Operasi di Usia Lanjut, Mengapa Tidak ?

Setelah melalui pertimbangan yang matang akhirnya saya menyetujui operasi papieh – panggilan saya ke suami. Jujur, sebenarnya saya sangat berat meluluskan keinginan papieh untuk operasi. Hal ini dikarenakan usia papieh yang sudah lanjut, ditambah lagi dengan asma papieh yang menahun. Faktor resiko yang akan terjadi pun semakin besar terutama papieh sudah berusia lanjut. Namun melihat semangat papieh yang berapi-api rasa was-was itupun sedikit sirna, demikian pula dengan dokter yang akan mengoperasi papieh.

Dokter Norman, spesialis bedah tulang di Rumah Sakit Pusat Pertamina adalah dokter yang siap mengeksekusi papieh. Melihat sepintas, sepertinya dokter juga meragukan kondisi dan usia papieh. Akhirnya dokter Norman merekomendasikan papieh untuk melakukan pemeriksaan atau cek segala sesuatunya. Dari mulai periksa darah, jantung sampai paru-paru dan yang paling penting adalah MRI tulang punggung. Pemeriksaan detail tentang semua ini akan saya ulas dilain post ya…

dokter norman

Alhamdulilah hasil dari kesemua pemeriksaan hasilnya baik, artinya pada saat itu papieh dinyatakan siap untuk dilakukan tindakan alias operasi.

Sebenarnya papieh sakit apa sih ?
Terus, mau dioperasi apa ?

Jadi ceritanya begini, sudah hampir 4 tahun papieh tuh sering banget merasa sakit dari pangkal paha sampai ujung jari kaki. Rasa sakitnya macem-macem, mulai dari kesemutan, ba’al, cekot-cekot sampai kaku. Sakitnya papieh itu menyebabkan pula papieh tidak bisa BAB dengan lancar dan jalan pun sulit. Hampir setiap hari papieh merasakan sakit, terutama pada waktu malam hari. Setelah diperiksa secara detail, dokter Norman mendiagnosa bahwa papieh terkena saraf kejepit atau Herniasi Nucleus Pulposus ( HNP ).

Berhubung usia papieh sudah lanjut, jaringan di tulang belakang sudah aus ( degenerative ) hal ini mengakibatkan timbulnya tonjolan pada ruas tulang belakang. Nah, tonjolan inilah yang akan dikembalikan pada posisi semula. Bukan cuma itu aja, di dalam ruas tulang juga sudah terjadi pengapuran. Pengapuran ini bisa dibayangkan seperti kerak yang menempel pada dinding tulang, sehingga saraf yang terdapat di dalam ruas itu terjepit. Kira-kira begitulah gambaran saya sewaktu dokter Norman menjelaskan soal penyakit papieh ini. Maklum saya orang awam jadi itu menurut sepaham saya aja.

Oh ya, saraf papieh yang kejepit ini banyak loh, ada 6 ruas, 3 ruas di bagian atas dan 3 ruas dibagian bawah. Jadi kesimpulannya dari tengkuk sampai ke tulang ekor saraf papieh terjepit semua.

Dokter Norman mengatakan dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengoperasi satu ruas, jadi operasinya tidak dilakukan semuanya. Dokterpun membaginya menjadi 2 atau 3 tahap operasi. Untuk tahap pertama dokter akan mengoperasi 3 ruas, berarti lamanya operasi sekitar 5 – 6 jam, itu adalah batas waktu maksimal operasi.

Lah iyalah emang dokternya nggak laper, lagipula selama tindakan dokternya kan berdiri terus. Pegel juga kali…

papieh1

Papieh sebelum masuk ruang operasi

Dan operasi yang akan dilakukan oleh papieh juga bukan operasi kecil, banyak resikonya. Kebayangkan betapa was-wasnya saya. Apapun bisa saja terjadi di tengah operasi seperti gagal nafas dan gagal jantung.

Wuih….membayangkan saja saya sudah takut !

Bermodalkan semangat papieh yang ingin sembuh, saya pun menanda tangani surat-surat ijin untuk dilakukan tindakan dan segala sesuatunya jika terjadi kondisi darurat. Lagi-lagi tangan saya gemetar ketika mananda tangani surat itu. Saya terus menanyakan berulang-ulang pada perawat yang membawa surat-surat soal tindakan yang terjadi.
Intinya semua peralatan sudah lengkap tersedia di ruang operasi, apabila terjadi kedaruratan. Bahasa perawat itu mengisyaratkan saya untuk tenang, tapi apakah betul saya tenang ?

Jam-jam mendekati operasi adalah waktu yang paling menegangkan, rasanya melebihi naik rollercoaster di dufan itu loh…! Operasi tahap pertama papieh dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2015. Situasi selanjutnya bisa ditebak, detik demi detik adalah waktu yang diwarnai dengan dzikir dan do’a keselamatan. Syukur Alhamdulillah, detik-detik penuh harap itu selesai di luar waktu yang direncanakan. Papieh sudah melewati masa penuh resiko dengan selamat.

Terus terang aja, seandainya ada jalan lain supaya papieh sembuh maka saya akan lebih memilih jalan itu. Tanpa mengesampingkan keahlian dari dokter saya yakin pertolongan Allah lah yang lebih dominan, karena kondisi papieh yang begitu. Di usia lanjut papieh masih memiliki semangat untuk sembuh.

Rasa was-was dalam diriku lenyap, ketika melihat dokter Norman keluar ruangan sembari mengatakan bahwa operasinya telah berjalan dengan baik. Saya mengulurkan tangan bersalaman dengan dokter yang smart dan murah senyum ini. Meski bagaimanapun keahliannya sebagai dokter bedah tulang patut ku acungi jempol. Tak lupa saya mengucapkan terimakasih padanya. Tahap awal yang berjalan dengan lancar ini sangat, sangat ku syukuri.

norman

                   Dokter Norman sedang visit pasca operasi

papieh2

       Punggung yg dioperasi

Jadi bagi mereka yang sudah berusia lanjut dan akan dioperasi, berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan :
1. Cek lah kondisi kesehatan dengan baik, benar dan seteliti mungkin.
2. Jangan segan-segan bertanya tentang teknis tindakannya.
3. Terbukalah pada dokter yang hendak mengoperasi tentang penyakit yang sudah mendarah daging agar dokter bisa    mengantisipasi kondisi darurat pada saat tindakan.
4. Semangat yang tinggi untuk sembuh demi kualitas hidup

Namun seperti ungkapan saya di atas, saya lebih senang cari jalan lain selain operasi ini. Keputusan papieh operasi karena memang tidak ada jalan lain selain pembedahan. Hal-hal lain yang harus diselipkan adalah yakin, percaya, sabar dan ikhlas. #nunjukdirisendiri

papieh3

               Suster Febry dan suster Dini sedang memeriksa papieh

Alhamdulillah…Alhamdulillah…Ya Rabb…

6 thoughts on “Operasi di Usia Lanjut, Mengapa Tidak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s