Menuju Swasembada Pakan Ikan Yang Berkualitas


Semenjak Presiden Joko Widodo menunjuk Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, maka sejak itu pula masyarakat Indonesia mulai melek ikan. Gairah untuk mengkonsumsi ikan langsung meningkat. Bahkan bukan hanya itu saja, dengan mengkonsumsi ikan, secara tidak langsung akan meningkatkan pula produksi perikanan. Menteri yang selalu tampil berapi-api ini langsung menyemangati para nelayan dan penambak untuk meningkatkan produksinya. Untuk meningkatkan dan memajukan perikanan budidaya, ada beberapa upaya yang sedianya dilakukan, baik oleh Pemerintah maupun pihak swasta. Karena kemajuan perikanan budidaya ikan sangat berkaitan erat dengan program kedaulatan pangan menuju Indonesia sejahtera. Berdasar pada dua program yang bersinergi tersebut, maka Menteri Susi melirik potensi Perikanan Budidaya Indonesia dengan mencanangkan program Swasembada Pakan Ikan.

Pencanangan Swasembada Pakan Ikan ini merupakan angin segar yang patut diapresiasi oleh pihak-pihak berkepentingan. Sebagaimana diketahaui pada tahun-tahun sebelumnya, industri perikanan hanya bersifat stagnan. Padahal tingkat konsumsi ikan rata-rata orang Indonesia 33,89 kg ) meningkat tiap tahunnya, meski masih jauh dibanding dengan Negara lain seperti Hongkong ( 80 kg ), Singapura ( 70 kg ), Taiwan ( 65 kg ), Korea Selatan ( 60 kg ) dan Amerika Serikat ( 35 kg ) bahkan jauh di atas Jepang yang mencapai 110 kg/orang/tahun.

Selain benih unggul dan obat-obatan, pakan ikan juga menjadi faktor penting dalam perikanan budidaya. Nilai kebutuhan yang mencapai angka 70 % dari biaya produksi, dirasa sangat tinggi di mana seharusnya biaya ini bisa ditekan sampai 35 %. Hal ini mengakibatkan tingginya biaya operasional dan berdampak pula pada harga jual ikan. Permasalahan yang belum tertangani ini menjadi efek domino terhadap pendapatan masyarakat pembudidaya ikan, yang dilansir masih berada di bawah pelaku Usaha Mikro dan Kecil Menengah ( UMKM ) bahkan sebanding dengan upah buruh.

Saat ini Balitbang Kelautan dan Perikanan ( Balitbang KP ) tengah mengkaji Teknologi Pakan Mandiri. Teknologi Pakan Mandiri diharapakan bisa menjadi salah satu alternative penyediaan pakan ikan yang ekonomis bagi pembudidaya ikan air tawar. Berdasarkan kutipan dari KKPNews, Balitbang KP juga mengharapkan peran serta dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Peran serta para pemangku kepentingan ini menjadi sangat berarti dan stategis dalam merumuskan Teknologi Pakan Mandiri.

Sebagai perusahaan akuakultur terbesar, PT. Central Proteina Prima Tbk ( CPP ) selanjutnya– disebut CP Prima memiliki beberapa bisnis inti, salah satunya adalah penyediaan pakan ikan. CP Prima memproduksi pakan ikan terapung dan pakan ikan tenggelam yang digunakan untuk ikan-ikan niaga ( seperti lele, ikan bandeng, ikan carp biasa dan ikan nila ). Selain itu CP Prima juga memproduksi pakan ikan hias seperti ikan mas dan ikan carp koi. CP Prima juga memiliki beberapa pabrik yang berada di Jawa Timur, Cikampek dan Medan. Kapasitas produksi yang digabungkan dari pabrik-pabrik tersebut kira-kira menghasilkan produk sebanyak 366,540 MT pakan per tahun. Dan di penghujung tahun 2014 lalu, CP Prima juga telah melakukan ekspor pakan ikan ke India.

cppprima india

Ekspor Pakan Ikan ke India oleh CP Prima ( 2014 )

Beberapa produk yang telah dihasilkan oleh CP Prima adalah Hiprovite 781, merupakan merk Perseroan berupa pakan ikan khusus yaitu ikan lele dan telah diakui kualitasnya oleh konsumen. Ada lagi Common Carp Floating Feed 779, merupakan produk yang paling mahal karena mempunyai kandungan protein paling tinggi di antara pakan ikan terapung lainnya. Bintang dan Turbo adalah pakan ikan tenggelam dengan kualitas unggulan yang dimiliki Perseroan.

pupuk

Pakan Ikan Unggul produksi CP Prima

Mengetahui begitu banyaknya pakan ikan unggulan yang diproduksi oleh CP Prima maka tidak diragukan lagi kalau CP Prima dapat berperan serta dalam Swasembada Pakan Ikan. CP Prima bukan hanya memiliki integritas dalam hal produksi saja akan tetapi juga memiliki brand dan sertifikasi yang sudah diakui dalam dunia perikanan. Selain itu CP Prima juga mempunyai laboratorium yang lebih dari memadai. Fasilitas-fasilitas semacam inilah yang sangat diperlukan untuk memajukan perikanan budidaya, khususnya pengadaan pakan ikan. Karena dengan keberhasilan Swasembada Pakan Ikan, para pemangku kepentingan yang terlibat akan memiliki keuntungan ganda. Satu sisi bisa mencapai target ekspor dan sisi lain menunjang kedaulatan pangan. Bukankah dengan adanya pakan ikan murah berkualitas, perekonomian para penambak juga akan terangkat ? Para penambak bisa mendapatkan keuntungan lebih bila biaya produksi bisa ditekan dalam pemberian pakan ikan.

Nyata-nyata bahwa Program Swasembada Pakan Ikan dapat memberikan kontribusi dalam memajukan perikanan budidaya Indonesia. Program ini bukan hanya menguntungkan pihak Pemerintah saja tapi juga menguntungkan pihak lain yang terkait. Dengan begitu semua kegiatan yang menjurus pada perikanan budidaya dapat ditingkatkan hasilnya. Karena ke tiga komponen dalam memajukan perikanan budidaya sudah terpenuhi semua. Harapannya bahwa program Swasembada Pakan Ikan ini dapat segera terwujud sehingga para penambak dapat merasakan hidup layak dan terwujudnya kedaulatan pangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s