Galau Dengan Produk Asuransi

“Gimana acaranya ?”tanya suami, sesampainya saya di rumah. “Wah keren, dapet banyak ilmu,”jawabku singkat. “Banyak ilmu ? Ilmu apaan ?”tanya suami penasaran. Lalu, setelah saya meletakkan tas dan laptop, saya duduk persis di samping suami. “Pieh…masih ingat nggak sama ceritaku beberapa waktu lalu. “Itu loh, cerita waktu saya belum menikah sama Papieh,”lanjutku lagi. “Hmm..dah lupa,”jawab suami. Trus apa hubungannya sama ilmu yang kamu dapat ?”

Akhirnya saya pun mengulangi cerita beberapa waktu lalu…

Dulu, saya pernah jatuh sakit lumayan parah. Sebenarnya penyakit saya itu tergolong ringan. Hanya saja karena saya tidak mengobatinya dengan serius maka penyakitnya bertambah parah. Saya memang termasuk orang yang malas berobat. Lebih tepatnya bukan malas berobat, tapi malas minum obat. Sedapat mungkin saya menghindari untuk minum obat, tapi cukup dengan istirahat dan banyak minum air putih saja. Buat saya itu sudah cukup.

Akan tetapi, kali ini dugaan saya salah. Rasa malas itu berbuah pahit, saya harus menjalani rawat inap karena penyakit yang semakin parah. Penderitaan saya berlanjut terus, bukan hanya sakit tapi biaya rawat inap yang harus dikeluarkan menguras seluruh tabungan. Itupun tidak cukup, saya masih harus berhutang. Padahal sejatinya tabungan itu buat keperluan sehari-hari dan modal usaha. Apalah daya, saya hanya bisa menangis, penuh penyesalan. Belum juga sembuh, bermacam pikiran berkecamuk, bagaimana saya harus melanjutkan hidup ? Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itulah gambaran yang tepat mengenai hidup saya.

“Oooo..cerita yang itu,”kata suami mulai mengingat. “Jadi gini, saya nggak mau kejadian itu terulang lagi. Tabungan habis ditambah punya hutang. Kita kan nggak tau musibah itu bisa datang kapan aja. Bahkan tanpa diundang pun akan datang,”kataku panjang lebar. “Nah, setelah pikir-pikir rasanya saya ingin punya polis deh. Obrolan terhenti, karena suami menyuruh saya untuk mengambilkan air minum. Tak berapa lama suami sudah meneguk air yang saya berikan. Tidak banyak, hanya sepertiga gelas saja. “Asuransi maksudnya ?”tanya suami tak lama kemudian. Saya mengangguk.

Terus terang sebenarnya saya kurang sreg dengan produk asuransi. Dibandingkan dengan positifnya, jauh lebih banyak negatifnya. Kalau mau cerita panjang lebar, banyak sekali rasa kecewanya ketimbang rasa puas. Salah satu contohnya aja klaim yang tidak sepenuhnya ditanggung padahal sebelum menjadi nasabah janjinya manis, semanis madu.

Tidak cukup sampai di situ, sales atau agen asuransi juga menjadi hal yang paling menyebalkan. Mereka menawarkan produk asuransi tidak pandang waktu dan tempat. Bahkan tidak jarang saya merasa dikejar-kejar layaknya orang punya hutang. Memalukan bukan ? Sampai di sini, saya berpikir ulang. Apakah harus menjadi nasabah asuransi atau kembali menabung. Menjadi nasabah asuransi memang seperti buah simalakama, maksudnya dibilang penting tapi bisa juga nggak penting.

Aduh….gimana nih, ko saya jadi galau begini ?

