Anazkia, dari TKI Merambah Media Sosial

kompasianival004
Anazkia ( 32 ), warga kecamatan Kramatwatu, Serang Banten, adalah simbol TKI mandiri. Mencoba peruntungan di negri orang dengan menjadi TKI sudah dilakoninya selama tujuh tahun. Keputusannya untuk bekerja ke luar negri bukan tanpa sebab. Bagi Anazkia, apapun itu semuanya akan dilakukan dengan niat ikhlas. Dia tidak pernah merasa tersisih dengan keputusan hidupnya itu, bahkan sebaliknya dilakoninya dengan penuh syukur. Perasaan syukur inilah yang telah menumbuhkan rasa percaya diri dalam dirinya, perasaan yang jarang dimiliki oleh seorang TKI. Perempuan yang terlahir dengan nama Eli Yuliana ini tidak pernah memiliki cita-cita tinggi. Perjalanan hidupnya ditapaki bagai air mengalir. Pengalaman adalah guru terbaiknya, terutama saat dia mencari penghidupan di negri orang. Menjadi TKI juga bukan merupakan cita-cita apalagi impiannya. Namun begitu semua dijalaninya dengan kehati-hatian.

Sebelum berangkat ke negri orang, Anazkia sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk urusan komunikasi dan administrasi. Salah satu persiapan yang dia buat yaitu dengan belajar internet dan memiliki email. Dari situlah dia mengawali pengembaraannya di dunia maya mulai dari Yahoo Messenger ( YM ), Milis dan sampailah ke dunia perbloggingan. Pemikiran yang sangat tajam bagi seorang TKI, hal ini dikarenakan banyaknya berita negativ tentang TKI yang didengarnya. Dia juga tidak mau terpaku oleh keterbelakangan Teknologi Informasi dalam hal ini internet. Dia berpikir, kalau memang seorang TKI sulit untuk menambah ilmu belajar secara formal, mungkin internet bisa dijadikan jembatan untuk mencapai ilmu lainnya. Anazkia tidak mau embel-embel TKI mengurungnya dan membelenggunya. Dunia maha luas dengan sebaran ilmu di mana-mana, hanya tinggal niat dan usaha dalam diri saja.

Sejak saat itulah nama Anazkia menjadi begitu populer di dunia maya dengan segudang prestasi dan aktifitasnya. Dia juga mengubah nama aslinya dengan nama Anazkia Aja. Tidak cukup sampai di situ, Anazkia popular juga di beberapa kanal media online seperti Kompasiana dan Blogdetik. Selain itu Anazkia juga menjadi koordinator Blogger Hibah Buku. Di mana komunitas tersebut merupakan komunitas sosial dunia maya yang bergerak mengumpulkan buku kemudian menyalurkannya ke tempat-tempat terpencil yang membutuhkan buku. Beberapa tempat yang sudah dikunjunginya dalam rangka hibah buku yaitu, Kepulauan Meranti-Riau, Fakfak Karas Papua Barat, Siblah Kreung Aceh Barat, Abeuk-Reuling kecamatan Sawang, Kalimantan, Sumba, Pulau Tegal, Lampung, Kediri, Pati, Semarang dan masih banyak lagi. Anazkia tidak hanya bertindak sebagai koordinator saja akan tetapi juga menjadi petugas pelaksana. Dalam komunitas tersebut ia pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu Komunitas paling berjasa di media sosial pada ajang Kompasianival November 2012 yang diadakan oleh media online Kompasiana.

kompasianival003

Takjub ! Mungkin kata itulah yang pertama kali tersirat dalam kalbu saya, ketika saya mengenal Anazkia untuk pertama kalinya. Pertemuan pertama yang irit dengan percakapan itu, membuat saya penasaran tentang siapa Anazkia dan apa aktifitasnya sampai namanya begitu popular di dunia maya. Anazkia telah memiliki beberapa pencapaian di dunia maya, di antaranya adalah Mpers paling gaul ( eks multiply 2011 ), terpilih mewakili TKI untuk video dokumenter Diaspora Indonesia dan terakhir Srikandi Blogger Favorite ( 2013 ) yang digelar oleh Komunitas Emak Blogger di Media Sosial.

Perempuan yang memiliki kalimat motivasi “Tak perlu menunggu kaya untuk berbagi dengan sesama” ini terus menjalankan aktifitasnya di dunia perbukuan. Dengan melupakan rasa lelah dan menimbun rasa malu, Anazkia terus membagikan buku ke berbagai wilayah, terutama wilayah yang tertinggal. Selain aktifitasnya di dunia maya, Anazkia juga sering terjun langsung ke lapangan untuk acara-acara sedekah ilmu. Siapa nyana kalau semua itu dilakukan oleh seorang mantan TKI. Sejatinya apa yang telah dilakukan oleh Anazkia dapat menginspirasi perempuan lain, baik seprofesi maupun tidak. Namun, dalam balutan kesederhanaan Anazkia hanya menyerahkan semua itu pada individu masing-masing. Sebab menurutnya semua orang punya hak untuk memilih jalan hidupnya masing-masing. Hal ini disebabkan karena dia selalu merasa dirinya belum cukup sempurna dalam menjalankan hidup. Menurutnya lagi, setiap orang bisa menjadi inspirasi. Dia juga masih harus banyak belajar dan terus mengembangkan dirinya, baik itu di dunia maya maupun di dunia nyata.

Kompasianival

Apa yang dikerjakannya masih terbilang sangat minim, karena banyaknya keterbatasan. Dia juga masih memiliki cita-cita jangka panjang yang terus diperjuangkannya, yaitu ingin membesarkan “Blogger Hibah Buku” agar semua masyarakat Indonesia cinta membaca. Sampai di sini saya juga masih takjub karena apa yang telah dilakukan Anazkia tidak memiliki progress. Seperti sudah terungkap di atas, mengalir begitu saja. Tapi ternyata usaha keras yang non benefit ini membuahkan hasil begitu manis. Bukan sebuah piagam atau piala, tapi kesenangan batin di mana tidak setiap orang bisa memahaminya. Usaha yang tidak melahirkan sebuah keuntungan materi tapi lebih dari itu, pahala dan kemuliaan Allah. Siapapun yang mengenalnya pasti akan iri dengan kemandirian dan percaya dirinya. Bagaimana mungkin seorang perempuan desa tanpa ijazah tinggi tapi sanggup dan mampu melayani mereka yang haus ilmu.

novabaru002

Anazkia nomor satu dari atas

Belajar tanpa batas bukan hanya sebagai slogan belaka, Anazkia sudah membuktikannya. Anazkia patut menjadi contoh bagi teman-teman TKI yang lain. Tidak malu untuk terus belajar sekalipun sebagai seorang mantan TKI. Anazkia adalah perempuan TKI yang mampu mendobrak sebuah keniscayaan menjadi harapan. TKI mandiri, kuat dan percaya diri dalam menjalankan karier di negri orang. Kini dengan segala keterbatasan Anazkia terus memberikan sebutir ilmu lewat “Blogger Hibah Buku”. Sukses selalu buat Anazkia, teruslah berbuat tanpa tahu orang lain melihat.

novabaru001

10 thoughts on “Anazkia, dari TKI Merambah Media Sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s