Medictrust Wadah Arsip Kesehatan


Tiga tahun terakhir ini, Papieh—panggilan saya ke suami punya jadwal rutin ke dokter, terutama dokter spesialis Orthopedi. Pasalnya tiga tahun yang lalu, Papieh terdiagnosa penyakit HNP atau sering juga disebut Syaraf Kejepit. Dokter yang mendiagnosa memutuskan agar Papieh dioperasi. Sebenarnya saya agak keberatan dengan keputusan dokter, mengingat usia Papieh yang sudah lanjut ditambah lagi dengan penyakit lainnya. Ya, selain diserang HNP, Papieh juga memiliki riwayat asma dan gangguan pencernaan ( sembelit ). Jadi pada saat akan dilakukan operasi, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Mulai dari jantung, paru-paru, tekanan darah dan tentu saja tulang punggung belakang.

medictrust 6

Kartu konsul ke dokter

Selama tiga tahun itu pula, Papieh rutin dua atau tiga kali ke dokter untuk mengecek kesehatannya. Cek Up rutin ini, tidak jarang membuat saya sering lupa, mau ke dokter siapa, jadwal dokternya dan obat-obatnya. Bahkan beberapa kali pernah terjadi, saat sudah konsul dengan dokterpun masih aja ada berkas yang lupa dibawa atau bahkan hilang. Kalau sudah kejadian begitu biasanya kami diminta untuk menunggu di luar sampai file yang dibutuhkan sudah ada.

Medictrust 7

Hasil laboratorium

Berobat secara rutin selama 3 tahun membuat file medis Papieh menumpuk. Biasanya bila saya punya waktu, maka saya akan membereskannya. Dibuang ? Oh tidak, file medis tidak boleh dibuang karena ini menyangkut riwayat penyakit, diagnosa dan obat-obatan. Contohnya seperti kejadian baru-baru ini, Papieh kena serangan asma, seperti biasa kalau ada serangan mendadak Papieh langsung minum obat racikan dari dokter spesialis paru-paru. Namun kejadian kemarin itu sama sekali tidak biasa, setelah minum obat plus diuap pun asmanya nggak berkurang.

Karena panik, saya memutuskan membawa Papieh ke UGD rumah sakit langganan. Oleh dokter UGD Papieh diberi pertolongan pertama, tapi tetap saja harus menjalani observasi lebih lanjut alias rawat inap. Setelah ditangani oleh dokter yang biasa merawat, saya diberitahu bahwa asma Papieh sudah mulai akut. Artinya obat yang biasa diminum harus diganti atau dosisnya ditambah.

Medictrust 8

Hasil rontgen yang disimpan dlm disk ( VCD)

Saya jadi tahu, inilah yang dinamakan riwayat penyakit, setiap saat bisa berubah sesuai dengan kondisi pasien. Makanya saya disarankan agar file medis jangan dibuang, tapi harus tetap disimpan. Karena file itu bisa jadi acuan dokter, para perawat juga bilang kalau mengandalkan dokumen dari rumah sakit prosesnya akan lama. Jadi bisa dibayangkan selama berobat tiga tahun itu, file medis Papieh sudah menumpuk, apalagi hasil laboratorium dan rotgen. Biasanya selain dirapikan, file medis itu saya simpan dengan cara discan. Saya pikir, cuma itu jalan satu-satunya agar lebih terjaga dari kehilangan atau rusak.

Medictrust 2

Apps Medictrust sudah ada dlm gadget saya

medictrust3

Saya langsung menjadi member Medictrust

Pas saya lagi perlu pas ada terobosan baru yang kekinian, yaitu sebuah aplikasi untuk menyimpan file medis. Terobosan dalam dunia digital ini dapat memudahkan orang terutama saya untuk menyimpan atau mengarsipkan file medis. Lebih canggihnya lagi, aplikasi ini didownload lewat gadget atau smartphone, jadi file medis yang tersimpan bersifat mobile. Dengan kata lain apabila saya sedang mengantar suami konsul ke dokter, saya tidak perlu lagi membawa file medis Papieh yang masih berupa kertas atau disk ( VCD ).

Nama aplikasi ini adalah Medictrust, setelah didownload saya langsung mendaftar jadi member. Data yang saya input adalah data saya, seperti usia, golongan darah dan berat badan. Karena aplikasi ini bersifat pribadi, jadi saya beum bisa menggunakan Aplikasi Medictrust untuk menyimpa file medis suami. Nah, untuk masalah ini saya langsung tanya-tanya sama admin Medictrust di laman Fanpagenya. Saya tanya apakah Aplikasi Medictrust bisa dipakai berdua dengan suami. Jawaban yang saya terima cukup jelas, jadi bila ada pertanyaan seputar penggunaan Aplikasi Medictrust ini, Anda bisa langsung menuju Fanpage Medictrust atau bisa juga berinteraksi via Twitternya.

medictrust 5

Alur penggunaan Apps Medictrust

Aplikasi Medictrust ini simple banget, semua data tentang kesehatan member bisa terupload dengan lengkap. Fitur-fiturnya juga sudah mewakili semua kondisi member. Sejatinya Aplikasi Medictrust ini bukan hanya digunakan untuk member personal saja. Kalau saya lihat, Aplikasi Medictrust bisa juga digunakan oleh pihak rumah sakit atau dokter, terutama dokter yang praktek di luar rumah sakit. Dan satu hal yang paling saya suka yaitu, kehadiran Aplikasi Medictrust ini ikut menjaga kelestarian lingkungan. Karena penggunaan Aplikasi Medictrust ini secara otomatis akan mengurangi penggunaan kertas. Kalau saya lihat file Papieh yang disimpan di rumah sakit, maka saya akan bilang, “Wow… Medictrust is Amazing !”.

medictrust 4

Chat saya di Fanpage Medictrust

Ah, rasanya saya sedikit lega, karena saya sudah tidak pusing lagi ngurusin file medisnya Papieh. Mulai dari jadwal konsul ke dokter, hasil cek laboratorium, resep obat sampai hasil rontgen bisa disimpan dengan baik tanpa takut ketinggalan apalagi hilang. Jadi jika Anda memiliki masalah yang sama seperti saya, nggak usah bingung lagi, langsung download aja Aplikasi Medictrust di gadget Anda. Salam sehat…!

6 thoughts on “Medictrust Wadah Arsip Kesehatan

  1. Aku juga baru tahu nih ada aplikasi penyimpan data medis kita.. Wah, aku mau unduh ah..soalnya aku banyak sekali menyimpan hasil rekam medis maupun, aku banyak konsul ke dokter terkait masalah kehamilan.. Berkas2 rekam medis milikku bertumpuk dan berceceran di mana2 sehingga aku kesulitan menemukannya ketika aku membutuhkannya utk dikonsultasikan ulang ke dokter.. makasih ya Mbak telah berbagi info ini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s