah anggota keluarga kami ada 7 orang ditambah assisten rumah tangga dan anaknya, total ada 9 orang. Dari sembilan orang ini masing-masing memiliki kebiasaan dan perilaku berbeda, maksudnya ada yang disiplin dan ada yang tidak. Anehnya Rafa tidak pernah bosan untuk melakukan aksi hemat listrik, berbagai cara dilakukannya agar program “hemat listrik hemat biaya” berjalan dengan mulus. Adapun beberapa cara yang dilakukan oleh Rafa untuk menghemat listrik adalah :

  •  Mematikan lampu yang tidak terpakai, menyalakan lampu teras pada saat hari benar-benar sudah gelap, misalnya jam 6.30 sore dan matikan lampu teras sebelum hari terang.
  • Menyalakan pendingin ruangan dengan timer, cukup  3 – 4 jam dan setelah itu matikan. Jadi pendingin ruangan tidak dipakai selama tidur, sekalipun belajar Rafa tidak menggunakan pendingin ruangan.
  •  Rafa selalu meminta saya untuk mencabut colokan listrik apabila mau tidur, katanya colokan yang masih tertancap akan menyebabkan arus pendek. Arus pendek inilah yang sering menjadi penyebab kebakaran, selain itu aliran listrik akan terus berjalan sehingga pemakaian listriknya besar dan jadi boros.
  • Rafa juga mencari cara untuk anggota keluarga yang sering lupa mematikan lampu, seperti eyang kakung, maka Rafa membuat tulisan yang ditempel di dinding kamar mandi. Jadi apabila eyang membaca tulisan itu kran airnya langsung dimatikan.
IMG-20140324-00165

Begini nih cara Rafa mengingatkan eyang agar jgn lupa matiin kran

Aksi 5 : [hastag] HEMAT AIR

Rafa pernah bertanya pada saya, mengapa kami harus membeli air ( kami memang menggunakan air yang dipasok oleh PDAM ) padahal alam sudah menyediakan air. Setelah saya jelaskan ala kadarnya, Rafa cukup mengerti dan sejak saat itu Rafa sangat efisien terhadap penggunaan air. Rafa selalu meminta kami untuk menyalakan kran air sekecil mungkin. Menurut dia kalau aliran airnya kecil maka bayarnya juga kecil. Maklum pemikirannya masih versi anak-anak banget. Jadi krannya tetap dinyalakan hanya alirannya dikecilkan, maksudnya dengan cara menampung air di bak mandi. Bahkan untuk mencuci mobil saja Rafa melarang, katanya lebih baik mobilnya dicuci di tempat pencucian mobil.

Aksi 6 : [hastag] NAIK KENDARAAN UMUM

Kalau yang ini, Rafa belum begitu menyadarinya, tapi sudah dilakukannya, setiap berangkat dan pulang sekolah Rafa dan adiknya menggunakan jasa ojek. Terus terang aja, alasan sebenarnya adalah supaya tidak terlambat ke sekolah, karena naik ojek bisa cepat tiba di sekolah ketimbang pake mobil. Selain itu, kami juga lebih sering menggunakan angkutan umum daripada pake kendaraan sendiri, kalaupun harus dengan mobil perginya pasti beramai-ramai.

Ternyata gerakan menggunakan transportasi publik ini dapat mengurangi tingkat polusi udara. Polusi udara akan berakibat buruk bagi pernapasan manusia, bukan itu saja bagi pernapasan bumi juga. Siapa bilang bumi tidak perlu bernapas ? Bumi juga harus menjaga kesehatan tubuhnya, sehingga bumi memerlukan udara segar. Kepahaman seperti inilah yang saya tularkan pada Rafa, dan rasanya Rafa memahaminya. Oleh karena itu dia tidak merasa minder ketika berangkat dan pulang sekolah harus naik ojek. Selain tidak terlambat sampai di sekolah, Rafa juga sudah mengurangi laju polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan. Setelah cukup mengerti Rafa juga menyimpan seribu keinginan agar teman-temannya juga berlaku seperti dia. Bahkan kalau rumahnya tidak jauh dari sekolah Rafa ingin sekali naik sepeda ke sekolah.

