Teknologi Fingerprint Sensor Pada Smartphone

poly

Kalau dihitung-hitung entah sudah berapa kali saya mengganti kode keamanan pada smartphone saya. Pasalnya smartphone satu-satunya itu sering dipakai oleh anak-anak. Bukannya saya tidak mau membelikan smartphone buat mereka tapi sudah menjadi komitmen saya, bahwa mereka akan memiliki smartphone jika sudah kelas delapan. Jadinya ya begini, mereka sering berebut untuk memakai smartphone, maklum ada dua anak di rumah.

Acara rebutan smartphone oleh dua anak bukan masalah besar buat saya, ada yang lebih dari itu. Si Kakak senangnya utak atik smartphone, mulai dari gonta ganti wallpaper, ringtone, font dan bahkan PIN keamanan. Kalau masih gonta ganti wallpaper, font atau ringtone sih masih nggak apa-apa tapi kadang PIN juga diganti.

Nah, dari sinilah masalah itu berawal, pasalnya ketika suatu hari saya ingin mentransfer uang untuk pembayaran belanja online saya tidak bisa melakukannya. Masalahnya smartphone saya tidak bisa terbuka alias terkunci. Hampir semua PIN yang pernah saya buat dimasukkan tapi hasilnya nihil. Saya sudah bisa menebak ini pasti ulah anak-anak yang kerap menggunakan smartphone saya. Mereka pasti sudah mengganti PIN keamanan pada smartphone tapi tidak dikembalikan seperti semula. Masalah semakin rumit karena si Kakak juga lupa PIN yang sudah diubahnya.

Rasanya cukup lumrah hidup di jaman serba internet sekarang ini semua dilakukan dengan mengandalkan aplikasi. Seperti saya sudah lama menggunakan internet banking untuk segala urusan bayar membayar. Setiap bulan semua pembayaran saya lakukan dengan system internet banking. Tapi apa mau dikata, kecanggihan internet rupanya tidak sejalan dengan perangkat yang ada, buktinya saja saya tidak bisa membuka smartphone karena lupa PIN.

Sejatinya, jaman mobile sekarang ini di mana semuanya bisa serba mudah tapi  malah sebaliknya. Kali ini masalahnya datang bukan dari jaringan internet yang sering juga ngadat tapi justru dari smartphone. Saya kira smartphone ini sudah mencapai tingkat kecanggihannya kenyataannya tidak. Fiturnya juga cukup lengkap, kapasitas datanya mumpuni dan baterenya jauh di atas smartphone sekelasnya. Ternyata masalah timbul justru dari hal tak terduga, bahkan cukup sepele apalagi coba kalau bukan sensor keamanannya.

Ya, smartphone yang saya miliki sekarang masih menggunakan sensor keamanan lama yaitu PIN. Seperti kebanyakan smartphone lainnya, PIN merupakan rangkaian huruf, angka dan tanda baca yang dibuat sedemikian rupa. Maksudnya supaya orang lain tidak bisa membuka smartphone kita, karena pada dasarnya semua yang ada di dalam smartphone itu bersifat pribadi.

Sebenarnya saya sudah lama memikirkan hal ini, bagaimana jika saya lupa dengan PIN keamanan. Rasanya password berupa PIN sudah tidak relevan lagi digunakan, harus ada terobosan baru untuk menggantikannya. Apalagi semua orang tidak muda terus, ada masa di mana juga menjadi tua. Bukankah bertambahnya usia menjadikan manusia cepat lupa ? Permasalahan tidak hanya berhenti sampai di situ saja, bukankah kita tidak hanya mempunyai satu PIN saja, tapi bisa lebih dari dua atau tiga. Ya, ATM juga menggunakan PIN atau hampir semua aplikasi online selalu login dengan memasukkan PIN terlebih dahulu.

Ternyata apa yang saya keluhkan tidak berlangsung lama, baru-baru ini saya mendengar inormasi ada sebuah brand besar akan merilis smartphone dengan teknologi keamanan terbaru. Adalah Polytron yang sebentar lagi akan merilis smartphone dengan teknologi keamanan terbaru bernama Fingerprint Sensor. Kelebihan Fingerprint Sensor memungkinkan kecepatan dalam membuka smartphone hanya dalam waktu 0,2 detik saja. Begitu mudah, cepat, dan aman. Cukup tempelkan saja sidik jari pada touchpad sensor fingerprint yang berada di belakang tepat di bawah lensa kamera.

Menarik dan uniknya, letak atau posisi fingerprint sensor ada pada bagian belakang layar. Tepatnya persis di bawah lensa kamera utama. Letak posisi Fingerprint Sensor ini sudah melalui riset dan penelitian yang dilakukan oleh Polytron dan hasilnya adalah  posisi tersebut justru sangat memudahkan user dalam menempelkan sidik jari. Kini untuk membuka smartphone menggunakan Fingerprint Sensor jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan PIN.

Ah, akhirnya apa yang saya pikirkan telah mendapat sambutan dari brand ternama di mana saya lebih mengenalnya sebagai produsen elektronik. Jelas, ini merupakan sebuah terobosan baru yang patut diapresiasi oleh masyarakat pengguna smartphone.  Sekarang saya sudah benar-benar tidak sabar untuk menunggu peluncurannya. Bukan karena penasaran dengan teknologi keamanannya tapi saya ingin menjadi yang pertama memiliki smartphone canggih ini. Akhirnya saya harus menyampaikan salam perpisahan pada Personal Input Number alias PIN.

2 thoughts on “Teknologi Fingerprint Sensor Pada Smartphone

  1. Smartphone sekarang sudah kayak laptop aja ya Mbak pke teknologi fingerprint. Selama pke Smartphone saya gak pernah pke kode keamanan, takut lupa hihi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s