Ke Surabaya Mengejar Ilmu


Seinget saya, rasanya sudah hampir lima tahun lebih saya tidak pernah ke Surabaya lagi, tepatnya setelah saya menikah. Namun begitu, semua kenangan sewaktu saya ke Surabaya tidak pernah hilang. Dulu, dua atau tiga kali dalam setahun saya kerap ke Surabaya, urusannya macem-macemlah. Mulai dari menghadiri pesta, seminar atau sekedar kangen dengan kulinernya. Bahkan di bulan Desember tahun lalu ( 2014 ), saya di undang oleh sebuah tabloid wanita untuk menghadiri salah satu acaranya di Surabaya. Namun, karena sesuatu hal saya batal berangkat. Padahal saya sudah booking tiket pesawat dan hotel di Traveloka loh. Praktis semuanya jadi saya cancel, dengan segala konsekuensinya. Mau tau testimoni saya setelah pake Traveloka ?

“Nggak tau kenapa sejak saya pake Traveloka untuk urusan pesan memesan tiket dan hotel, saya nggak mau pindah ke situs lain. Saya curiga jangan-jangan Traveloka pake ilmu pelet nih. Ehh…ternyata bukan, itu karena Traveloka punya fitur yang keceh badai, tulisannya juga segede gaban bikin mata nggak salah pilih apa yang dicari.”

Nah, kali ini saya beneran pengen banget ke Surabaya, alasannya karena saat ini Traveloka mengadakan giveaway bertajuk “Terbang Gratis”. Kesempatan langka ini akan saya gunakan untuk terbang ke Surabaya. Emang ngapain sih ko saya pengen banget ke Surabaya, kenapa nggak ke Bali atau ke mana kek. Setelah saya runut-runut, kayaknya bukan suatu kebetulan deh kalau kejadian di belakang hari saling sambung menyambung. Cerita komplitnya begini, dua minggu lalu, saya menghadiri acara Penganugerahan Woman Preuneur Community di Gedung Indosat Jakarta.

Acara yang dihadiri oleh para perempuan pengusaha itu merupakan ajang tahunan dari komunitas tersebut. Dan di acara itulah saya berkenalan dengan salah satu undangan yang hadir berasal dari Surabaya namanya—Devi. Usaha yang dijalankan oleh Devi yaitu membuat tas yang dijual secara online. Dengan kata lain, produk yang dijual Devi merupakan hasil buatan sendiri ( home made ). Selain menjual produk hasil buatannya sendiri, Devi juga tidak segan-segan menularkan ilmunya dengan mengadakan workshop. Sebenarnya pada saat acara penganugerahan itu, Devi juga diminta untuk mengadakan workshop. Akan tetapi karena saya harus cepat pulang, jadi saya tidak bisa mengikutinya.

defi

Devi narsis dengan Bus City Tour di Jakarta

Obrolan saya dengan Devi memang tidak berlangsung lama, karena kami sama-sama sibuk. Obrolan singkat itu kami akhiri dengan saling invite akun facebook. Dua hari kemudian kami melanjutkan obrolan lewat inbox facebook. Saya bilang ke Devi kalau saya berminat untuk mengikuti workshopnya, masalah timbul karena Devi sendiri tidak ada jadwal ke Jakarta dalam waktu dekat. Namun dia berjanji jika ada workshop di Jakarta, maka dia akan memberitahu saya.

tas defi

Salah satu tas koleksi Devi 

Perkenalan saya dengan Devi dalam ajang tersebut seperti kata pepatah “Pucuk di Cinta Ulam pun Tiba”. Mengapa ? Pasalnya dalam beberapa hari ini saya memang sedang mencari ide usaha untuk membantu satu kelompok ibu-ibu bernama OYPMK ( Orang Yang Pernah Menderita Kusta ).

sitanala

Saya ( berdiri paling kanan ) bersama kaum OYPMK di Sitanala

Karena ketidak pastian itulah saya mau ke Surabaya untuk bertemu dengan Devi. Tapi mengingat kebutuhan yang padat merayap menjelang puasa ditambah lagi ada dua anak akan masuk sekolah, jadi keinginan tersebut saya tunda. Ingat DITUNDA bukan DIBATALKAN ! Namun begitu, bukan saya namanya kalau tidak mencari jalan keluar, tetep saja saya wira wiri di websitenya Traveloka. Apalagi coba kalau bukan cari tiket promo dan hotel murah. Dari wira wiri itulah saya jadi tau kalau Traveloka sedang mengadakan give away berhadiah tiket gratis. Apa ini juga suatu kebetulan ? Rasanya tidak, karena memang tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini, melainkan semua sudah diatur oleh Allah Ta’ala. I Believe it…!