Sorry-I-AM-Galau

Sebenarnya kedatangan saya pada acara ini lantaran saya ingin mendapatkan ilmu kepenulisan dari Teh Iin. Apalagi tema yang diangkat juga tergolong baru buat saya. Tapi alih-alih ternyata acara kepenulisan ini juga ada bonusnya berupa seluk beluk tentang asuransi. Jadi seperti sudah ditakdirkan. Saya yang sedang galau dengan asuransi, eeeeehh..tau-tau malah mendapat pencerahan tentang asuransi.

Dan bukan kebetulan juga, bahwa asuransi yang hadir bukan asuransi abal-abal, tapi sudah sangat terkenal. Ayo tebak apa ? Pastinya teman-teman sudah sangat familiar mendengar Allianz. Tadinya saya sempet hopples, karena yang terbayang adalah presentasi dari marketing. Apalagi kalau bukan untuk mengajak kita membeli produk asuransinya. “Wahhhh…bakalan boring nih,”umpatku dalam hati.

Tak perlu menunggu waktu lama, pihak Allianz pun memulai presentasinya. Ternyata eh ternyata, dalam acara ini pihak Allianz tidak memperkenalkan produk mereka, akan tetapi berbagi ilmu tentang perencanaan keuangan dan masa depan. Beberapa point yang sempet saya catat yaitu

  1. Sejatinya tiap orang itu memiliki benefit untuk masa depannya. Dalam hal ini bisa berupa tabungan atau investasi. Jadi  biasakan menyisihkan penghasilan untuk tabungan dan sedekah setelah itu baru keperluan lainnya, bukan sebaliknya.
  2. Biasakan untuk melakukan perencanaan keuangan yang sehat, minimal setahun sekali. Karena kebanyakan dari kita selalu merasa nyaman dengan keungan yang ada padahal sebenarnya tidak. Berdasarkan hasil survey sederhana, dari 84% perempuan yang memegang keuangan keluarga hanya 30% saja yang keuangannya sehat.

Di sini saya banyak mendapatkan ilmu tentang perencanaan keuangan yang sehat. Baik keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini dilihat karena pada saat ini, banyak sekali orang-orang yang berpenghasilan cukup bahkan lebih, tapi masih merasa kurang. Hal ini dikarenakan mereka tidak pandai dalam merencanakan keuangannya. Akhirnya tidak banyak di antara mereka hidupnya minus alias kurang dan bahkan ada yang berhutang.

Saya yang sejak awal merasa hopples kini jadi semangat. Apa yang dipresentasikan oleh Allianz sangat mengena. Saya pun sadar bahwa kita memang harus memiliki dana cadangan atau istilah lainnya dana darurat. Dana darurat ini dapat dipakai apabila kita berada dalam situasi darurat, entah itu sakit, mengalami kecelakaan dan sebagainya. Dalam hidup peristiwa tak terduga kerap kali terjadi, lebih-lebih peristiwa yang tidak diinginkan.

Sampai di sini kesadaran saya akan perlunya asuransi mulai tumbuh. Hidup ini hanya bersandar pada satu pertanyaan, Who is know ? Lambat laun kondisi yang tidak mengenakkan pasti akan terjadi. Entah kapan. Takdir itu pasti, sedangkan masa depan adalah pilihan. Rasanya asuransi yang saya butuhkan saat ini adalah kesehatan. Bukan karena saya pernah punya pengalaman pahit tapi juga mengingat usia yang terus bertambah. Sebenarnya saya ingin bertanya-tanya tentang asuransi kesehatan, tapi berhubung waktunya sudah sore, acara pun ditutup dengan sesi foto bersama.

