Selfie Meringankan Saya Dalam Lara

IMG-20150115-00637

Pertengahan bulan Januari 2015 lalu, papieh – panggilan saya ke suami harus menjalani operasi Tulang Belakang ( HNP ). Sebenarnya saya berat sekali mengijinkan papieh untuk melakukan operasi itu, mengingat banyak faktor yang menghalanginya. Selain usia papieh yang sudah lanjut ditambah lagi dengan penyakit asma menahunnya.

Tapi saya juga tidak tega melihat papieh setiap malam selalu merasa kesakitan dimulai dari pangkal paha sampai ke ujung kaki. Akhirnya dengan berat hati saya mengijinkan papieh untuk melakukan operasi dengan setumpuk harapan dan segunung keikhlasan. Saya sadar bahwa ini hanya ungkapan kata-kata penguat hati saja.

Padahal saat itu……

Saya cuma punya secuil keyakinan pada Allah Ta’ala agar Dia masih memberikan kesempatan pada saya untuk tetap mendampingi papieh. Dan, untaian do’a pun saya haturkan ke hadirat Allah diiringi kepasrahan hati….

Menanti selama papieh dioperasi adalah hal yang paling menakutkan buat saya. Selama puluhan tahun hidup, baru kali ini saya merasakan takut yang luar biasa. Satu-satunya yang bisa saya lakukan hanyalah berdzikir dan do’a sepanjang waktu operasi itu.

Syukur Alhamdulilah penantian akan ketakutan itupun berakhir, sampai akhirnya papieh dipindahkan ke ruang ICU. Saya pikir selesai operasi rasa takut saya akan berkurang, nyatanya tidak. Di ruang ICU kondisi papieh masih terus dipantau karena belum stabil. Dua hari di ruang ICU pun berlalu, papieh boleh dipindahkan ke ruang perawatan. Kali ini saya bisa dibilang sedikit lega, karena hal ini sebuah pertanda baik.

Hingga sampai pada hari ke-5 pasca operasi kondisi papieh berangsur membaik. Tapi ternyata itu tidak berlangsung lama. Pada hari ke-6, papieh diserang rasa sakit pada bagian perut, kemudian bagian belakang dan selanjutnya hampir seluruh tubuh. Dua hari kemudian papieh sama sekali tidak bisa bergerak, sekujur tubuh papieh kaku. Jika sedikit saja bergerak papieh akan berteriak karena sakit yang luar biasa. Rasa sakit itu sampai membuat papieh demam.

Lantas apa yang terjadi pada perasaan saya ?

Sedih, takut, bingung semua campur aduk menjadi satu…

Sembari tak putus berdzikir dan mohon kekuatan pada Allah, saya mencoba untuk menenangkan diri sendiri. “Saya harus kuat, saya nggak boleh takut,”kataku dalam hati. Selanjutnya saya merasa berada pada titik terbawah yaitu kepasrahan. Saya benar-benar memasrahkan seluruh keadaan papieh pada Sang Pemilik.

Di akhir kepasrahan, di tengah deraan rasa sakit papieh, saya mencoba untuk menguji diri saya. Saya mengambil hape dan berbisik pada papieh,”Pieh…saya mau ini bukan foto terakhir kita. Setelah selfie dengan kondisi papieh yang kritis itu air mataku pun langsung tumpah.

Saya berlari ke kamar mandi, hanya bisa berisak karena khawatir terdengar oleh papieh. Saya terus pandangi foto selfie itu sambil terus terisak menahan duka. Ah, akhirnya saya berhasil menipu diri saya dengan tersenyum manis, sementara hati menimbun lara. Ya…Allah saya tidak tega melihat papieh yang semakin pucat. Tolong dia, ijinkan saya tetap mendampinginya panjangkan waktu kami untuk tetap bersama. Ini adalah foto selfie pertama saya yang mengharu biru.

Terbersit keinginan untuk menghapusnya tapi di sisi lain saya takut menyesal bahwa saya tidak akan…….papieh lagi. Saya mau ini akan menjadi kenangan, tapi bukan kenangan terakhir saya dengan papieh.

Ya…Allah. Mohon, mohon dan mohon, hanya itulah yang bisa saya lakukan buat kesembuhan papieh. Saya yang sangat yakin dengan kekuatan do’a tiba-tiba merasakan situasi hati lebih sejuk dan lega. Apapun yang terjadi saya harus tetap tersenyum seperti saat itu….

Terkadang kita tidak bisa berharap banyak dengan situasi, namun Allah memberitahukannya dengan banyak pertanda alam, bahwa pada akhirnya mau tidak mau kita harus berdamai dengan situasi, apapun itu…  #spirithati #sadardiri #sabar ( status pertama setelah empat bulan absen dari medsos ).

Pengalaman pribadi ini saya persembahkan untuk “Smartfren” yang selalu terdepan dalam teknologi komunikasi.

banner mak gaoel

3 thoughts on “Selfie Meringankan Saya Dalam Lara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s