Setelah saya bertemu dengan Devi dan tujuan utama sudah terlaksana, acara selanjutnya saya sempatkan untuk kulineran atau bertemu dengan beberapa teman. Sudah menjadi kebiasaan, kalau saya mau pergi ke suatu kota pastinya saya browsing dulu di internet mencari menu-menu special beserta alamatnya. Jadi ketika saya tiba di kota tersebut saya tidak bingung lagi mau ke mana, bisa menghemat waktu. Daripada browsing sana sini, ngabis-ngabisin pulsa internet ternyata di laman Traveloka ada juga loh informasi tempat makan. Menu-menu ini ada yang sudah pernah saya coba dan ada pula yang tidak. Saya penasaran aja, apakah rasanya masih tetap sama atau sudah berubah. Melihat singkatnya waktu, saya hanya akan pergi ke satu atau dua tempat saja, mau tau kuliner yang akan saya datangi ?

1. Mie Pecun, kayaknya ini menu baru deh soalnya dulu belum ada atau saya aja yang nggak tau. Karena nggak tau jadi saya belum pernah nyoba Mie Pecun yang merupakan singkatan dari Mie Pedas Bukan Racun. Tempat mangkal Mie Pecun ini di Jalan Anjasmoro, buka mulai dari jam 18.00 sampai 02.00 pagi. Menu ini benar-benar bikin penasaran saya karena rasanya yang pedas gilaaaaa…!

Mie Pecun

2. Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih, dari namanya saya bisa terjemahkan begini, sate dengan bumbu kelapa. Ternyata terjemahan saya ini hampir mendekati benar. Sate klopo memang dibaluri ( siram–red ) parutan kelapa saat dibakar. Waktu beberapa kali ke Surabaya saya juga belum pernah mencicipi menu ini. Jadi saya tidak akan melewati kesempatan untuk mencicipinya saat ke Surabaya nanti. Warung Sate Klopo yang terletak di Jl. Walikota Mustajab 36 ini belum ada juga di Jakarta, jadi So What gitu loh…?

sate klopo

3. Soto Lamongan Cak Har, sebenarnya Soto Lamongan sudah banyak di Jakarta, tapi saya tetep akan coba di Surabaya nanti. Katanya sih Soto Lamongan ini bukan kuliner asli Surabaya, yang bikin saya penasaran sama Soto Lamongan Cak Har ini terletak pada isiannya. Isi Soto Lamongan ini sangat beragam, ada kepala ayam, ceker, kulit dan ……. Balungan. Kalau di Jakarta Soto Ayam itu hanya berisi daging ayam atau ceker aja, kurang beragam.

soto lamongan

4. Ice Cream Zangrandi, rasanya nggak salah kalau saya sempatkan mampir ke kedai Ice Cream Zangrandi. Ice Cream yang sangat melegenda ini sangat popular di Surabaya, memiliki aneka ragam topping. Di kedai ice cream ini kita juga bisa menikmati tempatnya yang didesain seperti bangunan jaman Belanda Tempo Doeloe. Udara Surabaya yang panas sangat cocok menyantap ice cream ini.

ice krim

Saya memang tidak lama di Surabaya, hanya 2 malam 3 hari saja, karena tujuan utama saya cuma ingin mengikuti workshopnya Devi. Selain itu saya juga tidak terbiasa meninggalkan keluarga dalam waktu lama. Saya janji setelah urusan saya selesai semua, saya akan langsung pulang ke Jakarta, jadi nggak mampir ke mana-mana lagi. Maklum saya juga memiliki beberapa sanak saudara di Surabaya. Kalau mampir-manpir nanti malah tambah lama kembali ke Jakartanya. Untuk mentaati jadwal kunjungan saya ke Surabaya, saya juga sudah membuat itenary perjalanan. Maksud dibuatnya itenary ini agar saya taat pada jadwal, otomatis jika tidak tertulis dalam itenary nggak perlu diadakan.

suramadu

Jembatan Suramadu

Hal ini juga sering saya lakukan apabila saya berlibur dengan keluarga, itupun jika berliburnya memakan waktu minimal 3 malam 4 hari. Saya selalu tanyakan kepada anggota keluarga, apa-apa saja yang mereka inginkan, lalu saya buatkan itenarynya. Beruntung sekali dijaman serba internet ini, semua bisa dibrowsing lebih dulu. Dari mulai kuliner, belanja souvenir, tiket masuk tempat wisata dan banyak lagi. Berikut itenary yang saya buat untuk perjalanan ke Surabaya nanti :

Traveloka 7

Oh ya, untuk penerbangannya saya percayakan pada Citilink, meskipun belum pernah menggunakan Citilink, temen-temen atau sodara menyarankan pake Citilink aja. Berdasarkan testimoni dari mereka, Citilink pesawatnya baru-baru, tepat waktu dan pelayanan awak kabinnya ramah-ramah. Soal harga tiket jujur aja ya, sejak kecelakaan pesawat beberapa waktu lalu itu saya ko lebih milih pesawat yang harga tiketnya sebanding dengan kondisinya. Saya nggak mau mempertaruhkan nyawa hanya dengan beberapa lembar uang ribuan. Ini bukan sok tau loh, tapi lebih pada pikiran realistis aja. Masak sih harga tiket murah dengan fasilitas memadai, mana bisa ?