Merasa masih penasaran, saya membuka-buka websitenya Alliaz di http://jurnal.allianz.co.id/ dan memfollow twitternya di @AllianzId. Karena tujuan saya ingin mengetahui tentang asuransi kesehatan secara detail, maka saya langsung menuju artikel tersebut. Ternyata sebelum kita memutuskan membeli polis asuransi ada baiknya kita mengetahui betul seluk beluknya. Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam membeli asuransi :

  • Tips pertama, apabila kita berniat untuk membeli polis asuransi dari seorang agen asuransi, maka kita harus mengetahui lebih dulu, apakah agen tersebut sudah memiliki sertifikat /lisensi yang resmi atau belum.
  •  Tips kedua, carilah informasi yang jelas mengenai reputasi dan komitmen Perusahaan Asuransi, jaringan pelayanan, metode penjualan, kinerja, serta kekuatan keuangan yang merupakan informasi penting sebagai tambahan.
  •  Tips ketiga, apabila masih ragu juga dengan produk asuransi, misalnya apakah klaimnya susah dan bagaimana cara membayar biaya premi, maka sangat disarankan untuk bertanya secara terperinci kepada agen ataupun customer service.
  •  Tips terakhir, jangan lupa membaca seluruh polis asuransi dengan cermat sampai kita benar-benar mengerti hak dan kewajiban. Jika masih ada yang belum jelas, ada baiknya ditanyakan langsung kepada customer service Perusahaan Asuransi atau mengunjungi kantor resmi perusahaan asuransi tersebut.

Bagi saya ke empat tips tersebut di atas masih belum mengakomodir keingintahuan. Masih ada yang menjadi pertanyaan besar saya. Apalagi kalau bukan premi. Sebenarnya membeli polis asuransi itu sama seperti membeli produk-produk lainnya. Selain harus teliti, harga juga harus dipertimbangkan. Dalam dunia asuransi harga biasa disebut dengan kata “premi”. Premi asuransi juga harus menjadi pertimbangan. Maklum, kebanyakan masyarakat Indonesia masih suka dengan yang murah apalagi gratis. Kalau saja ada asuransi gratis, pasti rebutan deh…!

Nah, apa aja sih yang perlu diketahui sehubungan dengan premi asuransi ? Betulkan seperti yang saya bilang di atas ? Hukum jual beli ada harga ada barang ternyata berlaku juga bagi premi asuransi. Saya akan menggambarkannya seperti ini :
Kita bisa ibaratkan ingin membeli sebuah gadget. Semakin banyak fitur-fitur gadget tersebut, maka semakin mahal harganya. Demikian halnya dengan asuransi, semakin banyak manfaat yang ditawarkan, maka premi yang dibayarkan juga semakin mahal. Demikian pula dengan asuransi kesehatan, bahkan secara khusus asuransi kesehatan masih ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah : usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu pikirkanlah baik-baik, kebutuhan apa sajakah yang diperlukan saat ini. Karena yang mengetahui secara jelas kondisi tubuh kita adalah diri sendiri. Pihak asuransi hanya akan menghitung biaya yang dibutuhkan. Seperti saya misalnya, saat ini saya membutuhkan asuransi untuk rawat inap disertai dengan beberapa tindakan tes laboratorium.

Oh ya, satu lagi yang tak kalah penting, masalah klaim. Permasalahan klaim dalam dunia asuransi ternyata memegang rating tertinggi. Beberapa kali saya pernah membaca di surat kabar, banyak sekali nasabah yang merasa tertipu lantara klaim asuransi yang sulit. Hal itu membuat nasabah menjadi tambah panik karena klaim terjadi saat nasabah sedang memerlukannya. Di satu sisi nasabah sedang tertimpa musibah dan di sisi lain klaim asuransinya dipersulit. Mungkin ini juga harus menjadi pertimbangan kita sebelum membeli polis asuransi.

Sehat itu adalah investasi jangka panjang, selain menjaga kesehatan dengan hidup sehat, tidak ada salahnya juga kita membentengi diri dengan membeli polis asuransi. Permasalahannya dikembalikan pada diri kita masing-masing. Pilih perusahaan asuransi yang tepat, handal dan mumpuni. Menutup obrolan saya dengan suami, saya ingin sekali ada yang menjamin kesehatan saya. Saya ingin tetap sehat hidup bahagia bersama suami sampai maut memisahkan…

aku dan allianz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s