Nasi Kuning “Heboh” Favorit Keluarga

Hari ini Rafa memecahkan piring, tiga hari yang lalu memecahkan gelas, entah besok apa lagi yang dipecahkannya. Hobi memasaknya memang saya apresiasi tapi kalau dia sudah masuk dapur, pasti ada kehebohan yang dilakukannya. Seperti tadi pagi, karena ini libur panjang jadilah dia mulai masuk dapur sejak pukul 7 pagi. Dia mengambil teflon anti lengket untuk membuat telur dadar, tujuannya apalagi kalau bukan mau bikin sarapan. Saya sudah lama mengajarkannya cara membuat telur dadar, mulai dari memberi garam, lada bubuk dan irisan daun bawang. Setelah dikocok sebentar, telur digoreng dengan menggunakan sedikit mentega. Tunggu sampai kecoklatan, lalu angkat.

nasi kuning 4

Telur dadarpun siap dimakan, “Hmmm…lezat, gurih,”komentarnya sambil mengunyah telur dadar beserta nasi putih. Setelah selesai makan, dia beranjak ke dapur untuk menaruh piring bekas makannya. Karena terburu-buru, kakinya tersandung keset yang melintang persis di pintu dapur. Lalu…praaaaang. Terdengar suara piring jatuh ke lantai dengan pecahannya yang berserakan. Seketika itu pula asisten rumah tangga datang dan membersihkan. Begitulah ulah Rafa, namun begitu saya tidak pernah memarahinya. Di sinilah saatnya saya memberikan pengajaran agar lebih hati-hati menjaga dan merawat perabotan dapur.

nasi kuning 1

Rafa, kalau masak nggak mau diganggu

“Hari ini kita mau masak apa nih,”tanyaku pada seluruh anggota keluarga. “Nasi kuning,”jawab mereka serempak. Ya, nasi kuning adalah makanan favorit kami sekeluarga. Biasanya nasi kuning disajikan dalam acara-acara tertentu seperti selametan atau ulang tahun. Tapi bagi kami penyuka nasi kuning, ko rasanya lama betul kalau harus menunggu ada acara baru makan nasi kuning. Nasi kuning yang saya buat juga cukup komplit loh ! Lauk pauknya terdiri dari tempe kering kacang teri, irisan telur dadar, bawang goreng, ayam goreng, bihun goreng, kerupuk, lalap ketimun dan tak lupa sambal kacang.

Meskipun kami sangat menyukai nasi kuning, saya membuatnya hanya sebulan sekali saja. Biasanya pada hari libur seperti sekarang, karena kami sedang kumpul semua. Selain itu  butuh waktu lama untuk membuatnya, sementara perut kami sudah tak sabar. Kami juga sepakat menamakannya Nasi Kuning Heboh, bukan tanpa sebab kami menamakan begitu. Sudah menjadi kebiasaan kalau saya masak nasi kuning semua turun ke dapur ikut membantu. Rafa kebagian membuat telur dadar dan mengirisnya tipis-tipis. Bimo mengupas bawang merah dan ketimun. Selebihnya sayalah yang mengerjakannya.

Dapur kecil kami semakin bertambah sempit, tapi biasanya Bimo mengupas bawangnya di depan TV. Sudah tidak bisa dibayangkan hampir semua perabot dapur turun tahta. Ada cobek, dandang, penggorengan, talenan dan banyak lagi. Belum lagi minyak goreng berceceran, kacang tanah jatuh, dan cabe berserakan. Pokoknya benar-benar heboh deh…! Nggak salah kan kalau akhirnya kami menamakan Nasi Kuning Heboh karena pembuatannya melibatkan semua anggota keluarga. Meskipun berantakan, kami senang dan intinya cuma satu, kami ingin nasi kuningnya cepat selesai dan siap disantap.

Sebenarnya ada satu hal yang membuat hati saya mengganjal, saat membuat nasi kuning. Apalagi kalau bukan memarut kunyit, sebagai pewarna kuning pada nasinya. Setelah kunyit diparut, diberi air sedikit lalu diperas. Aduhai, setelah itu telapak tangan, jari dan kuku semua jadi kuning. Mending kalau bisa langsung hilang, butuh tiga hari lebih untuk menghilangkannya.

Bukan saya tidak tahu kalau sekarang ini sudah banyak tersedia bubuk kunyit siap pakai, tapi saya masih ragu-ragu menggunakannya. Saya takut kalau bubuk kunyit siap pakai itu mengandung bahan kimia yang meracuni tubuh. Bukankah nasi kuning yang dibuat untuk disantap sekeluarga ? Saya nggak mau anggota keluarga jadi bermasalah dalam urusan kesehatan. Itulah sebabnya saya selalu selektif bila menggunakan bumbu dapur siap pakai. Wah, kalau begini saya jadi galau nih. Saya nggak mau tangan saya jadi berwarna kuning hanya gara-gara memarut dan memeras kunyit tapi saya juga nggak mau menggunakan bubuk kunyit siap pakai.

Setelah timbang sana timbang sini disertai tingkat seleksi yang tinggi, saya memutuskan untuk menggunakan bubuk kunyit cap Koepoe Koepoe. Pertimbangan matang ini setelah saya membaca komposisi yang ada pada labelnya. Ditambah lagi dengan jam terbang Koepoe Koepoe yang sudah beroperasi sejak tahun 1942.

nasi kuning 2

Akhirnya saya memilih kunyit siap pakai cap Koepoe Koepoe sebagai pewarna nasinya. Sejak berdirinya Koepoe Koepoe berkomitmen dalam meramu bumbu masakan, kunyit siap pakai ini termasuk dalam kategori Herbs and Spices, yaitu bumbu dapur siap pakai yang terbuat dari rempah rempah pilihan. Karena saya sudah MANTAP menggunakan Koepoe Koepoe, saya juga membeli bumbu lainnya seperti lada bubuk, bumbu kari, bumbu gulai dan cabe bubuk. Wah, saya nggak nyangka kalau Koepoe Koepoe sudah memiliki varian yang super lengkap. Bumbu-bumbu yang saya pilih tersebut tentu saja yang sering saya gunakan untuk memasak.

nasi kuning 3

Setelah melalui proses memasak hampir 3 jam lamanya, Nasi Kuning Heboh selesai digarap. Dan tidak perlu menunggu waktu lama, kamipun mulai menyantapnya, karena Nasi Kuning Heboh ini nikmat disantap selagi hangat. “Hmmm…rasanya, makjossss,”seru Rafa. “He eh, enak banget ya,”timpal Bimo. “Iya, nasinya nggak pahit,”ujarku pula. Sebelumnya saya sempet dag dig dug, gimana kalau nasinya pahit. Eh, ternyata tidak dan hasil warnanya juga sama seperti kalau pake kunyit diparut.

nasi kuning

Ya, kami sedang men-Jelajah Rasa diiringi dengan #CurhatanRasa seluruh anggota keluarga. Dalam hal berburu makanan kami memang memiliki kekompakan yang sama. Kemanapun kami pergi selalu diisi dengan Jelajah Rasa, kami sangat senang memasak dan berburu rasa. Setelah itu tak henti-hentinya kami ber- #CurhatanRasa tentang apa yang sudah kami santap.

Kenyang dan lelah, itulah aktivitas kami hari ini, tapi semua puas. Kegiatan masak keluarga ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap kali libur. Sekarang saatnya santai, dan kamipun kembali pada aktivitas masing-masing. Momen libur yang menyenangkan tanpa macet dan mahal.

2 thoughts on “Nasi Kuning “Heboh” Favorit Keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s