citilink

Emang bener, urusan nyawa hanya pada Allah Ta’ala tapi sebagai manusia wajib juga untuk berusaha. Selain testimoni dari beberapa temen dan sodara, saya juga baca-baca berita dari media online, ternyata Citilink telah menambah armada pesawatnya yang semuanya baru berjenis Airbus A320. Coba aja kita bayangkan, jangankan di udara, di jalan darat aja kita nggak mau kan naik kendaraan tua yang rewel. Kendaraan yang seharusnya sudah masuk museum tapi masih dipakai, itu sih namanya cari penyakit. Urusannya bukan cuma mogok tapi bisa mengakibatkan kecelakaan. Nah kalau sudah begitu siapa yang rugi ?

Rencananya lagi saya akan berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma, karena tempat tinggal saya dekat dengan Bandara tersebut ( daerah Kramatjati ). Sayangnya setelah saya browsing di web resmi Citilink, penerbangan dari Halim PK tidak ada yang berangkat pagi, adanya sore sampe malam. Padahal saya maunya bisa berangkat pagi atau minimal sianglah. Akhirnya saya pastikan berangkat sore dari Halim PK, jadi sampe Surabaya Maghrib menjelang malam.

Traveloka 8

Seperti kebiasaan saya sebelumnya, kalau libur bareng keluarga, saya selalu memilih hotel yang nyaman dan aman buat anak-anak. Tapi karena ke Surabaya nanti saya hanya sendiri, maka saya tidak terlalu selektif memilih hotel. Lagipula saya paling cuma numpang tidur doang ko di hotel alias beberapa jam saja, selebihnya banyak kegiatan outdoor. Bagi saya yang penting asal kamar mandinya bersih, sudah cukuplah, kalau kamarnya besar atau kecil buat saya juga nggak jadi masalah. Jauh atau dekat juga sama aja, toh saya tidak membawa anak-anak. Setelah browsing di Traveloka App, pilihan saya jatuh pada Hotel 88 Embong Kenongo yang beralamat di Jl. Embong Kenongo 88 No. 11 – 17, Surabaya. Saya pilih hotel ini, karena berdasarkan testimoni tamu-tamu toiletnya bersih dan kamarnya tidak terlalu besar, cukuplah buat sendiri.

Traveloka 9

Terus terang saya belum pernah pesan tiket dan hotel lewat Traveloka App, lebih sering pesan di situsnya. Melihat salah satu iklan Traveloka App versi cewek yang sedang melakukan Bug Jumping, rasanya penasaran juga. Apa iya sih pesan hotel semudah itu ? Hanya tinggal menyentuh layar hape ( padahal cewek itu sedang Jumping dari tempat yang tinggi ) eh tau-tau sudah berada di kasur empuk hotel. Daripada terus menerus penasaran, sayapun mendownlod Traveloka App pada smartphone saya. Lalu saya coba pesan tiket pesawat dan hotel untuk perjalanan saya ke Surabaya ini.

Setelah saya coba, rasa penasaranpun hilang dan berganti menjadi takjub, betapa tidak iklan Traveloka App versi cewek Bug Jumping itu beneran, GAMPANG dan MUDAH ! Tampilannya juga simple, memudahkan orang untuk memesan tiket dan hotel dalam kondisi apapun, termasuk bila sedang terburu-buru. Kemudahan lainnya yaitu kita nggak perlu print e-tiket/voucher hotel lagi. Kita tinggal menunjukkan e-tiket/voucher hotel via Traveloka App dari smartphone saat chek-in. Dan data pemesanan via Traveloka App juga dapat dicek kapanpun bahkan tanpa koneksi internet sekalipun.

Traveloka 1


Laman muka Traveloka App

Bukan itu saja kelebihan Traveloka App, kita juga dapat melihat data booking dari berbagai perangkat. Caranya tinggal Log-in aja lalu klik Pemesanan Saya, maka tampilan data booking akan segera muncul di layar smartphone. Jadi kita nggak perlu takut data bookingnya hilang karena e-tiket/voucher hotel sudah tersinkronisasi secara otomatis. Soal harga juga berbeda, harga pada Traveloka App ternyata lebih murah daripada di situsnya. Wah…wah…benar-benar sangat menguntungkan pake Traveloka App ini, pesan tiket dan hotel jadi semudah membalikkan telapak tangan. Di manapun, kapanpun dan dalam situasi apapun Traveloka App bisa diandalkan untuk semua urusan.

* Sumber gambar menu pinjam dari sini

* Sumber Jembatan Suramadu

7 thoughts on “Ke Surabaya Mengejar Ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s