Pajak Untuk Ditaati Bukan Ditakuti

pajak

Gambar pinjam dari sini

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, pajak masih menjadi momok yang menakutkan. Oleh sebab itu tidak heran jika sampai sekarang masih banyak masyarakat Indonesia yang menghindar dari pajak. Berinteraksi dengan pajak sama saja dengan mencari kesulitan, jadi sebisa mungkin dihindari. Untuk kasus seperti ini saya mencontohkan diri saya sendiri, sampai sekarang saya masih belum mempunyai NPWP alias Nomor Pokok Wajib Pajak. Padahal sebagai seorang penulis yang kadang menang dalam lomba, sejatinya saya memiliki NPWP untuk pemotongan pajak hadiah. Kalau ditanya mengapa sampai sekarang saya belum mempunyai NPWP jawabnya cuma satu : males lapornya karena ngisinya ribet.

Namun jauh di dalam lubuk hati, saya sadar bahwa pajak banyak mempengaruhi perkembangan pembangunan di Indonesia. Lihat saja, pembenahan dalam hal pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain sebagainya. Semua perubahan itu sebagian besar dibiayai oleh pajak yang disetorkan oleh wajib pajak. Melihat perubahan pembangunan yang begitu pesat, apakah saya masih menutup mata ? Atau bahkan tidak percaya bahwa semua itu karena sumbangsih dari pajak ? Jadi, alasan apalagi yang mau dipakai sekedar untuk berkelit menghindari pajak, laporannya kah ? Ho…ho…ho…kayaknya ini juga sudah nggak bisa dijadikan alasan deh, soalnya sekarang banyak jasa konsultan pajak yang bisa membantu membuat laporannya.

Salah satunya adalah Zeti Arina, konsultan pajak yang berdomisili di Surabaya ini bukan saja membantu klien dalam menghitung dan membuat laporannya. Ada hal penting yang dilakukan oleh Zeti Arina sebagai konsultan pajak, yaitu mengedukasi masyarakat untuk paham pajak. Seperti yang sudah saya gambarkan di atas, bahwa pajak masih dianggap sesuatu yang menakutkan. Kehadiran Zeti Arina sebagai konsultan pajak juga bukan untuk mengajarkan para wajib pajak melakukan kecurangan. Sebagai CEO dari Artha Raya Consultant, Zeti Arina ingin mengedukasi wajib pajak agar dapat menghitung pajak seefisien mungkin. Tidak merugikan wajib pajak dan juga tidak menguntungkan. Semua dilakukan berdasarkan pada hukum perpajakan yang sudah diatur oleh Pemerintah.

zeti

Zeti Arina ( berdiri no 3 dari kiri ) bersama staff gambar dari sini

Jadi jangan anggap bahwa tugas konsultan pajak itu bisa diajak kompromi–baca : sogok atas pembayaran pajak. Pemikiran seperti itu salah besar, Zeti Arina menegaskan bahwa profesi yang diembannya adalah untuk meluruskan anggapan miring tentang pajak dan konsultan pajak. Apabila Anda memiliki seputar pertanyaan tentang pajak, Zeti Arina dengan senang hati akan menjawabnya, karena itu merupakan bagian dari edukasinya. Mendekatkan masyarakat pada pajak adalah keinginan terbesar dari seorang Zeti Arina. Rasanya di jaman sekarang ini, masyarakat Indonesia sudah banyak yang tahu tentang pajak, hanya saja belum maksimal dalam menerapkannya. Nah, tunggu apa lagi segera laporkan pajak karena pajak untuk ditaati bukan ditakuti !

2 thoughts on “Pajak Untuk Ditaati Bukan Ditakuti

  1. sebagian masyarakat malas bayar pajak karena stigma buruk dari para pelakunya
    misalnya, gayus yang mengemplang pajak untuk pribadi

    mungkin, perlu dikampanyekan bahwa petugas pajak bebas dari kasus seperti itu lagi ya mbak, biar kita-kita ga khawatir lagi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s