Aksi 7 : [hastag] SELAMATKAN DAN TANAM POHON

Pohon di mata Rafa adalah sumber penghidupan, semua nampak indah jika ada pohon nggak gersang katanya. Ucapannya ini terlontar saat dia menyaksikan berita TV tentang kebakaran hutan yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu. Berita yang dilihatnya itu membuat Rafa berkomentar banyak, setahu dia pohon harus diselamatkan, karena sudah tidak aman lagi. Menyelamatkan pohon berarti menjaga kehidupan bumi juga. Sewaktu saya tanya bagaimana cara menyelamatkan pohon, dia agak sedikit bingung. Lalu dia menjawab, jangan menebang pohon dan jangan membakar pohon. Saya kemudian menimpali lagi, lah iyalah anak-anak kan emang nggak bisa menebang pohon, apalagi membakar pohon. Rafa agak sedikit berpikir, dan tak lama kemudian dia menjawab, ya udah kalau gitu kita tanam pohon aja.

Rafa juga nggak suka melihat pohon dipakuin oleh gambar-gambar yang mau ikut jadi caleg. Kasian pohonnya, pasti dia kesakitan tubuhnya dipakuin begitu. Harusnya orang-orang itu tahu kalau pohon juga mahluk hidup, katanya polos. Coba kalau badannya dia yang dipakuin, pasti sakit kan ? Saya hanya bisa tersenyum kecut mendengar ocehannya yang sangat mendasar itu.

caleg

Jangan sakiti AKU…! ( Sumber gambar )

Aksi 8 : [hastag] WISATA KE ALAM

Setiap ada hari libur kami sering pergi berlibur, entah itu menginap atau tidak. Biasanya Rafalah yang menentukan ke mana pergi berliburnya, dan pilihan Rafa adalah alam. Ya, Rafa suka sekali pergi wisata ke alam, terutama laut dan gunung. Katanya kalau liburan ke alam tuh udaranya seger banget, beda kalau pergi ke mall. Selain udaranya segar, kita juga bisa melihat pemandangan yang indah dan hijau, semua itu bisa dinikmati kalau pergi berlibur ke alam.

20130707_070442

IMG_9922

Alam dan Rafa

Oh ya, Rafa juga punya hoby memotret, beberapa hari ini dia sedang suka memotret pemandangan. Katanya sih enak dilihat kalau memotret pemandangan, bikin mata jadi kinclong. Saya menyarankan agar hasil fotonya itu ditunjukkan kepada teman-temannya atau buat tulisan tentang wisata ke alam tersebut. Dengan begitu teman-teman akan tertarik pergi wisata ke alam dan bukan ke tempat permainan-permainan. Wisata alam juga merupakan bentuk pelestarian alam, karena di sana kita bisa semakin dekat dengan alam dan mencintai alam. Kalau kita sudah mencintai, maka secara tidak langsung kita akan berusaha menjaganya.

Apa yang telah dilakukan Rafa adalah sebuah perjuangan kecil untuk menyelamatkan bumi. Saya hanya bisa mengikuti dan mendorong terus apa yang dia lakukan. Sebenarnya dia juga ingin menulis di blog, seperti yang saya lakukan sekarang ini. Tapi karena saat ini sedang menjelang ujian, maka keinginannya itu diurungkan. Rafa sering banget baca tulisan saya di blog. Rafa juga tahu tentang WWF ( World Wildlife Fund ) karena pada waktu itu ada beberapa orang relawan WWF yang datang ke wilayah tempat tinggal kami memberikan edukasi tentang hewan-hewan dilindungi. WWF adalah sebuah organisasi yang mengurusi persoalan alam dan lingkungan. Dan pada saat itulah Rafa tertarik pada kegiatan penyelamatan lingkungan, sejak itu Rafa langsung berbuat seperti apa yang telah saya ceritakan di atas. Kata Rafa mudah mengingat WWF, pokoknya ada gambar hewan Panda-nya.

WWF-logo

Bagi saya Rafa pantas menjadi “Duta Lingkungan Cilik” meskipun masih sebatas di dalam rumah. Apa yang dilakukan Rafa, memang harus dilakukan oleh semua lapisan usia, dari berbagai kalangan tanpa pandang bulu. Siapapun yang masih menginginkan melihat bumi ini selamat dari kehancurannya, maka hanya ada satu kata “SAVE EARTH” mulai dari sekarang. Tidak hanya satu kali setahun atau sebulan, tapi harus setiap hari, di mana saja dan kapan saja, karena…..

“ NASIB BUMI ADA DI TANGAN KITA ”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s